4 Bangunan Terlihat dari Luar Angkasa, Tembok China Justru Absen
Uptodai.com - Mitos yang menyebutkan Tembok Besar China sebagai satu-satunya bangunan buatan manusia yang dapat terlihat dari luar angkasa ternyata tidak benar. Bahkan, menurut kesaksian para astronaut, Tembok China justru sangat sulit dideteksi. Sebaliknya, ada empat bangunan terlihat dari luar angkasa yang ukurannya masif dan kontras sehingga mudah dikenali.
Perdebatan mengenai apa yang benar-benar bisa dilihat dari orbit Bumi ini selalu menarik. Luar angkasa yang dimaksud merujuk pada Garis Karman, batas imajiner yang berada sekitar 100 kilometer di atas permukaan laut. Garis ini menjadi penanda batas antara atmosfer Bumi dengan antariksa.
Katrina Bossert, seorang fisikawan luar angkasa dari Arizona State University, menjelaskan bahwa Garis Karman adalah perkiraan ketinggian di mana satelit dapat mengorbit tanpa terbakar atau jatuh kembali ke Bumi. Di ketinggian tersebut, objek yang terlihat harus memiliki kontras warna yang sangat mencolok atau ukuran yang benar-benar raksasa.
Mengapa Tembok China Tidak Terlihat dari Antariksa?
Meskipun memiliki panjang luar biasa, mencapai lebih dari 21.000 kilometer, Tembok China tidak mampu memberikan kontras visual yang memadai. Mantan Komandan Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), Chris Hadfield, menjadi salah satu saksi yang membantah mitos tersebut.
Menurut Hadfield, Tembok Besar China terlalu sempit jika dilihat dari orbit. Bangunan bersejarah itu juga dibangun mengikuti kontur alam dan menggunakan material yang warnanya menyatu dengan geografi sekitarnya. Hal ini membuatnya nyaris mustahil dibedakan dari lanskap pegunungan di sekitarnya, kecuali menggunakan lensa telefoto yang sangat kuat.
Empat Struktur Raksasa yang Jelas Terlihat dari Orbit
Berbeda dengan Tembok China, beberapa struktur buatan manusia lainnya memiliki ciri khas yang membuatnya mudah dikenali dari ketinggian Garis Karman, bahkan oleh astronaut di ISS yang berada di ketinggian 400 km. Bangunan-bangunan ini umumnya menonjol karena ukurannya yang kolosal, warnanya yang kontras, atau karena memodifikasi bentang alam secara radikal.
1. Palm Jumeirah, Dubai
Palm Jumeirah adalah gugusan pulau buatan di Dubai yang dirancang menyerupai pohon palem. Proyek reklamasi masif ini menciptakan bentuk geometris yang sangat jelas dan unik.
Pulau-pulau tersebut terlihat jelas dari Garis Karman karena kontras antara daratan pasir yang terang dengan perairan biru tua di sekitarnya. Bahkan dari Stasiun Luar Angkasa Internasional, struktur ini dapat diidentifikasi, meskipun astronaut biasanya membutuhkan bantuan lensa 800 mm untuk mendapatkan detail yang tajam.
2. Piramida Giza, Mesir
Piramida Giza memicu perdebatan di kalangan astronaut mengenai tingkat visibilitasnya. Astronaut Inggris, Tim Peake, pernah menyatakan bahwa Piramida Giza tidak terlihat dengan mata telanjang, namun strukturnya yang masif bisa dideteksi dengan lensa khusus.
Sebaliknya, mantan astronaut NASA dan komandan ISS, Leroy Chiao, memberikan kesaksian berbeda. Chiao mengklaim bahwa piramida dapat terlihat dari orbit Bumi. Ia bahkan mengatakan bisa membedakan dua piramida terbesar sebagai “dua titik kecil” dengan mata telanjang, asalkan kondisi pencahayaan dan cuaca sangat baik.
3. Three Gorges Dam, China
Three Gorges Dam adalah bendungan raksasa yang membentang di sepanjang Sungai Yangtze, China. Struktur ini menjadi pembangkit listrik tenaga air terbesar di dunia dan merupakan salah satu proyek rekayasa sipil paling ambisius.
Dengan tinggi mencapai 185 meter dan panjang lebih dari 2 kilometer, bendungan ini memotong sungai secara dramatis. Modifikasi bentang alam yang ekstrem ini, ditambah dengan kontras antara beton bendungan dan air yang dibendung, membuatnya menjadi salah satu objek buatan manusia yang paling menonjol dari luar angkasa.
4. Tambang Bingham Canyon, Amerika Serikat
Bangunan atau struktur keempat yang sering disebut-sebut oleh para astronaut adalah Tambang Bingham Canyon, yang terletak di Utah, Amerika Serikat. Tambang terbuka ini merupakan lubang buatan manusia terdalam di dunia.
Tambang ini menciptakan cekungan spiral raksasa di permukaan bumi yang lebarnya mencapai 4 kilometer dan kedalaman hampir 1,2 kilometer. Skala kerusakan lingkungan yang masif dan kontras warna antara tanah yang digali dengan gurun di sekitarnya menjadikan Tambang Bingham Canyon mudah diidentifikasi sebagai tanda aktivitas manusia yang ekstrem dari orbit Bumi.