Uptodai.com - Al-Attiyah Juara Rally Dakar 2026 setelah melalui dua pekan kompetisi yang sangat brutal dan kompetitif di gurun pasir. Pereli veteran asal Qatar ini mengamankan gelar keenamnya, menegaskan dominasinya di ajang reli paling ekstrem dunia.

Kemenangan ini terasa istimewa lantaran Dakar 2026 dikenang sebagai salah satu edisi paling sengit dalam sejarah modern. Reli tahun ini menampilkan tingkat persaingan yang belum pernah terjadi sebelumnya, ditandai dengan fluktuasi hasil yang dramatis di setiap etape.

Sepanjang perlombaan, tercatat ada 10 pembalap berbeda dari lima pabrikan utama yang berhasil memenangkan etape. Hal ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan, terutama antara tim pabrikan Dacia yang diperkuat Al-Attiyah, Toyota, dan penantang baru yang agresif, Ford.

Fluktuasi Performa dan Strategi Kunci Al-Attiyah

Al-Attiyah bersama tim Dacia menghadapi fluktuasi performa yang cukup signifikan di pekan pertama balapan. Namun, pereli asal Qatar tersebut berhasil menjaga fokus dan tampil optimal di saat-saat paling menentukan.

Tim Ford, yang membawa Ford Raptor terbaru, sempat mencuri perhatian sebagai penantang serius. Empat pembalap mereka tampil agresif dan secara konsisten menekan Toyota serta Dacia. Sayangnya, performa Ford cenderung naik turun dari hari ke hari, gagal mempertahankan konsistensi yang dibutuhkan.

Toyota pun mengalami situasi serupa dengan Hilux generasi 2026 yang belum sepenuhnya stabil. Ketidakpastian dari para rival ini dimanfaatkan Al-Attiyah dengan sempurna, terutama saat ia memenangkan Etape 6 dan merebut pimpinan klasemen untuk pertama kalinya.

Kunci keberhasilan Al-Attiyah terletak pada kemampuannya memanfaatkan kegagalan lawan. Momentum kemenangannya semakin kuat pada Etape 11, ketika rival utamanya mulai tumbang.

Jalan Lapang Menuju Gelar Keenam

Pukulan telak bagi pesaing datang saat Henk Lategan, runner-up tahun lalu, harus tersingkir dari perburuan gelar. Lategan mengalami masalah teknis serius akibat baut roda yang patah di momen krusial.

Insiden tersebut praktis membuka jalan lebar bagi Al-Attiyah untuk mengamankan keunggulannya. Memasuki dua hari terakhir dengan keunggulan 12 menit, pereli Qatar tersebut memilih bermain aman.

Ia mengontrol kecepatan secara penuh, menghindari risiko berlebih, dan akhirnya menuntaskan Dakar 2026 dengan margin kemenangan 9 menit 42 detik. Kemenangan ini memperkuat statusnya sebagai salah satu legenda hidup ajang reli terberat di dunia.

Pembalap Indonesia Rally Dakar Masuk 5 Besar

Sorotan tidak hanya tertuju pada kelas utama, tetapi juga pada performa impresif Pembalap Indonesia Rally Dakar. Dua wakil Merah Putih berhasil menorehkan prestasi gemilang di kelas berbeda.

Julian “Jejelogy” Johan berhasil mencuri perhatian besar di kelas Classic Auto (moderate average) 87-96. Jejelogy menunjukkan ketahanan luar biasa dengan menyelesaikan total jarak lebih dari 7.200 kilometer di padang pasir Arab Saudi.

Mengendarai Toyota Land Cruiser 100 yang ikonik, Jejelogy sukses finis di posisi P5 overall. Selain itu, ia juga meraih P3 di Class H2 dan menjadi juara kategori Iconic Classic Club.

Jejelogy tercatat mengumpulkan 1.357 poin sepanjang balapan yang menguji batas kemampuan kendaraan klasik tersebut. Hasil ini merupakan pencapaian bersejarah bagi dunia otomotif Indonesia.

Sementara itu, pembalap Indonesia lainnya, Shammie Zacky Baridwan, juga menunjukkan performa yang solid. Shammie berhasil mengakhiri kompetisi di peringkat ke-7 secara overall.

Dengan torehan 1.393 poin, hasil ini memastikan bahwa dua wakil Indonesia berhasil menembus jajaran 10 besar dalam ajang reli paling menantang di dunia. Keduanya membuktikan bahwa talenta reli Indonesia mampu bersaing di panggung global.