Modal Rp200 Ribu, Kisah Kerugian Judi Online Capai Rp800 Juta
Uptodai.com - Dunia judi daring kerap menawarkan ilusi keuntungan besar yang bisa didapatkan dalam sekejap. Namun, di balik janji manis tersebut, tersembunyi jurang kerugian finansial yang sangat dalam. Salah satu cerita yang paling gamblang menggambarkan fenomena ini adalah kisah kerugian judi online yang dialami oleh Erwin, seorang mantan penjudi asal Sumbawa Barat.
Erwin memulai perjalanan gelapnya sejak tahun 2017, saat ia masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Berbeda dengan judi konvensional, saat itu ia mulai mengenal taruhan skor, judi bola, dan togel yang mulai merambah ke ranah digital. Perkenalan awalnya terjadi secara tidak sengaja ketika seorang kawan meminjam uang kepadanya untuk keperluan deposit.
Awal Mula Jeratan Kemenangan Palsu
Rasa penasaran yang besar mendorong Erwin untuk ikut terlibat dalam aktivitas tersebut. Ia menawarkan diri untuk menanggung setengah biaya deposit, dengan perjanjian bahwa hasil kemenangan akan dibagi dua. Mereka pun menyepakati taruhan awal, bermodalkan uang sebesar Rp200 ribu.
Keberuntungan, yang sering kali menjadi jebakan pertama bagi para pemain baru, langsung menghampiri mereka. Dari modal sekecil itu, Erwin dan kawannya berhasil memenangkan uang hingga Rp5 juta. Kemenangan fantastis ini memberikan ilusi bahwa uang bisa didapatkan dengan sangat mudah, tanpa perlu bekerja keras.
“Iya, dan sialnya ya seperti orang-orang pada umumnya di deposit pertama pasti menang. Menanglah kami berdua ini. Saya masih ingat deposit 200 ribu menang 5 juta,” ungkap Erwin dalam acara ‘Judi Pasti Rugi: Perjalanan Lintas Nusantara Berantas Judi Online’ di Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Delapan Tahun Terperosok dalam Lubang Kerugian
Kemenangan awal itu ternyata menjadi pintu gerbang menuju kecanduan yang berlangsung selama delapan tahun. Erwin terjerumus semakin dalam ke lingkaran setan judi daring. Demi mendapatkan modal, ia mulai melakukan berbagai cara, termasuk berbohong kepada orang tuanya dengan dalih meminta uang untuk keperluan sekolah atau kuliah.
Padahal, Erwin adalah mahasiswa yang kuliahnya ditanggung penuh oleh beasiswa. Ironisnya, dana yang seharusnya digunakan untuk menunjang pendidikan justru ia habiskan di meja taruhan. Kebutuhan finansial yang terus mendesak membuatnya gelap mata, bahkan terhadap aset pribadinya.
“Bahkan kalau untuk handphone, sepeda motor itu hal yang biasa untuk saya jual gitu,” kenangnya. Dampak buruk judi daring ini juga merusak masa depan akademisnya. Kuliah yang seharusnya bisa diselesaikan dalam waktu 3,5 tahun terpaksa molor akibat jeratan utang dan fokus yang terpecah.
Kecanduan tersebut tidak berhenti setelah ia lulus. Ketika bekerja di sektor pertambangan, dengan pendapatan yang relatif tinggi, ia justru menggunakan seluruh gajinya untuk berjudi. Pendapatan besar hanya berfungsi sebagai bahan bakar untuk mempercepat kehancuran finansialnya.
Total Kerugian Fantastis dan Sulitnya Berhenti dari Jeratan
Jika ditotal selama delapan tahun keterlibatannya, terutama dalam dua tahun terakhir, jumlah uang yang ia habiskan mencapai angka yang sangat mengejutkan. “Iya, karena kalau ditotal-total ya saya 8 tahun, 2 tahun terakhir aja tuh bisa menghabiskan sekitar 800 juta untuk usia saya yang 24 tahun waktu itu,” jelas Erwin.
Angka Rp800 juta adalah kerugian yang sangat besar, terutama bagi seseorang yang baru memasuki usia produktif. Selama dua hingga tiga tahun, Erwin berjuang keras untuk berhenti, namun selalu gagal. Ambisi untuk “mengembalikan kekalahan” yang sebelumnya diderita menjadi penghalang utama.
Perasaan ingin menang kembali atau ‘balas dendam’ terhadap kekalahan adalah salah satu perangkap psikologis terbesar dalam judi. Hal ini membuat para penjudi terus-menerus memaksakan diri untuk bermain, berharap saldo kerugian bisa kembali pulih.
Akhirnya, sekitar 1,5 tahun lalu, Erwin menemukan kunci untuk benar-benar lepas dari jeratan tersebut: keikhlasan. Ia memutuskan untuk berhenti total dan merelakan semua uang yang telah hilang. “Jadi ya solusi buat teman-teman juga yang sebenarnya mau bertanya di luar sana ya bagaimana cara berhenti ya ikhlas sebenarnya,” pungkasnya.
Kisah nyata mengenai bahaya terjerumus judi online seperti yang dialami Erwin ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat. Kisah-kisah tragis seperti ini terus terungkap melalui berbagai kampanye kesadaran, menunjukkan bahwa janji cuan instan dari judi daring hanyalah ilusi yang berujung pada kehancuran finansial dan mental.