Strategi Jaga Ketersediaan Pangan di Sumatera Selatan dan Nasib Petani
Uptodai.com - Upaya menjaga ketersediaan pangan di Sumatera Selatan kini menjadi prioritas utama pemerintah daerah guna menghadapi tantangan inflasi global yang kian dinamis. Langkah strategis ini terlihat nyata dalam kegiatan Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) Wilayah Sumatera 2026 yang berlangsung di Kabupaten Banyuasin. Para pemangku kepentingan berkumpul untuk merumuskan solusi konkret demi menjamin stok pangan tetap aman bagi masyarakat luas.
Sujiman, perwakilan dari Korporasi Petani Telang Agro Mandiri, menyuarakan aspirasi penting mengenai nasib para produsen pangan di lapangan. Ia menekankan bahwa strategi pemerintah dalam menjaga pasokan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan petani. Menurutnya, petani membutuhkan kepastian harga dan dukungan sarana produksi agar semangat bertani tetap terjaga di tengah ketidakpastian iklim.
Komitmen Pemerintah Daerah Melalui Gerakan Mandiri Pangan
Bupati Banyuasin, Askolani, merespons positif aspirasi tersebut dengan menegaskan komitmennya pada program Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP). Pemerintah Kabupaten Banyuasin terus menggalakkan program Gertas atau gerakan tanam sayur-mayur di lingkungan rumah tangga. Inisiatif ini bertujuan agar setiap keluarga mampu memenuhi kebutuhan dapurnya sendiri tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pasar.
Selain sayur-mayur, Askolani juga memaparkan keberhasilan program pendukung lainnya seperti gerakan memelihara ayam dan unggas serta pengembangan ikan rakyat. Program-program ini dirancang agar masyarakat tidak perlu lagi merogoh kocek dalam-dalam untuk membeli telur, daging ayam, dan ikan. Kemandirian ini menjadi fondasi kuat dalam menjaga ketersediaan pangan di Sumatera Selatan dari level terkecil.
“Dalam kondisi bagaimana pun negara dan dunia ini, yang terpenting masyarakat kita masih tetap makan,” tegas Askolani saat menghadiri agenda GPIPS pada Rabu (11/2/2026). Ia meyakini bahwa ketahanan pangan yang dimulai dari pekarangan rumah akan memberikan dampak signifikan terhadap pengendalian inflasi daerah. Banyuasin sendiri dipilih sebagai tuan rumah karena dinilai sukses mengimplementasikan program pangan berkelanjutan.
Dukungan Anggaran Pusat dan Pembiayaan KUR Pertanian
Pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian turut memberikan dukungan penuh terhadap stabilitas pangan di wilayah Sumatera. Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN, Ferry Irawan, mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 164,4 triliun. Dana fantastis ini khusus diperuntukkan bagi program swasembada pangan nasional tahun ini.
Tidak hanya itu, pemerintah juga menyediakan skema pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan total mencapai Rp 280 triliun. Skema KUR ini menawarkan bunga rendah sebesar 6 persen yang sangat membantu para petani dalam mengembangkan skala usahanya. Dukungan finansial ini diharapkan mampu mendorong produktivitas sektor pertanian secara masif di Kabupaten Banyuasin dan sekitarnya.
Inovasi Digital dan Antisipasi Risiko Cuaca Ekstrem
Bank Indonesia (BI) juga mengambil peran krusial dalam memperkuat ketersediaan pangan di Sumatera Selatan melalui inovasi teknologi. Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P Gozali, memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi digital bernama SiBenih. Platform ini membantu petani mendapatkan akses benih berkualitas secara lebih mudah dan transparan melalui ekosistem digital yang terintegrasi.
Ricky menjelaskan bahwa tantangan utama tahun ini adalah menjaga pasokan pangan selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Selain itu, risiko curah hujan tinggi yang berpotensi mengganggu jadwal tanam dan panen juga menjadi perhatian serius. BI mendorong penggunaan teknologi adaptif agar para petani bisa memitigasi risiko gagal panen akibat perubahan cuaca yang ekstrem.
Strategi BI mencakup peningkatan produksi hortikultura melalui pemanfaatan bibit unggul yang lebih tahan terhadap hama dan cuaca. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan lembaga keuangan menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas harga. Dengan kolaborasi yang solid, diharapkan masyarakat Sumatera Selatan dapat menikmati harga pangan yang stabil dan terjangkau sepanjang tahun.