Raksasa Logistik PHK Massal 30.000 Pegawai, UPS Lakukan Efisiensi
Uptodai.com - Kabar mengejutkan datang dari sektor pengiriman global setelah United Parcel Service (UPS), raksasa logistik PHK massal hingga 30.000 pegawainya. Keputusan drastis ini merupakan bagian dari upaya efisiensi besar-besaran yang dilakukan perusahaan untuk memangkas biaya operasional dan memodernisasi jaringan mereka.
Angka 30.000 karyawan yang dipangkas ini menyasar posisi operasional di seluruh jaringan global UPS. Langkah ini mencerminkan respons perusahaan terhadap perubahan dinamika pasar dan kebutuhan untuk menekan biaya di tengah persaingan yang semakin ketat dalam industri logistik.
Mekanisme PHK: Atrisi dan Program Sukarela
Direktur Keuangan UPS, Brian Dykes, menjelaskan bahwa pemotongan signifikan ini akan dicapai melalui kombinasi atrisi alami dan penawaran program pengunduran diri sukarela. Dykes menyebutkan bahwa pihaknya menargetkan pengurangan hingga 30.000 jabatan operasional sebagai bagian dari penyesuaian biaya semi-variabel perusahaan.
Langkah ini diambil untuk memastikan kesehatan finansial perusahaan tetap terjaga di tengah fluktuasi volume pengiriman. Dykes menambahkan bahwa UPS berencana menawarkan program pemisahan sukarela kedua bagi pengemudi purna waktu sebagai upaya untuk mempercepat proses pengurangan tenaga kerja.
Strategi Efisiensi Operasional UPS
Selain mengurangi tenaga kerja, UPS yang bermarkas di Atlanta ini juga mengumumkan rencana penutupan fasilitas fisik. Dykes mengonfirmasi bahwa perusahaan akan menutup puluhan gedung operasional pada semester pertama tahun 2026.
Penutupan ini menjadi bagian dari percepatan konsolidasi fasilitas yang bertujuan mengurangi biaya infrastruktur yang tidak efisien. Strategi penghematan ini juga mencakup modernisasi jaringan logistik secara menyeluruh melalui penerapan teknologi otomatisasi.
UPS berencana menerapkan otomatisasi canggih di seluruh fasilitasnya, yang saat ini mempekerjakan sekitar 490.000 karyawan di seluruh dunia. Penerapan otomatisasi diharapkan dapat meningkatkan kecepatan sortir dan mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual dalam jangka panjang, sekaligus menopang efisiensi operasional UPS.
Mengurangi Ketergantungan pada Amazon
Keputusan besar untuk memangkas puluhan ribu pegawai tidak terlepas dari upaya strategis UPS untuk mengurangi ketergantungan pada volume pengiriman dari raksasa e-commerce, Amazon. CEO UPS, Carol Tome, sebelumnya telah menekankan pentingnya diversifikasi klien untuk menjaga margin keuntungan perusahaan.
Tome mengungkapkan bahwa upaya konsolidasi yang telah dilakukan selama setahun terakhir telah membuahkan hasil finansial yang signifikan. Perusahaan berhasil menghemat total US$3,5 miliar (sekitar Rp58,8 triliun) pada tahun lalu berkat inisiatif efisiensi tersebut.
Target jangka panjang UPS adalah memangkas porsi pengiriman pesanan Amazon hingga 50% pada paruh kedua tahun 2026. Langkah ini merupakan kelanjutan dari pemangkasan yang terjadi sebelumnya, di mana UPS juga telah melakukan pemangkasan sekitar 20.000 pekerja pada April 2025.
Perusahaan kini fokus pada klien yang menawarkan margin keuntungan lebih tinggi, meskipun volume total pengiriman mungkin berkurang. Upaya konsolidasi fasilitas dan pengurangan karyawan adalah konsekuensi langsung dari kebijakan ini, menandai pergeseran fokus bisnis besar-besaran di tengah persaingan industri logistik global.