Cara Telkom Bangun Cetak Biru Kedaulatan Digital Indonesia
Uptodai.com - Upaya mewujudkan kedaulatan digital Indonesia kini memasuki babak baru lewat langkah strategis yang diinisiasi oleh PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. BUMN telekomunikasi ini sukses menggelar Forum Kedaulatan Digital Nasional di Telkom Landmark Tower, Jakarta. Acara ini menjadi wadah kolaborasi penting yang mempertemukan regulator, pelaku industri, hingga mitra teknologi global. Mereka bersinergi untuk merumuskan cetak biru teknologi yang aman dan mandiri.
Forum ini merupakan kelanjutan konkret dari deklarasi “Kebangkitan Kedaulatan Teknologi Indonesia” yang digaungkan pada Mei 2026 lalu. Fokus utamanya adalah menerjemahkan visi besar tersebut ke dalam peta jalan implementasi yang lebih terukur dan aplikatif. Telkom secara khusus menggarisbawahi tiga pilar utama pembangunan teknologi nasional. Ketiga pilar tersebut meliputi Sovereign Cloud, Sovereign AI, dan Sovereign Cybersecurity.
Tiga Pilar Utama Kedaulatan Teknologi
Langkah ini dinilai sangat krusial mengingat ancaman siber global yang terus meningkat dan menargetkan infrastruktur kritis negara. Dengan memiliki sistem keamanan siber yang berdaulat, Indonesia dapat melindungi data sensitif warga negara dari potensi kebocoran. Selain itu, pengembangan AI lokal akan memastikan bahwa algoritma yang digunakan sesuai dengan nilai budaya dan hukum yang berlaku di tanah air. Hal ini juga mengurangi ketergantungan ekstrem pada penyedia teknologi asing.
Kementerian Komunikasi dan Digital turut memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif strategis yang digagas oleh Telkom ini. Kehadiran pemerintah menegaskan pentingnya regulasi yang adaptif untuk mengawal pertumbuhan ekonomi digital nasional. Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kemkomdigi, Sonny Hendra Sudaryana, menyatakan bahwa penguatan infrastruktur lokal adalah kunci utama. Menurutnya, langkah ini akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap ekosistem digital dalam negeri secara signifikan.
Dampak Ekonomi dan Keamanan Data Nasional
Di sisi lain, kemandirian teknologi ini diproyeksikan mampu menghemat devisa negara dalam jumlah yang sangat besar. Selama ini, banyak perusahaan lokal yang harus merogoh kocek dalam-dalam untuk menyewa layanan komputasi awan dari luar negeri. Dengan hadirnya solusi lokal yang mumpuni, aliran modal dapat berputar di dalam negeri untuk mendorong inovasi lebih lanjut. Sektor UMKM juga diharapkan dapat menikmati akses teknologi tinggi dengan harga yang lebih terjangkau.
Direktur Strategic Business Development and Portfolio Telkom, Seno Soemadji, menekankan bahwa kedaulatan digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mutlak. Indonesia harus mampu memegang kendali penuh atas data dan infrastruktur digitalnya sendiri agar tidak hanya menjadi pasar bagi raksasa teknologi global. Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Telkom optimistis mampu membangun fondasi yang kokoh demi ketahanan bangsa di masa depan. Upaya kolektif ini diharapkan dapat segera terealisasi demi menyongsong era Indonesia Emas.