Uptodai.com - Kesempatan menjajal sekuel yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Kami mendapatkan akses awal untuk melakukan Review Game Code Vein II, sebuah judul yang kembali memadukan tantangan ala soulslike dengan estetika visual anime yang khas dan memukau.

Sejak pertama kali dirilis, seri Code Vein memang dikenal sebagai jawaban bagi para penggemar yang mendambakan kesulitan tinggi namun tetap bisa menciptakan husbando atau waifu idaman mereka. Sekuel ini tampaknya membawa filosofi tersebut ke level yang jauh lebih tinggi, terutama dalam hal personalisasi karakter.

Kebebasan Kustomisasi Karakter di Code Vein II

Bagi pemain yang menjadikan karakterisasi sebagai elemen utama, Code Vein II siap menyita waktu berjam-jam hanya di menu character creation. Sistem kustomisasi yang ditawarkan tergolong sangat mendalam, memberikan opsi detail yang memungkinkan pemain membentuk beragam tipe karakter yang kompleks, dari yang sangar hingga yang paling imut.

Bahkan, hanya dari sejumlah template awal yang tersedia, sudah terasa potensi untuk menciptakan karakter yang mengingatkan pada figur-figur populer dari berbagai waralaba. Tentu saja, hal ini bisa dilakukan tanpa harus meniru secara mentah-mentah desain yang sudah ada.

Menciptakan Waifu ‘Undead Mikasa’

Dalam pengalaman bermain kami, karakter yang diciptakan bahkan hanya membutuhkan sedikit penyesuaian untuk bertransformasi menjadi semacam “Undead Mikasa Ackerman.” Siluet dan auranya terasa sangat mirip dengan karakter Attack on Titan tersebut, meskipun dengan palet kulit yang lebih pucat dan tampilan yang lebih khas vampir.

Menariknya, hasil tersebut kami dapatkan dengan upaya yang relatif sederhana, mengingat penulis bukanlah pemain yang paling kreatif dalam urusan character creation. Jika Anda termasuk pemain yang gemar bereksperimen dan mahir memaksimalkan tools yang tersedia, potensi karakter yang bisa diciptakan di Code Vein II terasa nyaris tak terbatas.

Fitur Kustomisasi Karakter Code Vein II ini merupakan nilai jual utama yang membedakannya dari game soulslike lain di pasaran. Ini memberikan ikatan emosional yang lebih kuat antara pemain dan avatar yang mereka gunakan untuk menjelajahi dunia pasca-apokaliptik yang brutal.

Eksplorasi Dunia Post-Apokaliptik yang Lebih Luas

Code Vein II menyajikan latar dunia post-apokaliptik yang terasa lebih luas dan terbuka dibandingkan pendahulunya. Ketika akses eksplorasi mulai dibuka, pemain kini bahkan diberikan fasilitas kendaraan, yaitu sepeda motor, untuk mempercepat perjalanan antar area yang berjauhan.

Eksplorasi di sekuel ini bukan sekadar fitur pelengkap yang hanya memanjakan mata. Menjelajah area di luar dungeon utama dapat memberikan hadiah berupa berbagai item penting. Ini termasuk material untuk upgrade senjata, peningkatan efektivitas item penyembuh, hingga penambahan jumlah healing item yang bisa dibawa dalam inventaris.

Pentingnya Menjelajah Sebelum Boss Battle

Kami sempat mengalami momen frustrasi ketika terjebak cukup lama pada satu boss utama yang sangat sulit dikalahkan. Boss tersebut menuntut strategi yang presisi dan daya tahan yang tinggi dari karakter.

Ironisnya, setelah boss tersebut akhirnya tumbang, kami melanjutkan eksplorasi demi menyelesaikan side quest yang tertunda. Di luar dugaan, eksplorasi tersebut justru menghadiahkan item yang secara signifikan meningkatkan kemampuan healing karakter.

Ada kemungkinan besar, seandainya eksplorasi dilakukan lebih teliti sebelum pertarungan tersebut, jalannya boss battle akan terasa jauh lebih ringan dan tidak memakan waktu lama. Code Vein II secara halus memaksa pemain untuk memanfaatkan semua sumber daya yang ada di peta, bukan hanya berfokus pada jalur utama.

Oleh karena itu, jika pemain merasa mentok atau kesulitan menghadapi boss tertentu, mengambil jeda dan menjelajahi dunia terlebih dahulu adalah strategi yang sangat direkomendasikan. Sumber daya yang didapat di luar jalur utama sering kali menjadi kunci untuk memecahkan kesulitan yang ada.

Tantangan Boss Battle yang Menguji Kesabaran

Dalam genre soulslike, pertarungan melawan boss adalah nyawa utama permainan. Siklus frustrasi yang bercampur penasaran, kegagalan berulang yang perlahan berubah menjadi pemahaman pola, dan diakhiri dengan katarsis kemenangan, adalah formula yang membuat pemain terus bertahan dan kembali mencoba.

Sayangnya, tidak semua pertarungan boss di Code Vein II memberikan pengalaman yang seimbang dan memuaskan. Meskipun banyak boss yang didesain secara brilian dengan mekanik unik, beberapa di antaranya terasa kurang memuaskan dan justru mengganggu ritme permainan secara keseluruhan.

Namun, secara keseluruhan, Code Vein II berhasil menyajikan pengalaman yang lebih kaya dan mendalam. Terutama bagi mereka yang mendambakan game soulslike dengan sentuhan visual anime yang sangat kuat. Fitur kustomisasi yang mendalam memastikan bahwa petualangan pasca-apokaliptik ini dijalani bersama karakter impian Anda, memberikan motivasi ekstra untuk menaklukkan setiap tantangan yang ada.