Warga Nekat Terjang Banjir Ciledug, Ruko Terendam di Malam Hari
Uptodai.com - Pemandangan memprihatinkan kembali terjadi di kawasan Tangerang, tepatnya di Jalan KH Hasyim Ashari, Ciledug, pada Jumat (23/1/2026) malam. Meskipun ketinggian air cukup mengkhawatirkan, sejumlah pengendara tetap nekat menerjang banjir Ciledug ruko terendam yang menghambat laju lalu lintas.
Genangan air yang pekat terlihat di depan Perumahan Ciledug Indah 1, salah satu titik langganan banjir di wilayah tersebut. Sekitar pukul 21.50 WIB, pantauan di lokasi menunjukkan bahwa ketinggian air masih mencapai sekitar 30 sentimeter.
Level air tersebut cukup tinggi untuk membuat mesin kendaraan roda dua terancam mogok. Namun, arus lalu lintas tetap berjalan perlahan, dipicu oleh kebutuhan warga yang harus segera mencapai tujuan mereka.
Kemacetan Panjang Mencekik Arus Lalu Lintas Ciledug
Kondisi genangan yang meluas ini secara otomatis memicu kemacetan parah yang tak terhindarkan. Antrean kendaraan mengular sangat panjang, memaksa para pengendara untuk bergerak sangat perlahan dan bergantian di jalur yang dianggap paling dangkal.
Pengendara roda empat maupun roda dua harus ekstra hati-hati saat melintas di Jalan KH Hasyim Ashari tergenang. Mereka wajib menyesuaikan kecepatan dan mencari jalur yang paling aman agar mesin kendaraan mereka tidak mati mendadak di tengah derasnya arus air.
Kemacetan ini tidak hanya disebabkan oleh genangan, tetapi juga oleh kehati-hatian pengemudi yang enggan mengambil risiko. Akibatnya, waktu tempuh warga yang melintasi Ciledug pada malam itu membengkak drastis.
Aktivitas Usaha Terhenti Total, Ruko Terendam
Dampak buruk dari genangan air ini tidak hanya dirasakan oleh pengguna jalan. Air bah juga merendam sejumlah ruko dan bangunan komersial yang berada persis di pinggir jalan utama.
Air tampak masuk hingga ke area teras dan bagian depan bangunan, menghentikan seluruh aktivitas usaha malam itu. Pemilik ruko terpaksa menutup lebih awal, bahkan harus berjibaku menyelamatkan barang-barang dagangan yang rentan rusak.
Kerugian material diprediksi cukup signifikan mengingat banyak barang dagangan yang terendam air kotor. Kejadian ini menjadi pengingat pahit bagi para pelaku usaha di wilayah yang sering menjadi korban saat musim hujan tiba.
Seorang petugas di lokasi terlihat sibuk mengatur lalu lintas sambil memberikan imbauan penting kepada para pengendara. Petugas tersebut mendesak agar pengendara mengambil jalur sedikit ke kanan.
Tindakan ini penting dilakukan untuk menghindari lubang jalan atau gorong-gorong yang sama sekali tidak terlihat karena tertutup oleh permukaan air. Keselamatan berkendara menjadi prioritas utama di tengah kondisi darurat yang mengancam pengguna jalan.