Uptodai.com - Presiden terpilih sekaligus Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto, kembali menyoroti pentingnya Ketahanan Pangan Saat Pandemi Covid-19 melanda dunia. Ia menekankan bahwa ketersediaan makanan yang mandiri bagi rakyat adalah kunci utama dari kemerdekaan dan kedaulatan sebuah bangsa. Menurutnya, sebuah negara tidak mungkin bisa disebut merdeka sepenuhnya jika urusan perut dan pangan masih bergantung pada belas kasihan bangsa lain.

Pernyataan ini bukan sekadar retorika, melainkan refleksi dari pengalaman pahit yang disaksikan langsung oleh Prabowo ketika menjabat di era Presiden Joko Widodo. Situasi genting tersebut terbukti nyata ketika badai Covid-19 memaksa banyak negara menerapkan kebijakan proteksionisme ketat. Saat itu, rantai pasok global terputus, dan negara-negara penghasil beras enggan menjual komoditas penting tersebut ke Indonesia.

Pelajaran Pahit dari Krisis Beras Global

Prabowo menjelaskan bahwa krisis global tersebut memberikan peringatan keras bagi Indonesia tentang pentingnya kemandirian. Ketika semua negara berjuang untuk mengamankan kebutuhan domestik mereka, solidaritas dagang internasional seolah lenyap seketika. Akibatnya, Indonesia, sebagai negara dengan populasi besar, menghadapi ancaman nyata kekurangan stok pangan strategis.

Kondisi darurat tersebut memaksa Presiden Joko Widodo mengambil langkah-langkah luar biasa untuk menjamin ketersediaan beras. Prabowo mengungkapkan bahwa Presiden Jokowi harus turun tangan langsung, terbang ke berbagai negara untuk melakukan negosiasi tingkat tinggi. Upaya ini dilakukan untuk meyakinkan para pemimpin negara penghasil beras agar mau membuka keran ekspor mereka untuk Indonesia.

“Presiden kita waktu itu sampaikan ke saya, beliau terbang ke sini-sana nego sama pemimpin-pemimpin negara yang punya beras,” kata Prabowo. Ia menambahkan bahwa berkat hubungan baik dan diplomasi yang kuat antara Jokowi dengan beberapa tokoh kunci, akhirnya Indonesia berhasil memperoleh pasokan beras yang sangat dibutuhkan. Momen tersebut menjadi catatan kemenangan penting dalam upaya mempertahankan stabilitas nasional.

Kedaulatan Pangan Indonesia Adalah Kunci Kemerdekaan

Bagi Prabowo, pengalaman selama pandemi Covid-19 telah membuka mata bangsa terhadap risiko besar dari ketergantungan. Krisis tersebut bukan hanya tentang logistik, tetapi juga tentang Kedaulatan Pangan Indonesia yang harus diperjuangkan mati-matian. Jika sebuah bangsa tidak mampu menyediakan makanan untuk dirinya sendiri, maka kedaulatan politiknya pun akan rentan digoyahkan.

Oleh karena itu, ia berulang kali mengingatkan agar bangsa Indonesia tidak lengah dan tidak pernah lagi menggantungkan diri pada pihak asing, terutama untuk kebutuhan dasar. Prioritas utama pemerintah ke depan harus memastikan bahwa sektor pertanian dan pangan dalam negeri benar-benar kuat dan mampu mencukupi kebutuhan rakyat tanpa intervensi luar.

Prabowo menegaskan bahwa pelajaran dari pandemi harus dijadikan cambuk untuk bergerak maju. Kemandirian yang ditekankan bukan hanya terbatas pada sektor pangan seperti beras, tetapi juga mencakup komoditas strategis lainnya. Ia secara spesifik menyebut bahwa Indonesia juga harus berupaya keras mencapai kemandirian dalam hal Bahan Bakar Minyak (BBM) dan energi. Hal ini demi memastikan bahwa masa depan bangsa benar-benar berada di tangan sendiri.