Uptodai.com - Banyak orang mulai melirik manfaat minum air serai secara rutin pada pagi hari untuk menjaga kebugaran tubuh secara alami. Minuman herbal hangat ini tidak hanya menyegarkan, tetapi juga kaya akan senyawa aktif yang baik untuk metabolisme. Namun, di balik khasiatnya yang melimpah, ramuan tradisional ini ternyata menyimpan risiko kesehatan bagi beberapa kelompok tertentu.

Serai atau Cymbopogon citratus selama ini lebih dikenal sebagai bumbu dapur penambah aroma masakan Nusantara. Mengolahnya menjadi teh herbal hangat kini menjadi tren gaya hidup sehat yang kian populer di masyarakat. Meski begitu, Anda perlu memahami batasan konsumsinya agar tidak memicu efek samping yang merugikan tubuh.

Secara umum, rutin mengonsumsi air rebusan serai dapat memberikan berbagai dampak positif bagi kesehatan fisik. Kandungan antioksidan di dalamnya ampuh memperkuat sistem imun tubuh untuk menangkal radikal bebas. Selain itu, minuman ini juga efektif membantu mengontrol tekanan darah dan melancarkan sistem pencernaan.

Bagi Anda yang sedang menjalani program diet, air serai bisa menjadi alternatif pendukung untuk menurunkan berat badan. Sifat diuretik alaminya membantu proses detoksifikasi tubuh dengan membuang racun melalui urine. Kendati demikian, khasiat luar biasa ini tidak berlaku bagi semua orang karena adanya efek samping air serai pada kondisi medis tertentu.

Golongan yang Harus Menghindari Khasiat Rebusan Serai

Ibu hamil menempati urutan pertama kelompok yang sangat dilarang mengonsumsi air rebusan serai secara sembarangan. Senyawa aktif dalam serai dapat merangsang kontraksi rahim dan memicu aliran menstruasi yang tidak diinginkan. Kondisi ini tentu sangat berbahaya karena berisiko tinggi menyebabkan keguguran pada janin. Oleh sebab itu, ibu hamil wajib berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi ramuan herbal apa pun.

Penderita Gangguan Ginjal Kronis

Pasien yang memiliki riwayat penyakit ginjal juga sebaiknya menjauhi minuman herbal ini demi keselamatan mereka. Sebuah penelitian ilmiah menunjukkan bahwa konsumsi serai berlebih dapat menurunkan laju filtrasi glomerular (GFR). Penurunan nilai GFR ini menandakan bahwa kemampuan ginjal dalam menyaring racun dan limbah tubuh sedang mengalami penurunan drastis.

Pasien Hipertensi Pengguna Obat Diuretik

Golongan terakhir yang harus waspada adalah penderita tekanan darah tinggi yang sedang aktif mengonsumsi obat diuretik. Obat-obatan tersebut bekerja dengan cara membuang kelebihan garam dan air dari dalam tubuh guna menurunkan tekanan darah. Karena serai memiliki efek serupa, penggabungan keduanya justru memicu bahaya minum air serai yang tidak terduga.

Tekanan darah pasien bisa merosot terlalu tajam hingga memicu kondisi hipotensi yang membahayakan nyawa. Selain itu, kombinasi ini berisiko merusak keseimbangan elektrolit tubuh akibat kehilangan cairan secara berlebihan. Jadi, pastikan Anda selalu bijak dalam mengonsumsi bahan herbal demi menjaga kesehatan jangka panjang.