Uptodai.com - Rutinitas kerja CEO Google DeepMind, Demis Hassabis, ternyata sangat berbeda dibandingkan dengan para pemimpin teknologi dunia lainnya. Saat banyak eksekutif papan atas seperti Tim Cook atau Sundar Pichai mengutamakan bangun pagi, Hassabis justru memilih jalur “burung hantu”. Ia menerapkan pola kerja yang terbagi dalam dua sesi berbeda untuk menjaga produktivitasnya di industri kecerdasan buatan yang sangat kompetitif.

Hassabis mengungkapkan bahwa dirinya hanya tidur sekitar enam jam dalam sehari untuk mengimbangi beban kerja yang masif. Namun, waktu istirahat tersebut tidak ia ambil pada malam hari seperti orang normal pada umumnya. Pria di balik pengembangan teknologi Gemini ini justru baru memejamkan mata ketika fajar mulai menyingsing atau setelah waktu subuh tiba.

Dalam wawancara terbarunya, ia menjelaskan bahwa pengaturan jadwal ini telah ia jalani selama lebih dari satu dekade. Strategi ini ia anggap paling efektif untuk menyeimbangkan peran sebagai pemimpin operasional dan seorang peneliti. Ia membagi hari-harinya menjadi dua fragmen waktu yang memiliki fungsi sangat kontras namun saling melengkapi.

Dua Shift Kerja dalam Satu Hari

Sesi kerja pertama Hassabis dimulai layaknya karyawan kantor biasa pada siang hari untuk menangani urusan manajerial. Ia menghabiskan waktu di kantor Google DeepMind untuk memimpin rapat, bertemu tim, dan menyelesaikan berbagai aktivitas operasional perusahaan. Fase ini biasanya berakhir pada sore hari ketika ia memutuskan untuk pulang ke rumah.

Setibanya di rumah, Hassabis melepaskan atribut profesionalnya sejenak untuk menikmati waktu berkualitas bersama keluarga. Ia rutin makan malam dan berinteraksi dengan anak serta istrinya hingga larut malam. Jeda ini menjadi momen krusial baginya untuk mengisi energi mental sebelum memasuki fase kerja yang lebih intens.

Keajaiban produktivitas Hassabis baru benar-benar dimulai pada pukul 22.00 malam, yang ia sebut sebagai “hari kerja kedua”. Dari jam sepuluh malam hingga pukul 04.00 pagi, ia mengisolasi diri untuk fokus pada pemikiran mendalam dan riset teknis. Pada jam-jam sunyi inilah, ia merasa kemampuan kreatif dan daya pikirnya mencapai titik puncak maksimal.

Fokus pada Riset Kreatif di Tengah Malam

Bagi Hassabis, suasana dini hari memberikan ketenangan yang tidak mungkin ia dapatkan selama jam kantor yang bising. Ia memanfaatkan waktu tersebut untuk membedah algoritma kompleks dan merancang visi masa depan teknologi AI. Tanpa gangguan notifikasi email atau panggilan telepon, ia bisa menyelami pekerjaan kreatif dengan konsentrasi penuh.

Setelah menyelesaikan shift keduanya pada pukul 04.00 pagi, barulah ia beranjak menuju tempat tidur untuk beristirahat. Ia biasanya bangun sekitar pukul 10.00 pagi, lalu bersiap kembali untuk memulai siklus rutinnya di kantor. Pola ini telah membentuk fondasi kuat bagi DeepMind sejak didirikan pada 2010 hingga menjadi bagian vital dari ekosistem Google.

Meskipun terlihat sangat produktif, Hassabis menyadari bahwa kebiasaan tidur ini sebenarnya tidak ideal bagi kesehatan jangka panjang. Ia mengakui bahwa otak manusia secara biologis membutuhkan istirahat sekitar tujuh hingga sembilan jam setiap malam. Namun, ambisinya untuk terus memimpin revolusi AI tampaknya melampaui kekhawatiran terhadap pola tidur yang tidak teratur tersebut.

Perbandingan dengan Tokoh Teknologi Lain

Fenomena pola kerja ekstrem ini sebenarnya bukan hal baru di Silicon Valley, terutama bagi para pendiri perusahaan rintisan. Elon Musk, CEO Tesla dan SpaceX, juga dikenal memiliki durasi tidur yang sangat minim demi mengejar target produksi. Musk bahkan sempat mengaku pernah tidur di lantai pabrik saat masa-masa kritis pengembangan mobil listriknya beberapa tahun lalu.

Perbedaan utamanya terletak pada konsistensi Hassabis yang mampu mempertahankan pola “dua shift” ini selama sepuluh tahun berturut-turut. Konsistensi ini membuktikan bahwa setiap individu memiliki ritme sirkadian yang berbeda dalam mencapai performa terbaiknya. Bagi Hassabis, keheningan malam adalah bahan bakar utama untuk melahirkan inovasi yang mengubah dunia.

Kini, di bawah kepemimpinannya, Google DeepMind terus menjadi garda terdepan dalam pengembangan model bahasa besar dan kecerdasan buatan generatif. Keberhasilan produk seperti Gemini merupakan hasil nyata dari pemikiran-pemikiran yang lahir di tengah malam sunyi. Meskipun tidak disarankan untuk semua orang, rutinitas unik ini telah menjadi kunci sukses sang arsitek AI dunia.