Pemberdayaan Digital Perempuan UMKM Melalui Pelatihan AI Telkom
Menyambut momen Hari Kartini, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mengambil langkah progresif dengan menggelar pelatihan bertajuk Kartini in Technology pada April 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara hibrida ini melibatkan ratusan perempuan pegiat UMKM dari berbagai wilayah di Indonesia. Fokus utama dari inisiatif ini adalah membekali para peserta dengan keterampilan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk mengakselerasi pertumbuhan bisnis mereka di era modern.​Langkah ini dipicu oleh besarnya pengaruh perempuan dalam roda ekonomi nasional, mengingat mayoritas pelaku UMKM di tanah air adalah kaum perempuan. Berdasarkan data terkini, sektor ini memberikan kontribusi yang sangat signifikan terhadap produk domestik bruto dan penyerapan tenaga kerja. Oleh karena itu, peningkatan literasi digital menjadi krusial agar bisnis yang dikelola perempuan tetap mampu bersaing di tengah gempuran inovasi teknologi yang terus berkembang.​Pihak Telkom menegaskan bahwa penyediaan akses teknologi yang setara bagi perempuan merupakan kunci dalam membangun ekosistem digital yang inklusif. Semangat Hari Kartini dijadikan momentum untuk memotivasi perempuan agar tidak sekadar menjadi konsumen teknologi, melainkan juga mampu menjadi kreator yang handal. Melalui semangat kolaborasi, Telkom optimis bahwa penguasaan AI akan menjadi nilai tambah yang besar bagi daya saing produk lokal.​Materi yang diberikan dalam pelatihan ini sangat relevan dengan kebutuhan pasar saat ini, mulai dari teknik penulisan pesan pemasaran yang persuasif hingga pembuatan elemen visual yang menarik. Para peserta diajarkan cara menggunakan perangkat AI untuk memproduksi konten promosi dan video berkualitas dengan cara yang lebih efisien. Hal ini bertujuan untuk membantu UMKM mengatasi hambatan dalam membangun citra merek dan memperluas jaringan pasar mereka.​Program ini tidak hanya berhenti pada pelatihan teknis, tetapi juga menjadi bagian dari visi jangka panjang Telkom dalam memperkuat struktur ekonomi digital di Indonesia. Dengan mendorong adopsi teknologi mutakhir di kalangan pelaku usaha perempuan, perusahaan pelat merah ini berharap dapat menciptakan peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. Transformasi digital yang merata pun menjadi target utama dari keberlanjutan program tersebut.​Sejalan dengan agenda global pembangunan berkelanjutan, inisiatif ini turut mendukung pencapaian kesetaraan gender dan penyediaan lapangan kerja yang layak. Telkom memandang bahwa memperkuat posisi perempuan melalui penguasaan teknologi akan menjadi pilar penting bagi ketahanan ekonomi nasional yang lebih inklusif. Dampak sosial positif yang dihasilkan diharapkan dapat dirasakan secara jangka panjang oleh para pelaku usaha di berbagai daerah.​Pelatihan ini juga merupakan manifestasi dari komitmen tanggung jawab sosial perusahaan melalui kampanye literasi digital yang inklusif. Program yang dinamakan “Bisa PandAI” ini dirancang untuk memastikan bahwa perkembangan teknologi dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Fokusnya adalah mengubah pemahaman digital dasar menjadi kemampuan produktif yang mampu menghasilkan keuntungan ekonomi yang nyata.​Sebagai penutup, Telkom berharap masyarakat dapat memanfaatkan kemajuan teknologi secara bijak dan inovatif untuk meningkatkan kualitas hidup. Melalui edukasi yang konsisten, penggunaan AI diharapkan tidak lagi dianggap sebagai hambatan, melainkan sebagai kawan dalam mengembangkan potensi ekonomi kreatif. Dengan demikian, perempuan Indonesia dapat terus berkarya dan berkontribusi lebih besar bagi kemajuan bangsa melalui pemanfaatan dunia siber.