Uptodai.com - Banyak maskapai setop penerbangan ke Timur Tengah menyusul meningkatnya eskalasi konflik yang memanas di kawasan tersebut. Keputusan ini diambil secara mendadak oleh puluhan perusahaan penerbangan global untuk menjamin keselamatan penumpang serta kru pesawat. Ketegangan geopolitik yang melibatkan beberapa negara utama memaksa otoritas penerbangan mengevaluasi ulang keamanan jalur udara mereka.

Situasi keamanan yang tidak menentu membuat wilayah udara di sekitar Israel, Lebanon, hingga Iran menjadi zona berisiko tinggi bagi penerbangan komersial. Sejumlah maskapai besar memilih untuk membatalkan jadwal mereka sepenuhnya atau mengalihkan rute demi menghindari titik konflik. Hal ini berdampak langsung pada ribuan jadwal perjalanan internasional yang menghubungkan Asia, Eropa, dan Amerika.

Daftar Maskapai yang Menangguhkan Operasional

Laporan terbaru dari Reuters merinci daftar panjang perusahaan yang terpaksa menghentikan layanan mereka sementara waktu. Aegean Airlines telah membatalkan penerbangan menuju Tel Aviv, Beirut, dan Amman hingga 22 April mendatang. Selain itu, rute menuju Erbil dan Baghdad juga ditangguhkan hingga akhir Mei demi menghindari risiko serangan udara.

Langkah serupa diambil oleh airBaltic yang menghentikan seluruh operasional ke Tel Aviv hingga awal April, serta rute Dubai hingga Oktober 2024. Air Canada juga tidak ketinggalan dengan membatalkan jadwal ke Tel Aviv hingga 2 Mei. Sementara itu, Air Europa menghentikan sementara seluruh aktivitas penerbangan mereka ke wilayah Israel hingga situasi dinyatakan benar-benar kondusif.

Grup maskapai besar seperti Air France-KLM juga melakukan penyesuaian besar-besaran pada jadwal mereka. Air France membatalkan rute Tel Aviv dan Beirut, sementara KLM menangguhkan penerbangan ke Riyadh, Dammam, dan Dubai. Perusahaan-perusahaan ini terus memantau perkembangan di lapangan sebelum memutuskan untuk membuka kembali jalur penerbangan reguler mereka.

Dampak Luas pada Rute Asia dan Amerika

Ketegangan di konflik wilayah Timur Tengah ini juga memukul maskapai dari kawasan Asia Pasifik. Cathay Pacific telah membatalkan semua penerbangan penumpang dan kargo menuju Dubai serta Riyadh hingga akhir April. Begitu pula dengan Japan Airlines yang menangguhkan rute Tokyo-Doha karena kekhawatiran akan keamanan wilayah udara yang mereka lintasi.

Dari Amerika Serikat, Delta Air Lines mengumumkan pembatalan rute New York-Tel Aviv hingga akhir Maret. Maskapai ini bahkan mempertimbangkan penundaan lebih lanjut hingga Agustus untuk beberapa rute spesifik yang dianggap sangat berisiko. Penutupan wilayah udara ini memaksa maskapai mencari jalur alternatif yang lebih jauh dan memakan biaya bahan bakar lebih tinggi.

Maskapai regional seperti Emirates dan Etihad Airways masih mencoba mengoperasikan layanan namun dengan jadwal yang sangat terbatas. Mereka hanya melayani rute komersial tertentu dari Abu Dhabi dan Dubai setelah pembukaan sebagian wilayah udara. Namun, jadwal ini tetap bersifat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi keamanan terbaru di perbatasan.

Daftar Lengkap 23 Maskapai yang Terdampak

Berikut adalah ringkasan maskapai yang melakukan penangguhan atau pembatasan penerbangan ke wilayah Timur Tengah:

1. Aegean Airlines
2. airBaltic
3. Air Canada
4. Air Europa
5. Air France-KLM
6. Cathay Pacific
7. Delta Air Lines
8. El Al Israel Airlines
9. Emirates
10. Etihad Airways
11. Finnair
12. Flynas
13. IAG (British Airways)
14. IndiGo
15. Japan Airlines
16. LOT Polish Airlines
17. Lufthansa Group
18. Malaysia Airlines
19. Norwegian Air
20. Pegasus Airlines
21. Qatar Airways
22. Turkish Airlines
23. United Airlines

Krisis ini tidak hanya mengganggu mobilitas warga sipil, tetapi juga memengaruhi rantai pasok logistik global melalui kargo udara. Para ahli penerbangan memprediksi bahwa normalisasi jadwal akan memakan waktu cukup lama meskipun ketegangan mereda. Penumpang sangat disarankan untuk selalu memeriksa status penerbangan terbaru melalui aplikasi resmi masing-masing maskapai secara berkala.