Uptodai.com - Komitmen jangka panjang Sailun Group di pasar Indonesia semakin kokoh, ditandai dengan kesiapan perusahaan untuk menjadi pemasok ban Original Equipment Manufacturer (OEM) bagi produsen kendaraan besar. Dalam waktu dekat, Pabrik Sailun Indonesia produksi ban OEM sedang dalam tahap penjajakan serius dengan dua pemain global, yaitu Vinfast dan Chery, untuk memenuhi kebutuhan ban kendaraan mereka.

Langkah strategis ini bukan hanya tentang memperluas pangsa pasar ritel, tetapi juga menempatkan Indonesia sebagai pusat produksi ban berkualitas tinggi di Asia Pasifik. Sailun menunjukkan keseriusannya melalui pembangunan fasilitas manufaktur besar di Demak, Jawa Tengah, yang dikelola langsung oleh PT Sailun Manufacturing Indonesia.

Target Kapasitas Produksi Jutaan Ban per Tahun

Fasilitas manufaktur yang peletakan batu pertamanya dilakukan pada Oktober 2024 ini menelan nilai investasi yang sangat besar, mencapai USD 251,44 juta atau setara dengan sekitar Rp4 triliun. Investasi jumbo ini dirancang untuk memproduksi beragam jenis ban radial, mulai dari ban kendaraan penumpang (PCR), ban bus dan truk (TBR), hingga ban untuk alat berat (OTR).

Pada fase operasional awal, pabrik di Demak tersebut ditargetkan memiliki kapasitas produksi tahunan yang impresif. Target tersebut mencakup hingga 3,6 juta ban PCR, 600 ribu ban TBR, dan 37.000 ton ban OTR. Kapasitas masif ini memastikan bahwa Sailun tidak hanya mampu melayani permintaan domestik, tetapi juga berfungsi sebagai basis ekspor utama untuk kawasan Asia Pasifik.

Saat ini, portofolio produk Sailun sangat luas, mencakup lebih dari 1.500 varian. Produk-produk tersebut melayani berbagai segmen, termasuk kendaraan niaga dan aplikasi khusus seperti sektor pertambangan, kehutanan, dan pertanian, menunjukkan adaptabilitas perusahaan terhadap kebutuhan industri yang spesifik.

Strategi Menjadi Pemasok OEM Global

Menjadi pemasok OEM adalah langkah krusial yang meningkatkan kredibilitas dan kualitas suatu merek ban di mata konsumen dan industri otomotif. Dengan menjalin kemitraan dengan merek seperti Vinfast dan Chery, yang agresif berekspansi di pasar ASEAN, Sailun memastikan produknya terintegrasi langsung dalam rantai pasok kendaraan baru.

Direktur Sales & Marketing PT Sailun Tire Indonesia, Eko Supriyatin, menjelaskan bahwa keberadaan basis manufaktur di Indonesia ini memungkinkan perusahaan membangun ekosistem produk dan layanan yang lengkap. Ekosistem tersebut mencakup PCR, TBR, OTR, hingga Tube dan Flap, yang semuanya berakar pada semangat ‘Made in Indonesia’.

Mengembangkan Ekosistem Manufaktur Cerdas

Fasilitas di Demak tidak hanya difungsikan sebagai pusat produksi semata. Sailun Indonesia juga dikembangkan sebagai hub distribusi dan pusat layanan purna jual yang terintegrasi secara nasional. Melalui PT Sailun Tire Indonesia dan dukungan mitra lokal, perusahaan membangun sistem distribusi yang efisien.

Sistem ini dirancang untuk menjamin ketersediaan produk, kecepatan pengiriman, serta layanan purna jual yang kompetitif di seluruh wilayah Indonesia. Eko Supriyatin menegaskan bahwa pabrik ini berperan sebagai ‘Smart Manufacturing’ atau pabrik pintar, yang terus meningkatkan kemampuan operasional dan responsivitas perusahaan.

Konsep manufaktur cerdas ini memungkinkan penyediaan produk dan layanan yang lebih terlokalisasi, responsif, dan terintegrasi bagi para mitra strategis. Ke depan, komitmen untuk meningkatkan penggunaan material lokal pada produk-produk Sailun juga akan terus ditingkatkan, sejalan dengan semangat untuk memperkuat identitas ‘Made in Indonesia’ di pasar global.

Momentum penting ini dirayakan melalui agenda ‘Smart Manufacturing · Shared Success – Sailun Group Partners Conference’ yang menjadi ajang kolaborasi strategis. Konferensi ini diharapkan membuka babak baru dalam kemitraan dan memastikan bahwa fasilitas Pabrik Sailun Indonesia produksi ban OEM mampu mencapai target ambisius mereka di tahun-tahun mendatang.