BGN Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Ramadan Tetap Jalan
Uptodai.com - Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan bahwa inisiatif unggulan mereka, Program Makan Bergizi Gratis Ramadan (MBG), akan terus berjalan selama bulan suci. Keputusan ini diambil untuk menjamin kebutuhan nutrisi anak-anak sekolah, khususnya di wilayah yang mayoritas penduduknya beragama Islam, tetap terpenuhi saat menjalani ibadah puasa.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa mekanisme distribusi program ini akan disesuaikan dengan kebutuhan puasa. Meskipun pembagian makanan dilakukan pada jam-jam sekolah, makanan tersebut dirancang khusus agar dapat dibawa pulang dan dikonsumsi saat waktu berbuka tiba.
Makanan Tahan 12 Jam, Jaminan Nutrisi Saat Buka Puasa
Dadan menekankan aspek vital dalam distribusi MBG selama Ramadan, yaitu daya tahan makanan. Berbeda dengan hari biasa, makanan yang disalurkan harus memiliki ketahanan minimal 12 jam sejak disiapkan hingga dikonsumsi.
Ketahanan ini menjadi kunci agar kualitas gizi dan keamanan pangan tetap terjaga, mengingat jarak waktu antara jam distribusi di sekolah dan waktu magrib untuk berbuka puasa. Penyesuaian ini menunjukkan komitmen BGN dalam mendukung ibadah puasa tanpa mengorbankan asupan nutrisi yang diperlukan.
“Makanan akan dibagikan pada jam sekolah, tetapi makanannya dibawa ke rumah dan tahan lama. Kami pastikan makanan tersebut tahan 12 jam, mulai dari disiapkan sampai dia dikonsumsi pada saat buka puasa,” tegas Dadan saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Realisasi Anggaran Makan Bergizi Nasional Capai Rp17 Triliun Lebih
Selain memastikan kelanjutan program, BGN juga melaporkan perkembangan signifikan dalam realisasi anggaran. Dadan memaparkan bahwa hingga Senin (19/1/2026), realisasi dana untuk program MBG telah mencapai angka fantastis, yakni Rp17,398 triliun.
Angka tersebut bahkan dilaporkan telah mendekati Rp18 triliun per pagi hari pada tanggal 20 Januari. Kecepatan penyerapan anggaran ini menempatkan BGN sebagai salah satu badan setara kementerian yang paling efisien dalam merealisasikan dana operasionalnya.
Dana operasional harian yang mengalir dari kas negara ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Nasional (SPPG) di hampir seluruh provinsi di Indonesia juga sangat besar, mencapai Rp855 miliar per hari. Dana ini memastikan roda program terus berputar dan menjangkau jutaan penerima manfaat secara berkelanjutan.
Dadan menjelaskan bahwa alokasi anggaran triliunan rupiah ini telah diatur secara ketat. Sekitar 70 persen dana digelontorkan untuk pembelian bahan baku guna menjamin kualitas dan kuantitas makanan yang disajikan. Sementara itu, 20 persen dialokasikan untuk biaya operasional, dan 10 persen sisanya digunakan sebagai insentif bagi seluruh mitra yang terlibat aktif dalam program MBG.
Mitra Danai Pembangunan Infrastruktur SPPG 100 Persen
Dalam kesempatan yang sama, Dadan juga memberikan klarifikasi penting mengenai pembangunan infrastruktur program. Ia memastikan bahwa tidak ada satu rupiah pun anggaran BGN yang dialokasikan untuk pembangunan fisik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Sebanyak 21.102 SPPG yang saat ini telah berdiri dan beroperasi di berbagai daerah, 100 persen pembiayaan infrastrukturnya ditanggung oleh mitra. Ini menunjukkan kolaborasi kuat antara pemerintah dan sektor swasta/komunitas dalam mendukung keberlanjutan program gizi nasional.
“Perlu saya sampaikan bahwa 21.102 SPPG yang sudah berdiri dan operasional itu 100 persen dibiayai mitra. Jadi belum ada uang negara di dalam pembangunan infrastruktur BGN untuk SPPG,” jelas Dadan.
Sejak diluncurkan pada 6 Januari 2025, program MBG telah menunjukkan perkembangan yang sangat pesat. Awalnya, program ini hanya menyasar 570 ribu penerima manfaat. Namun, per laporan terbaru, jumlah penerima manfaat telah melonjak drastis, mencapai 55,8 juta orang. Angka ini menegaskan bahwa program Program Makan Bergizi Gratis Ramadan dan di luar Ramadan telah menjadi salah satu inisiatif sosial terbesar di Indonesia.