Uptodai.com - Warga Ibu Kota diimbau meningkatkan kewaspadaan karena Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi Jakarta siaga banjir malam hari, menyusul prakiraan hujan ringan yang akan mengguyur sebagian besar wilayah DKI Jakarta pada akhir pekan ini.

Kondisi ini semakin mendesak mengingat hingga saat ini, sejumlah wilayah di Ibu Kota masih menghadapi genangan air yang cukup parah akibat curah hujan yang terjadi sebelumnya. Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menunjukkan bahwa dampak banjir masih meluas di beberapa titik krusial.

Masyarakat diminta untuk memantau perkembangan cuaca secara berkala dan mempersiapkan langkah mitigasi, terutama bagi mereka yang tinggal di area rawan banjir. Fluktuasi suhu udara hari ini diperkirakan berada pada rentang 22 hingga 29 derajat Celsius, dengan tingkat kelembaban yang cukup tinggi, berkisar antara 71 hingga 96 persen.

Prakiraan Cuaca BMKG Jakarta: Hujan Ringan Mengintai

Menurut informasi yang dirilis BMKG, pada Sabtu pagi, intensitas hujan ringan menyelimuti wilayah Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur. Sementara itu, wilayah Jakarta Pusat dan Kepulauan Seribu diprakirakan berawan, memberikan sedikit jeda dari guyuran air.

Memasuki siang hari, cuaca di seluruh wilayah DKI Jakarta diprediksi akan didominasi awan tebal. Hanya Jakarta Selatan yang diperkirakan masih diguyur hujan ringan, menandakan adanya pergerakan massa udara basah yang cukup signifikan di wilayah tersebut.

Kondisi paling kritis diprediksi terjadi menjelang sore hingga malam hari, di mana hujan ringan akan merata di hampir seluruh wilayah Ibu Kota. Pengecualian terjadi di Jakarta Selatan yang justru diprediksi berawan pada periode waktu tersebut. Kondisi hujan malam hari inilah yang memicu peringatan Jakarta siaga banjir malam hari.

Data Terbaru BPBD DKI: Ibu Kota Siaga Genangan Air

Meskipun intensitas hujan diprediksi ringan, genangan air yang sudah ada menjadi perhatian utama. Berdasarkan data terkini dari BPBD DKI Jakarta per Sabtu pukul 08.00 WIB, tercatat sebanyak 90 Rukun Tetangga (RT) dan 10 ruas jalan utama masih terdampak genangan.

Tingkat ketinggian air di lokasi-lokasi tersebut sangat bervariasi, mulai dari genangan dangkal hingga ketinggian yang membahayakan. BPBD terus mengimbau warga agar mengutamakan keselamatan dan segera melapor kepada petugas jika kondisi air terus meningkat.

Jakarta Barat dan Timur Alami Dampak Terluas

Wilayah Jakarta Barat menjadi area dengan jumlah terdampak paling banyak, mencatat 51 RT yang tergenang. Genangan ini tersebar di berbagai kelurahan padat penduduk, termasuk Duri Kosambi, Kapuk, Kedaung Kali Angke, Rawa Buaya, Kedoya Selatan, Kedoya Utara, Jelambar, Kembangan Selatan, Kembangan Utara, Meruya Selatan, hingga Joglo.

Ketinggian air di Jakarta Barat berkisar antara 15 sentimeter hingga mencapai 120 sentimeter. Kondisi terparah dilaporkan terjadi di beberapa titik di Kelurahan Rawa Buaya dan Duri Kosambi, di mana air telah mencapai pinggang orang dewasa.

Selain Jakarta Barat, Jakarta Timur juga terdampak cukup luas, dengan total 25 RT yang tergenang. Lokasi terdampak meliputi Rawa Terate, Bidara Cina, Kampung Melayu, Cawang, Cililitan, dan Cipinang Melayu. Ketinggian air di Jakarta Timur pun bervariasi, mulai dari 20 sentimeter dan bahkan mencapai 200 sentimeter di beberapa titik yang cekung.

Genangan Ekstrem di Jakarta Selatan

Sementara itu, Jakarta Selatan mencatat genangan di 7 RT yang tersebar di Kelurahan Rawajati, Pejaten Timur, dan Kebon Baru. Meskipun jumlah RT terdampak lebih sedikit, ketinggian air di wilayah ini tergolong ekstrem.

Di Pejaten Timur, BPBD melaporkan ketinggian air mencapai sekitar 210 sentimeter, menjadikannya salah satu titik genangan terparah yang memerlukan penanganan segera. Tingginya angka ini mengindikasikan bahwa sistem drainase di area tersebut tidak mampu menampung debit air yang masuk.

Terakhir, di wilayah Jakarta Utara, genangan tercatat di 7 RT yang seluruhnya berada di Kelurahan Kapuk Muara. Petugas gabungan saat ini tengah berupaya melakukan penyedotan air dan memastikan jalur evakuasi tetap aman, mengingat prediksi Jakarta siaga banjir malam hari masih berlaku.