Uptodai.com - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menggelar pertemuan tertutup selama dua jam dengan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, di Jakarta. Pertemuan ini berfokus pada sinkronisasi kebijakan fiskal dan kebutuhan pembangunan infrastruktur mendesak.

Dalam diskusi intensif tersebut, kedua belah pihak sepakat menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antar kementerian untuk memastikan proyek-proyek strategis nasional mendapatkan dukungan pembiayaan yang memadai. Secara keseluruhan, terdapat empat agenda strategis AHY dan Purbaya yang menjadi prioritas utama pemerintah dalam waktu dekat.

Dukungan Pembiayaan Pascabencana Sumatra

Salah satu poin krusial yang dibahas adalah percepatan penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di beberapa wilayah Sumatra. Khususnya, fokus diarahkan pada Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang baru-baru ini mengalami kerusakan infrastruktur signifikan.

AHY menjelaskan bahwa koordinasi dengan bendahara negara sangat diperlukan untuk memastikan dukungan pembiayaan segera mengalir. Dana tersebut akan digunakan untuk membangun kembali infrastruktur dasar yang rusak, termasuk penataan tata ruang agar wilayah terdampak lebih tangguh di masa depan.

Purbaya, mewakili Kementerian Keuangan, menegaskan komitmen penuh pemerintah. “Prinsipnya Kementerian Keuangan siap untuk memberikan dukungan dari sisi keuangan, apalagi untuk segera menanggulangi kerusakan infrastruktur dan juga rumah-rumah yang tadi saya sampaikan,” ujar AHY menirukan pernyataan Wamenkeu saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, pada Selasa (20/1/2026).

Restrukturisasi Keuangan KCIC dan Regulasi Baru

Agenda strategis kedua menyentuh isu kompleks mengenai restrukturisasi keuangan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCIC). AHY memaparkan bahwa pemerintah kini sedang menyusun langkah-langkah konkret untuk menyehatkan kembali neraca keuangan proyek konektivitas vital tersebut.

Langkah taktis yang diambil adalah pembentukan Komite Nasional Kereta Cepat. Komite ini akan melibatkan berbagai kementerian dan lembaga terkait untuk mempercepat proses restrukturisasi dan pengambilan keputusan strategis.

Lebih lanjut, pemerintah juga tengah menggodok Peraturan Pemerintah (PP) yang cakupannya lebih luas. Regulasi ini diharapkan tidak hanya mengayomi Kereta Cepat Jakarta-Bandung, tetapi juga dapat menjadi payung hukum bagi proyek-proyek kereta cepat lainnya di seluruh wilayah Indonesia di masa mendatang.

Proteksi Pantai Utara Jawa dari Banjir Rob

Isu lingkungan dan mitigasi bencana juga mendapat porsi pembahasan yang serius. AHY menyoroti perlunya penyempurnaan konsep perlindungan kawasan di Pantai Utara (Pantura) Jawa yang selama ini sangat rawan terhadap banjir rob dan fenomena penurunan muka tanah (land subsidence).

Wilayah seperti DKI Jakarta, Semarang, dan Demak menjadi fokus utama dalam upaya proteksi ini. Proyek tanggul laut dan sistem drainase terintegrasi harus segera diperkuat untuk melindungi aset nasional dan keselamatan jutaan penduduk yang tinggal di kawasan pesisir tersebut.

AHY menekankan pentingnya intervensi cepat dari sisi pendanaan untuk memastikan proyek pembangunan tanggul dapat berjalan sesuai jadwal. Hal ini merupakan bagian integral dari upaya adaptasi terhadap perubahan iklim dan ancaman kenaikan permukaan air laut.

Percepatan Pembangunan dan Renovasi Rumah Rakyat

Terakhir, pertemuan dua jam tersebut juga menyentuh program pembangunan perumahan rakyat. Pemerintah memiliki target ambisius terkait renovasi rumah yang direncanakan melonjak drastis, sehingga memerlukan alokasi anggaran yang pasti dan berkelanjutan.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah dan memastikan ketersediaan rumah layak huni. Dukungan dari Kementerian Keuangan menjadi kunci agar target renovasi dan pembangunan perumahan ini dapat tercapai secara efektif.

AHY menutup penjelasannya dengan menyatakan kepuasannya atas hasil pertemuan tersebut. “Intinya Bapak Menkeu (diwakili Purbaya) telah memberikan ruang komunikasi dan koordinasi yang baik. Pada prinsipnya beliau sepakat untuk mendorong proyek-proyek infrastruktur besar yang penting, yang urgent,” pungkas AHY, menegaskan bahwa semua proyek strategis—mulai dari penanggulangan bencana, konektivitas, proteksi Pantura, hingga perumahan rakyat—telah mendapat lampu hijau pembiayaan.