Uptodai.com - Setelah menorehkan rekor luar biasa dan mengalami misi yang jauh lebih panjang dari perkiraan, salah satu veteran eksplorasi luar angkasa Amerika Serikat memutuskan untuk mengakhiri karirnya.

Astronaut NASA pensiun setelah terdampar selama sembilan bulan penuh di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Keputusan purnatugas ini efektif berlaku pada akhir tahun 2026, menutup perjalanan 27 tahun yang penuh dedikasi dan pencapaian.

Sunita Williams, nama yang tak asing dalam sejarah penerbangan antariksa berawak, akan meninggalkan agensi tersebut dengan warisan yang mengesankan. Kisahnya menjadi sorotan utama, terutama setelah ia dan rekannya terpaksa menetap lebih lama di orbit akibat masalah teknis yang dialami oleh pesawat ruang angkasa komersial.

Misi Starliner yang Berubah Menjadi Ujian Ketahanan

Awalnya, misi yang ia jalani bersama rekannya, Butch Wilmore, pada tahun 2024 direncanakan sebagai perjalanan singkat. Mereka ditugaskan menuju ISS menggunakan pesawat ruang angkasa Starliner milik Boeing, dengan estimasi hanya menghabiskan waktu sekitar satu minggu di orbit.

Namun, harapan itu pupus ketika masalah teknis yang signifikan terjadi pada proses penyambungan (docking) Starliner. Kendala yang tak terduga itu memaksa kedua astronaut tersebut menghabiskan total 286 hari, atau sekitar sembilan bulan, jauh dari Bumi.

Keterlambatan yang masif ini menjadi ujian ketahanan mental dan fisik bagi kru, sekaligus pukulan telak bagi program komersial Boeing. Kejadian ini sekaligus menyoroti tantangan besar dalam pengembangan transportasi luar angkasa swasta.

Kepulangan Dramatis dan Pemulihan Cepat

Setelah penantian panjang, Williams dan Wilmore akhirnya bisa kembali ke Bumi pada Maret 2025. Kepulangan mereka tidak menggunakan Starliner yang bermasalah, melainkan menumpang kapsul Dragon milik SpaceX bersama dua astronaut lainnya, menandai kolaborasi tak terhindarkan antar perusahaan swasta di ruang angkasa.

Williams mengungkapkan bahwa proses pemulihan fisiknya di Bumi berjalan relatif lancar. Ia merasa terbantu berkat pengalaman terbangnya yang sudah ia kantongi sebelumnya, meskipun misi ini menjadi yang terlama dalam karirnya.

“Meskipun penerbangan itu lebih lama dari penerbangan manapun yang pernah kami lakukan, saya rasa tubuh saya masih mengingatnya,” kata Williams, menekankan adaptasi luar biasa tubuh manusia terhadap kondisi gravitasi yang berubah.

Rekor Karir dan Warisan Sang Pionir NASA

Sunita Williams bergabung dengan NASA sejak tahun 1998 dan telah berpartisipasi dalam tiga misi penting menuju ISS, termasuk misi pertamanya menggunakan pesawat ulang alik Discovery pada tahun 2026. Ia mengakhiri masa baktinya dengan catatan yang sulit ditandingi oleh rekan-rekannya.

Secara total, Williams tercatat telah menghabiskan 608 hari di luar angkasa selama 27 tahun karirnya. Ini menjadikannya salah satu astronaut wanita dengan total waktu terlama di orbit.

Bahkan, ia juga memegang rekor sebagai astronaut dengan total waktu berjalan di antariksa (spacewalk) terlama, mencapai 62 jam dan 6 menit. Pencapaian ini menunjukkan kontribusi vitalnya dalam pemeliharaan dan perakitan ISS.

Williams sendiri menyebut karirnya di NASA sebagai sebuah kehormatan besar, seraya menegaskan bahwa tempat favoritnya adalah orbit Bumi. Dedikasinya terhadap eksplorasi luar angkasa tak perlu diragukan lagi.

Sementara itu, Jared Isaacman, Administrator NASA, memuji Williams sebagai pelopor sejati dalam penerbangan luar angkasa berawak. Isaacman menekankan bahwa Williams telah membuka jalan penting bagi misi komersial menuju orbit Bumi rendah, sebuah langkah krusial dalam masa depan eksplorasi antariksa.

Keputusan astronaut NASA pensiun setelah terdampar ini menandai akhir dari era veteran, namun warisan dan rekor yang ditinggalkannya akan terus menginspirasi generasi astronaut berikutnya.