Uptodai.com - Tragedi kemanusiaan yang memilukan melanda Kota Cebu, Filipina, setelah longsoran gunung sampah Cebu terjadi dan menimbun puluhan pekerja. Bencana dahsyat ini terjadi di Desa Binaliw, Kota Cebu, di mana gunungan besar material sampah, tanah, dan puing-puing bangunan runtuh secara tiba-tiba.

Fasilitas pengelolaan sampah yang seharusnya menjadi tempat kerja aman, kini berubah menjadi kuburan massal yang menyulitkan tim penyelamat. Insiden ini diperkirakan menjebak sedikitnya 36 orang yang mayoritas merupakan karyawan dan pekerja harian di lokasi pembuangan tersebut.

Upaya Pencarian Korban Longsoran Gunung Sampah Cebu Terus Dipercepat

Sejak bencana terjadi, tim penyelamat telah bekerja sepanjang malam tanpa henti untuk menembus timbunan material yang tebal dan tidak stabil. Total 13 orang berhasil ditarik keluar dari reruntuhan dalam keadaan hidup.

Namun, harapan untuk semua korban selamat langsung meredup ketika salah satu korban yang berhasil diselamatkan, seorang pekerja perempuan, meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju rumah sakit. Beberapa jam kemudian, satu jenazah lainnya ditemukan, menambah daftar korban tewas.

Direktur Kepolisian Regional Brigadir Jenderal Roderick Maranan mengonfirmasi bahwa korban selamat lainnya saat ini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka-luka yang mereka alami. Maranan menekankan bahwa fokus utama tim saat ini adalah menemukan 36 orang yang masih dinyatakan hilang di bawah tumpukan sampah.

Korban Tewas dan Hilang Seluruhnya Pekerja Fasilitas Sampah

Wali Kota Cebu, Nestor Archival, dalam pernyataan resminya menyebutkan bahwa jenazah kedua yang berhasil dievakuasi adalah seorang insinyur berusia 25 tahun yang bekerja di fasilitas tersebut. Jenazah sang insinyur berhasil dikeluarkan dari lokasi pada Jumat sore, menambah duka mendalam bagi komunitas pekerja di sana.

Semua korban tewas dan hilang dipastikan merupakan karyawan yang bertugas di tempat pembuangan dan fasilitas pengelolaan sampah. Fasilitas tersebut diketahui mempekerjakan sekitar 110 orang, sehingga skala dampak tragedi ini sangat besar bagi operasional kota.

Pemerintah Kota Cebu menjamin bahwa mereka akan memberikan bantuan penuh dan memastikan transparansi dalam proses pencarian ini. Operasi pencarian dan penyelamatan akan terus dilakukan tanpa batas waktu hingga semua korban ditemukan.

Kesaksian Korban Selamat: Longsor Datang Tanpa Peringatan

Salah seorang penyintas, Jaylord Antigua (31), yang merupakan pegawai kantor di tempat pembuangan sampah, menceritakan detik-detik mengerikan saat bencana terjadi. Antigua menjelaskan bahwa longsoran material datang dengan kecepatan luar biasa dan tanpa peringatan sama sekali, meskipun cuaca saat itu sedang cerah.

Runtuhnya gunungan sampah tersebut langsung menghancurkan kantor tempat ia bekerja. Antigua berhasil menyelamatkan diri dengan luka memar di wajah dan lengannya setelah berjuang keras merangkak keluar dari bawah timbunan puing yang berat.

“Saya melihat sebuah cahaya kecil dan merangkak ke arah sana secepat mungkin, sebab saya sangat takut akan ada longsoran susulan yang menimpa,” ujar Antigua. “Itu sangat traumatis. Saya pikir itu adalah akhir hidup saya, jadi ini benar-benar kehidupan kedua bagi saya.”

Archival menegaskan bahwa seluruh tim respons, termasuk Kantor Pertahanan Sipil, tetap terlibat penuh dalam upaya evakuasi. Mereka memastikan bahwa proses pencarian dilakukan dengan kepatuhan ketat terhadap protokol keselamatan, mengingat kondisi lokasi yang sangat berbahaya dan tidak stabil.