Uptodai.com - Kabar mengejutkan datang dari Kuala Lumpur. Mantan Perdana Menteri Malaysia, Eks PM Mahathir patah pinggul setelah terjatuh di kediamannya, memicu kekhawatiran publik mengingat usianya yang kini telah menginjak 100 tahun.

Insiden ini terjadi pada Selasa lalu, tak lama setelah Mahathir Mohamad menyelesaikan rutinitas latihan jalan cepatnya di rumah. Ajudan Mahathir, Sufi Yusoff, segera melarikan sang negarawan ke Institut Jantung Nasional (IJN) di Kuala Lumpur menggunakan ambulans.

Meskipun dalam kondisi sadar saat dibawa, hasil pemeriksaan medis mengonfirmasi adanya patah tulang serius pada bagian pinggul kanan. Cedera ini memaksa Mahathir harus menjalani perawatan intensif dan observasi di rumah sakit selama beberapa minggu ke depan.

Keputusan Medis: Operasi Bukan Pilihan di Usia Seabad

Putra Mahathir, Mukhriz Mahathir, memberikan keterangan resmi mengenai kondisi ayahnya dan langkah penanganan medis yang diambil. Melalui video yang dibagikan kepada grup WhatsApp partai politiknya, Mukhriz menjelaskan bahwa pertimbangan usia menjadi faktor krusial dalam menentukan langkah selanjutnya.

Mukhriz menegaskan bahwa operasi bedah bukanlah opsi terbaik bagi sang negarawan senior. “Terutama mengingat usianya yang kini telah mencapai 100 tahun, oleh karena itu operasi bukanlah pilihan yang baik,” kata Mukhriz, dikutip dari laporan AFP.

Sebagai gantinya, dokter spesialis akhirnya menyarankan agar Mahathir menjalani proses rehabilitasi standar. Proses pemulihan ini diperkirakan akan memakan waktu yang cukup lama dan membutuhkan kesabaran ekstra dari pihak keluarga dan pasien.

Tujuan utama dari rehabilitasi adalah mengembalikan kondisi kesehatan Mahathir ke keadaan biasa. Dengan demikian, ia diharapkan dapat segera melanjutkan aktivitasnya sehari-hari seperti yang selama ini ia jalankan.

Cedera Serius, Pemulihan Butuh Waktu Intensif

Pihak keluarga memohon pengertian publik agar memberikan ruang bagi Mahathir untuk beristirahat dan pulih sepenuhnya. Permintaan ini disampaikan Mukhriz seraya mengucapkan terima kasih atas doa dan dukungan yang telah diberikan masyarakat luas.

Sementara itu, Marina Mahathir, putri Mahathir, memberikan konfirmasi bahwa cedera yang dialami ayahnya memang serius, tetapi tidak sampai mengancam nyawa. Ia menekankan bahwa patah tulang pinggul selalu menyakitkan, terlepas dari usia pasien.

Namun, Marina menambahkan bahwa dampak dari cedera sekecil apa pun akan sangat besar pada usia 100 tahun. Oleh karena itu, waktu pemulihan yang dibutuhkan akan lebih panjang dan intensif, menuntut Mahathir untuk fokus pada proses penyembuhan.

Rekam Jejak Kesehatan dan Kiprah Politik Sang Negarawan

Mahathir Mohamad memang memiliki riwayat masalah kesehatan yang cukup kompleks. Ia diketahui pernah menjalani operasi bypass jantung beberapa waktu silam. Meskipun demikian, ia dikenal gigih dan tetap aktif di panggung politik hingga usia senja.

Dunia mengenal Mahathir sebagai salah satu pemimpin paling berpengaruh di Asia Tenggara, memimpin Malaysia selama dua periode yang terpisah. Periode pertamanya berlangsung panjang, dari tahun 1981 hingga 2003.

Mahathir kemudian kembali mencatatkan sejarah ketika ia memimpin negara pada periode 2018 hingga 2020. Pada masa jabatan keduanya, ia menjadi pemimpin terpilih tertua di dunia, menjabat saat usianya menginjak 94 tahun.

Insiden patah pinggul ini kini menjadi pengingat akan pentingnya dukungan dan doa bagi pemulihan cepat tokoh penting tersebut. Fokus utama saat ini adalah memastikan Mahathir mendapatkan rehabilitasi terbaik agar dapat kembali sehat.