Mauricio Souza: Pemain Naturalisasi Persija Jakarta Tak Dijamin Starter
Uptodai.com - Persaingan internal di tubuh Macan Kemayoran semakin memanas menyusul bertambahnya jumlah pemain naturalisasi Persija Jakarta. Namun, pelatih kepala Persija, Mauricio Souza, dengan tegas menepis anggapan bahwa status kewarganegaraan ganda secara otomatis memberikan karpet merah menuju susunan pemain utama.
Ia menekankan bahwa filosofi meritokrasi harus dijunjung tinggi di ruang ganti tim ibu kota. Souza ingin memastikan bahwa iklim kompetitif tetap terjaga sehat di dalam skuad, terlepas dari siapa pun nama besar yang baru didatangkan.
Kebijakan Ketat Mauricio Souza: Jaminan Hanya untuk yang Bekerja Keras
Bagi pelatih asal Brasil tersebut, kompetisi internal yang sehat adalah fondasi vital yang akan menopang performa tim. Hal ini penting agar Persija dapat tampil stabil dan konsisten sepanjang musim Liga 1 yang panjang dan melelahkan.
Souza tidak segan-segan meminggirkan pemain bintang jika performa mereka menurun saat sesi latihan. Ia berulang kali menyampaikan bahwa keputusan penentuan sebelas pemain pertama murni didasarkan pada kualitas yang ditunjukkan di lapangan latihan, bukan sekadar reputasi atau nama besar yang dibawa.
Oleh karena itu, meskipun klub berhasil mendatangkan sejumlah pemain berstatus naturalisasi, mereka semua harus memulai dari nol. Mereka wajib menunjukkan etos kerja yang tinggi untuk mendapatkan kepercayaan pelatih.
Dampak Kedatangan Shayne Pattynama dan Potensi Mauro Zijlstra
Langkah agresif Persija di bursa transfer paruh musim menjadi bukti nyata ambisi klub untuk memperkuat kedalaman skuad. Terbaru, Persija sukses mengamankan jasa Shayne Pattynama, bek kiri Timnas Indonesia, yang didatangkan dari Buriram United.
Kehadiran Shayne langsung menciptakan persaingan sengit di sektor kiri pertahanan. Ia harus berjuang keras untuk menggeser Dony Tri Pamungkas, pemain muda lokal yang selama ini tampil konsisten dan menjadi salah satu favorit di posisi tersebut.
Tidak hanya Shayne, Persija juga santer dikabarkan mendekati penyerang naturalisasi lainnya, Mauro Zijlstra. Jika Zijlstra resmi bergabung, lini serang Macan Kemayoran akan semakin padat, memaksa Zijlstra bersaing ketat dengan Gustavo Almeida serta Eksel Runtukahu dalam skema serangan.
Jordi Amat Menjadi Tolok Ukur Profesionalisme
Sebelumnya, Persija telah lebih dulu memiliki bek senior naturalisasi, Jordi Amat. Didatangkan dari Johor Darul Ta’zim (JDT) pada awal musim, Jordi langsung menjelma menjadi figur kunci di jantung pertahanan Persija.
Jordi Amat kerap menjadi pilihan utama, membangun duet kokoh bersama Rizky Ridho dan Thales Lira. Konsistensi penampilan Jordi, yang telah mencatatkan 17 penampilan musim ini, menunjukkan bahwa status naturalisasi memang harus dibarengi dengan profesionalisme dan kualitas lapangan yang mumpuni.
Tidak Ada Jaminan Starter, Semua Ditentukan di Sesi Latihan
Menanggapi derasnya arus pemain naturalisasi yang memperkuat Timnas Indonesia, Mauricio Souza kembali mempertegas pendiriannya. Ia memastikan bahwa semua pemain harus berjuang keras untuk mendapatkan tempat di tim inti, termasuk para pemain yang memiliki pengalaman bermain di Eropa.
“Mereka juga belum tentu bisa jadi pemain inti. Tapi mereka akan berusaha untuk bisa ada di tim inti,” ujar Mauricio Souza dengan tegas, Senin (2/2/2026).
Souza menambahkan bahwa prinsipnya sederhana: siapa pun yang menunjukkan kualitas dan kerja keras terbaik saat sesi latihan, dialah yang akan bermain. Prinsip ini diterapkan untuk menjaga motivasi seluruh anggota tim agar tidak ada yang merasa tempatnya aman.
Meskipun demikian, Souza mengakui bahwa pengalaman internasional dan kualitas teknis yang dibawa oleh pemain naturalisasi seperti Shayne Pattynama dan Jordi Amat memberikan nilai tambah yang besar bagi skuad. Keuntungan ini diharapkan dapat menularkan mentalitas profesional kepada pemain muda lokal Persija, sekaligus meningkatkan standar permainan di Liga 1.