Teknologi QRIS Indonesia Kini Ditiru Malaysia dan Singapura
Uptodai.com - Keberhasilan teknologi QRIS Indonesia dalam merevolusi sistem pembayaran digital kini resmi menjadi rujukan utama bagi negara-negara tetangga di Asia Tenggara. Langkah revolusioner Bank Indonesia ini menginspirasi Bank Negara Malaysia (BNM) untuk menerapkan kebijakan serupa demi menyatukan infrastruktur pembayaran digital mereka. Melalui kebijakan baru, Malaysia mewajibkan seluruh penyedia layanan keuangan menghentikan jaringan QR eksklusif mereka paling lambat 30 Juni 2028.
Kebijakan bertajuk Interoperable Fund Transfer Framework ini memaksa industri perbankan dan dompet digital di Malaysia untuk saling terhubung. Selama masa transisi, lembaga keuangan setempat dilarang keras menambah merchant baru ke dalam jaringan QR tertutup mereka. Langkah ini diambil untuk memastikan masyarakat dapat bertransaksi dengan mudah menggunakan satu kode QR tunggal yang universal.
Inspirasi Sukses dari Standardisasi QRIS
Inisiatif standardisasi ini sangat mirip dengan kesuksesan QRIS yang digagas oleh Bank Indonesia bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI). Di tanah air, kehadiran satu kode QR terpadu telah terbukti memangkas biaya operasional merchant dan mendorong digitalisasi UMKM secara masif. Keberhasilan ini membuktikan bahwa integrasi sistem pembayaran mampu menciptakan ekosistem ekonomi digital yang jauh lebih inklusif.
Di Malaysia, infrastruktur bersama ini nantinya akan dioperasikan oleh Payments Network Malaysia Sdn Bhd (PayNet) melalui platform DuitNow QR. Dengan sistem ini, kebingungan pedagang dan konsumen akibat banyaknya kode QR yang berbeda di satu toko akan segera berakhir. Tidak hanya memudahkan warga lokal, standardisasi ini juga dirancang untuk memanjakan para wisatawan mancanegara yang berkunjung.
Mendorong Konektivitas Finansial ASEAN
Konektivitas pembayaran lintas batas kini memang menjadi fokus utama negara-negara di kawasan ASEAN guna mempercepat pemulihan ekonomi regional. Integrasi ini memungkinkan transaksi ritel antarnegara berjalan secara real-time, murah, dan aman tanpa perlu menukar mata uang fisik terlebih dahulu. Keberhasilan Indonesia menjadi pionir dalam inovasi ini menempatkan rupiah di posisi yang semakin strategis dalam kancah perdagangan internasional.
Hingga pertengahan 2026, sistem pembayaran ini telah digunakan oleh lebih dari 30 juta pedagang dan melayani 45 juta pengguna aktif di tanah air. Sistem kebanggaan nasional ini bahkan telah terintegrasi secara penuh dengan SGQR di Singapura, Malaysia, serta Thailand. Ke depan, jangkauan QRIS diproyeksikan akan terus meluas hingga ke India seiring dengan komitmen kerja sama bilateral yang terus diperkuat.