Uptodai.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara resmi merilis laporan mengenai Prediksi Hujan Lebat Jabodetabek yang berlaku selama 72 jam ke depan. Laporan ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat yang beraktivitas di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Prakiraan cuaca ini mencakup periode mulai Senin, 19 Januari 2026, hingga Rabu, 21 Januari 2026. BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat intensitas hujan yang diprediksi sangat tinggi dan berpotensi menyebabkan gangguan signifikan terhadap mobilitas dan aktivitas sehari-hari.

BMKG: Akumulasi Curah Hujan Berpotensi Banjir

Laporan yang dikeluarkan BMKG ini merupakan hasil analisis mendalam terkait ‘Prediksi Akumulasi Curah Hujan 24 Jam’. Data tersebut diharapkan berfungsi sebagai panduan utama bagi pemerintah daerah dan warga dalam merencanakan mitigasi bencana.

BMKG secara khusus menekankan pentingnya persiapan menghadapi cuaca ekstrem. Melalui akun Instagram resminya, @infobmkg, instansi tersebut mengingatkan, “Tetap waspada dan siapkan rencana aktivitas dengan memperhatikan informasi cuaca terbaru ya,” seru BMKG.

Kondisi hujan lebat yang berlangsung dalam periode singkat, apalagi secara berkelanjutan, berisiko besar memicu genangan air hingga banjir di kawasan dataran rendah. Oleh karena itu, persiapan drainase dan jalur alternatif perjalanan menjadi krusial.

Detail Prediksi Hujan Lebat Jabodetabek per Hari

Dalam rilisnya, BMKG membagi prediksi intensitas hujan menjadi tiga kategori utama: ringan, sedang, dan lebat. Fokus utama kewaspadaan berada pada wilayah yang diprediksi mengalami hujan lebat, sebab wilayah tersebut memiliki risiko banjir yang jauh lebih tinggi.

Senin, 19 Januari 2026: Hujan Lebat Melanda Jakarta

Pada hari pertama periode peringatan ini, sebagian besar wilayah Ibu Kota dan sekitarnya diprediksi akan diguyur hujan deras. Intensitas lebat diprakirakan terjadi di seluruh kota administrasi DKI Jakarta, meliputi Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara.

Selain itu, wilayah penyangga lain seperti Kota Bekasi, Kota Depok, Kabupaten Bogor, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang juga masuk dalam kategori hujan lebat. Sementara itu, intensitas sedang diperkirakan melanda Kepulauan Seribu, Kabupaten Bekasi, dan Kota Bogor.

Selasa, 20 Januari 2026: Pergeseran Fokus Curah Hujan

Prediksi pada hari kedua menunjukkan adanya sedikit pergeseran fokus hujan lebat ke wilayah selatan Jabodetabek. Wilayah yang harus sangat diwaspadai adalah Kota Depok, Kabupaten Bogor, dan Kota Bogor, yang semuanya diprediksi mengalami hujan dengan intensitas lebat.

Adapun intensitas sedang akan merata di hampir seluruh wilayah DKI Jakarta (Pusat, Barat, Selatan, Timur, Utara), Kepulauan Seribu, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang. Meskipun intensitasnya sedang, potensi genangan tetap harus diantisipasi.

Rabu, 21 Januari 2026: Intensitas Tinggi di Selatan Masih Berlanjut

Pada hari terakhir periode 72 jam ini, intensitas hujan lebat masih terfokus kuat di kawasan penyangga selatan. Kabupaten Bogor dan Kota Bogor kembali diprediksi menjadi titik sentral curah hujan lebat.

Wilayah yang diperkirakan mengalami hujan sedang mencakup Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kota Depok, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan. Hanya Jakarta Utara, Kepulauan Seribu, dan Kabupaten Tangerang yang diprediksi mengalami hujan ringan, memberikan sedikit jeda dari cuaca ekstrem.

Persiapan Warga Menghadapi Peringatan Hujan

Menyikapi Prediksi Hujan Lebat Jabodetabek ini, masyarakat diimbau untuk menyiapkan beberapa langkah preventif. Pertama, pastikan saluran air di lingkungan rumah bersih dari sampah untuk meminimalkan risiko banjir lokal.

Kedua, bagi pengguna jalan, siapkan jas hujan atau payung dan hindari parkir kendaraan di area yang rentan tergenang. Jika terjadi hujan lebat disertai petir, tunda perjalanan yang tidak mendesak demi keselamatan bersama.

Terakhir, penting untuk selalu memantau perkembangan Informasi Cuaca BMKG Terbaru secara berkala. Perubahan pola cuaca dapat terjadi sewaktu-waktu, sehingga informasi terkini sangat menentukan langkah mitigasi yang harus diambil.