Uptodai.com - Bencana longsor hebat yang melanda kawasan Cisarua, Kabupaten Bandung, meninggalkan duka mendalam bagi puluhan keluarga. Longsor tersebut membawa material tanah dan batu dari lereng curam, menimpa permukiman warga dan merobohkan puluhan rumah.

Merespons cepat kondisi darurat ini, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI segera bergerak melalui program CSR BRI Peduli. Dalam langkah tanggap bencana yang terkoordinasi, BRI salurkan bantuan Cisarua Bandung untuk meringankan beban para penyintas yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda mereka.

Akibat bencana ini, puluhan rumah tertimbun total dan menimbulkan korban jiwa, sehingga situasi di lapangan memerlukan penanganan yang cepat dan komprehensif. Relawan BRI Peduli segera turun langsung, memprioritaskan warga yang terdampak paling parah untuk mendapatkan bantuan segera.

Sinergi BRI dalam Pemulihan Pasca Bencana

Bantuan yang disalurkan BRI mencakup berbagai kebutuhan esensial dan darurat. Di antaranya adalah paket sembako, survival kit, obat-obatan, serta pakaian layak pakai bagi warga yang terpaksa mengungsi.

Distribusi bantuan dilakukan langsung oleh Relawan BRI Peduli melalui unit kerja BRI terdekat di wilayah terdampak bencana. Hal ini memastikan bantuan tersebut dapat diterima secara cepat dan tepat sasaran oleh masyarakat Cisarua.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menuturkan bahwa BRI sebagai bagian dari BUMN senantiasa berperan aktif dalam memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana di berbagai wilayah Indonesia. Komitmen ini sejalan dengan prinsip perusahaan untuk selalu hadir di tengah kesulitan masyarakat.

“Kami memastikan masyarakat terdampak longsor di Cisarua Kabupaten Bandung mendapatkan bantuan yang dapat meringankan beban mereka,” ujar Dhanny. Ia menambahkan, upaya ini sangat penting untuk mempercepat proses pemulihan pascabencana Cisarua, baik secara fisik maupun psikologis.

Program Trauma Healing Interaktif untuk Anak

Selain bantuan logistik, BRI Peduli turut memfokuskan diri pada aspek pemulihan psikologis, terutama bagi kelompok rentan. BRI berkolaborasi erat bersama Yayasan Baitul Maal BRILiaN (YBM BRILiaN) untuk menyelenggarakan kegiatan trauma healing.

Program ini secara khusus menyasar anak-anak yang menjadi korban bencana di Cisarua. Kondisi psikologis anak-anak seringkali menjadi yang paling terganggu setelah mengalami peristiwa traumatis seperti longsor.

Pendekatan yang digunakan oleh relawan adalah bermain yang edukatif dan interaktif. Tujuannya adalah membantu memulihkan kondisi psikologis anak-anak, menumbuhkan kembali rasa aman, serta mengembalikan semangat mereka di tengah situasi sulit yang dialami.

Di samping pemulihan psikologis, relawan YBM BRILiaN juga melaksanakan kegiatan bersih-bersih masjid sebagai bentuk kepedulian terhadap fasilitas ibadah di lokasi pengungsian. Upaya ini bertujuan menjaga kebersihan dan kenyamanan masjid agar tetap dapat digunakan sebagai sarana ibadah sekaligus pusat aktivitas warga selama masa pengungsian.

Dhanny menekankan bahwa BRI terus bekerja sama dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk bersinergi dalam menyalurkan bantuan. Sinergi ini merupakan kunci utama dalam upaya meringankan beban masyarakat dan mempercepat proses pemulihan di lokasi bencana.

“Kami pastikan bahwa BRI senantiasa proaktif dan bergerak cepat dalam menyalurkan berbagai bantuan bagi warga terdampak bencana di seluruh Indonesia, serta membantu mempercepat pemulihan pascabencana,” tutupnya, menegaskan komitmen berkelanjutan BRI terhadap kemanusiaan.