Trump Melunak, AS Batal Sanksi Ratusan Perusahaan China
Uptodai.com - Eskalasi perang dagang AS China kini memasuki babak baru setelah pemerintahan Donald Trump secara mengejutkan memilih untuk melunak. Langkah ini diambil tidak lama setelah Kementerian Perdagangan China melayangkan ancaman balasan yang sangat keras terhadap kebijakan Washington. Keputusan mendadak ini mengejutkan banyak pihak yang memperkirakan ketegangan geopolitik kedua raksasa ekonomi tersebut akan semakin memanas.
Sebelumnya, Pentagon merilis daftar 1260H yang menargetkan entitas yang dinilai membantu militer Beijing. Meskipun daftar ini tidak langsung memberikan sanksi finansial, dampaknya sangat merugikan bagi korporasi Tiongkok. Mulai tahun 2027, undang-undang Amerika Serikat melarang lembaga pemerintah untuk melakukan kontrak langsung maupun membeli produk mereka lewat pihak ketiga.
Kebijakan tersebut langsung memicu reaksi keras dari pihak Beijing yang menuntut AS segera kembali ke jalur diplomasi yang benar. Kementerian Perdagangan China menegaskan bahwa mereka siap melakukan pembalasan yang tegas demi melindungi kepentingan nasionalnya. Beberapa raksasa teknologi yang masuk dalam daftar tersebut antara lain produsen chip CXMT, YMTC, hingga perusahaan bioteknologi WuXi AppTec.
Dampak Ketegangan Teknologi Global
Ketegangan antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia ini sebenarnya telah berlangsung selama bertahun-tahun, terutama di sektor teknologi tinggi dan semikonduktor. AS khawatir dominasi China dalam teknologi kecerdasan buatan (AI) dan chip canggih dapat mengancam keamanan nasional mereka. Di sisi lain, Beijing terus mendorong kemandirian teknologi guna mengurangi ketergantungan pada pasokan komponen dari Barat.
Namun, guna menghindari konflik yang semakin tidak terkendali, AS akhirnya memutuskan untuk menangguhkan penambahan lebih dari 100 perusahaan China ke dalam ‘Entity List’. Daftar hitam perdagangan ini merupakan instrumen krusial yang dapat memutus akses perusahaan asing terhadap teknologi asal Amerika Serikat. Penangguhan ini dinilai sebagai upaya de-eskalasi sementara di tengah situasi global yang tidak menentu.
Posisi Strategis DeepSeek dan CXMT
Di antara ratusan perusahaan yang lolos dari daftar hitam tersebut, terdapat startup AI fenomenal DeepSeek dan produsen memori CXMT. DeepSeek sendiri sempat mengguncang jagat teknologi global pada awal tahun 2025 dengan merilis model AI berbiaya rendah namun bersaing ketat dengan kompetitor AS. Pejabat Departemen Luar Negeri AS sebelumnya mencurigai startup ini memiliki hubungan erat dengan operasional intelijen militer Beijing.
Banyak analis menilai bahwa langkah pelunakan dari pemerintahan Trump ini hanyalah strategi taktis jangka pendek. Ketergantungan rantai pasok global yang rumit membuat AS tidak bisa begitu saja memutus hubungan dagang tanpa merugikan industrinya sendiri. Bagaimanapun, ketidakpastian ini memaksa banyak perusahaan multinasional untuk terus mendiversifikasi operasional mereka di luar kedua negara tersebut.