Eropa Membeku: Ratusan Penerbangan Dibatalkan Eropa Akibat Salju
Uptodai.com - Gelombang dingin ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah Eropa Barat menyebabkan kekacauan total pada sektor transportasi, terutama penerbangan. Akibat hujan salju lebat dan suhu di bawah nol, ratusan penerbangan dibatalkan Eropa, memaksa ribuan penumpang telantar di beberapa bandara tersibuk di benua tersebut.
Pemerintah di berbagai negara, termasuk Prancis dan Belanda, telah mengeluarkan peringatan siaga tertinggi. Mereka mengimbau masyarakat untuk membatasi pergerakan dan sebisa mungkin bekerja dari rumah, mengingat kondisi jalanan yang sangat berbahaya akibat es hitam.
Prancis Lumpuh: Bandara CDG dan Orly Terdampak Parah
Di Prancis, situasi darurat terjadi sejak Rabu (7/1/2026) pagi waktu setempat. Setidaknya 140 penerbangan terpaksa dibatalkan, dengan rincian 100 penerbangan di Bandara Charles de Gaulle (CDG) dan 40 penerbangan lainnya di Bandara Orly.
Menteri Transportasi Prancis, Philippe Tabarot, mengakui bahwa gangguan masif ini sebenarnya sudah diprediksi sejak malam sebelumnya. Ia berharap situasi operasional dapat kembali normal pada siang hingga sore hari, meskipun kondisi cuaca masih sangat tidak menentu.
Otoritas penerbangan Prancis bahkan meminta maskapai untuk mengurangi jadwal penerbangan mereka secara signifikan. Permintaan tersebut mencakup pengurangan 40% penerbangan di Bandara Roissy-Charles de Gaulle dan 25% di Bandara Orly, sebagai upaya mitigasi risiko cuaca.
Transportasi Darat dan Rantai Pasok Terancam
Dampak cuaca ekstrem tidak hanya dirasakan di udara. Seluruh layanan bus umum di Paris dan wilayah pinggiran kota dihentikan sementara karena kondisi jalanan yang sangat licin dan berbahaya. Walaupun demikian, sebagian besar layanan metro dan kereta komuter masih berusaha beroperasi, meskipun mengalami penundaan.
Layanan cuaca nasional, Meteo France, melaporkan bahwa 38 dari 96 departemen daratan Prancis berada dalam status siaga. Ancaman utama adalah salju lebat dan es hitam, dengan ketebalan salju mencapai 3 hingga 7 sentimeter di beberapa area.
Pemerintah juga memberlakukan larangan melintas bagi truk dan bus sekolah di sekitar sepertiga wilayah administratif, terutama di bagian utara negara itu. Kebijakan ini segera memicu kekhawatiran dari sektor bisnis.
CEO Carrefour, Alexandre Bompard, memperingatkan bahwa larangan truk tersebut berpotensi besar mengganggu rantai pasok nasional. Bompard secara spesifik menyoroti risiko kekurangan pasokan untuk produk segar, yang sangat bergantung pada kecepatan distribusi.
Bandara Schiphol Belanda Batalkan Ratusan Penerbangan
Situasi yang jauh lebih parah terjadi di Belanda, di mana Bandara Amsterdam Schiphol menjadi pusat kekacauan. Bandara internasional utama Belanda itu mengumumkan pembatalan antara 700 hingga 800 penerbangan dalam satu hari akibat kombinasi salju dan angin kencang.
Pembatalan besar-besaran ini mengakibatkan lebih dari 1.000 penumpang terpaksa bermalam di area bandara. Pihak Bandara Schiphol segera bertindak cepat dengan menyediakan tempat tidur lipat dan sarapan bagi para penumpang yang gagal melanjutkan perjalanan.
Dalam pernyataan resminya, otoritas Schiphol memperingatkan bahwa jumlah pembatalan masih berpotensi bertambah seiring memburuknya kondisi cuaca. Maskapai besar seperti KLM bahkan mengungkapkan adanya kendala tambahan yang memperburuk situasi, meskipun mitra mereka, Air France, tidak melaporkan kekurangan serupa di Prancis.
Gelombang Dingin Intensitas Langka
Fenomena cuaca ini dicatat oleh Meteo France sebagai gelombang dingin yang memiliki “intensitas yang jarang terjadi untuk musim ini.” Kondisi ini memaksa otoritas di seluruh Eropa Barat untuk mengambil langkah ekstrem demi keselamatan publik.
Permintaan untuk menghindari perjalanan yang tidak perlu dan bekerja dari rumah menjadi seruan utama pemerintah. Langkah-langkah darurat ini diambil untuk memastikan bahwa jalanan tetap bebas dari kemacetan, sehingga memprioritaskan pergerakan layanan darurat dan pasokan penting.