Terungkap! Apple Pakai Teknologi Israel Lacak Wajah Pemilik iPhone
Uptodai.com - Raksasa teknologi global, Apple, dilaporkan telah mengakuisisi perusahaan rintisan (startup) asal Israel, Q.ai. Akuisisi strategis ini mengindikasikan bahwa Apple pakai teknologi Israel lacak wajah penggunanya dengan cara yang jauh lebih canggih di masa depan.
Teknologi inti yang dikembangkan Q.ai berfokus pada analisis gerakan otot wajah seseorang saat berbicara, bahkan saat berkomunikasi tanpa suara. Kemampuan ini melampaui pelacakan wajah statis, menawarkan potensi besar untuk fitur kecerdasan buatan (AI) generasi berikutnya pada ekosistem Apple.
Detail Akuisisi dan Fitur Baru Apple
Wakil presiden senior teknologi hardware Apple, Johnny Srouji, memberikan pujian tinggi atas akuisisi ini. Srouji, yang juga merupakan eksekutif Israel paling senior di Apple, menyatakan kegembiraannya terhadap potensi teknologi pencitraan dan pembelajaran mesin yang dipelopori oleh Q.ai.
“Q adalah perusahaan yang luar biasa, mempelopori cara baru dan kreatif untuk menggunakan teknologi pencitraan dan pembelajaran mesin. Kami sangat senang mengakuisisi perusahaan yang dipimpin Aviad Maizels dan bersemangat mengenai apa yang terjadi di masa depan,” jelas Srouji.
Laporan dari Bloomberg menyebutkan bahwa keunggulan utama Q.ai terletak pada kemampuannya memahami komunikasi non-verbal. Sistem AI mereka mampu menganalisis gerakan mikro pada otot wajah, yang dapat digunakan untuk mendeteksi emosi atau niat pengguna secara lebih akurat.
Secara praktis, teknologi ini kemungkinan besar akan diintegrasikan ke dalam beberapa produk kunci Apple. Spekulasi kuat menyebutkan fitur AI pada AirPods Apple di masa depan akan memanfaatkan teknologi ini, memungkinkan AirPods memahami konteks dan respons pengguna tanpa harus melihat layar.
Selain itu, fitur ini juga berpotensi besar disematkan pada layanan video seperti FaceTime atau proyek kacamata serta headset canggih milik Apple, termasuk Vision Pro. Integrasi ini akan meningkatkan interaksi pengguna menjadi lebih intuitif dan imersif.
Jejak Panjang Pendiri Q.ai di Pengembangan Face ID
Akuisisi Q.ai bukanlah kali pertama Apple bekerja sama dengan pendiri perusahaan tersebut, Aviad Maizels. Maizels memiliki sejarah panjang yang secara tidak langsung membentuk fitur keamanan paling ikonik pada iPhone saat ini.
Pada tahun 2005, Maizels mendirikan perusahaan sensor 3D bernama PrimeSense. Perusahaan ini terkenal karena meminjamkan teknologinya untuk versi awal Xbox Kinect dari Microsoft, sebuah sistem pengontrol penginderaan gerak yang revolusioner pada masanya.
Apple kemudian mengakuisisi PrimeSense pada tahun 2013. Teknologi yang didapat dari akuisisi itulah yang kemudian menjadi dasar fundamental bagi pengembangan fitur FaceID, yang secara resmi dirilis empat tahun kemudian pada iPhone X. Maizels sendiri sempat bekerja dengan Apple hingga beberapa tahun lalu sebelum mendirikan Q.ai.
Bayang-bayang Kontroversi Investasi Apple di Israel
Di balik ambisi teknologi yang besar, investasi Apple di Israel melalui akuisisi Q.ai ini diperkirakan tidak akan diterima dengan baik oleh sebagian besar karyawan internal. Sejumlah karyawan diketahui telah lama mendesak perusahaan untuk menarik investasinya dari Israel.
Apple sendiri sudah mengoperasikan fasilitas penelitian dan pengembangan (R&D) di negara tersebut selama hampir satu dekade. Sebelumnya, perusahaan raksasa asal Cupertino ini juga pernah dilaporkan memberikan sumbangan kepada Pasukan Pertahanan Israel (IDF).
Isu ini semakin sensitif karena Q.ai nyatanya juga memiliki keterkaitan dengan IDF. Laporan dari CTech mencatat bahwa sekitar 30% karyawannya direkrut ke dinas militer IDF setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 lalu. Hal ini menambah tekanan etika dan politik yang harus dihadapi Apple dalam memanfaatkan teknologi canggih ini.
Meskipun menghadapi potensi friksi internal, Apple jelas memprioritaskan inovasi hardware dan AI. Akuisisi Q.ai menegaskan komitmen Apple untuk memimpin dalam pengembangan interaksi manusia-mesin yang lebih mendalam, dimulai dari analisis pergerakan wajah yang sangat detail.