Dominasi Pasar Ecommerce Indonesia 2025: Shopee Masih Terkuat
Uptodai.com - Dominasi pasar ecommerce Indonesia 2025 masih berada kuat di bawah kendali Shopee yang terus memperlebar jarak dengan para pesaingnya. Berdasarkan laporan terbaru bertajuk Ecommerce in Southeast Asia 2026 dari Momentum Works, peta persaingan belanja digital kini semakin mengerucut pada tiga pemain besar. Shopee, TikTok Shop (termasuk Tokopedia), dan Lazada kini menguasai hampir seluruh perputaran uang digital di tanah air.
Ketiga raksasa ini secara kolektif mengamankan sekitar 98,8% pangsa pasar di kawasan Asia Tenggara, menyisakan ruang yang sangat sempit bagi pemain kecil lainnya. Shopee tetap berdiri kokoh sebagai pemimpin pasar yang sulit tergoyahkan sepanjang tahun operasional 2025. Perusahaan ini mencatatkan nilai transaksi bruto atau Gross Merchandise Value (GMV) yang fantastis mencapai US$83,2 miliar.
Shopee Memimpin Pangsa Pasar Belanja Online RI
Di pasar domestik, dominasi pasar ecommerce Indonesia 2025 oleh Shopee terlihat dari penguasaan pangsa pasar yang mencapai angka 54%. Angka ini menunjukkan peningkatan tipis namun signifikan dibandingkan capaian tahun 2024 yang berada di level 53%. Keberhasilan ini tidak lepas dari strategi agresif perusahaan dalam mengintegrasikan fitur hiburan dan belanja dalam satu aplikasi.
Shopee tercatat menguasai lebih dari separuh pasar di hampir seluruh negara Asia Tenggara, kecuali di Filipina yang angkanya tertahan di 49%. Konsistensi ini membuktikan bahwa loyalitas pengguna terhadap platform berwarna oranye tersebut masih sangat tinggi. Inovasi fitur seperti Shopee Video dan Shopee Live menjadi kunci utama dalam mempertahankan keterikatan pengguna di tengah gempuran tren baru.
Ancaman Agresif dari TikTok Shop dan Tokopedia
Meskipun Shopee masih memimpin, persaingan Shopee dan TikTok Shop kini memasuki babak baru yang jauh lebih sengit. TikTok Shop menunjukkan pertumbuhan yang sangat agresif sepanjang tahun 2025 setelah resmi bersinergi dengan Tokopedia. Platform ini berhasil mempersempit jarak bisnis hingga mencapai 65,7% dari total skala bisnis yang dimiliki oleh Shopee.
Data menunjukkan bahwa selisih pangsa pasar bulanan antara keduanya semakin menipis pada penghujung tahun 2025. Pertumbuhan pesat ini didorong oleh basis pengguna media sosial yang besar dan kemudahan transaksi secara impulsif melalui konten video. Kondisi ini memaksa para pemain lama untuk terus memutar otak agar tidak kehilangan momentum di pasar yang sangat dinamis.
Perubahan Perilaku Konsumen Digital di Indonesia
Laporan dari Sensor Tower turut memperkuat bukti tingginya aktivitas digital masyarakat Indonesia dalam sektor ritel. Sepanjang tahun 2025, jumlah unduhan aplikasi belanja di Indonesia menembus angka 181 juta kali. Angka ini mencerminkan betapa tingginya ketergantungan masyarakat terhadap kemudahan akses belanja melalui perangkat seluler.
Warga Indonesia menghabiskan total waktu sekitar 8,68 miliar jam hanya untuk berselancar di berbagai aplikasi ritel. Menariknya, selain marketplace besar, mulai muncul tren penggunaan aplikasi subkategori lain seperti platform pemberi diskon khusus. Namun, aplikasi yang menawarkan fitur video commerce tetap menjadi primadona utama bagi konsumen yang mencari pengalaman belanja interaktif.
Shopee yang sejak awal jor-joran mendorong fitur video commerce tetap menjadi aplikasi paling populer di kategori ritel Indonesia. Strategi ini terbukti ampuh meredam ambisi pesaing yang mencoba masuk melalui celah konten kreatif. Dengan ekosistem yang sudah matang, dominasi pasar ecommerce Indonesia 2025 tampaknya masih akan sulit berpindah tangan dalam waktu dekat.