Uptodai.com - Pemerintah China di bawah kepemimpinan Xi Jinping kembali mengirimkan sinyal tegas ke panggung global mengenai kekuatan militernya. Sinyal ini diperkuat dengan pameran intensif Rudal Hipersonik China DF-17 dalam latihan tempur terbaru Tentara Pembebasan Rakyat (PLA).

Melalui video berjudul “Training Never Stops” yang baru-baru ini dirilis oleh Kementerian Pertahanan China, terlihat bahwa seluruh pasukan segera meninggalkan masa liburan Tahun Baru. Mereka langsung terjun ke dalam sesi pelatihan tempur yang sangat intensif, menandakan kesiapan operasional yang tinggi.

Adu Kekuatan Teknologi Militer Xi Jinping di Pasifik

Stasiun televisi pemerintah CCTV melaporkan bahwa latihan kali ini menampilkan aset-aset strategis utama Beijing. Selain DF-17 yang menjadi sorotan utama, jet tempur siluman J-20 dan kapal perusak canggih Tipe 055 juga turut serta dalam simulasi tersebut.

Peningkatan aktivitas militer ini terjadi hanya berselang beberapa hari setelah China menggelar simulasi blokade skala besar di sekitar Taiwan pada akhir Desember lalu. Beijing jelas terus mempercepat modernisasi militernya, dengan tujuan utama menggusur posisi Amerika Serikat sebagai kekuatan dominan di dunia.

Rudal Hipersonik China DF-17 Mampu Bobol Pertahanan AS

Pentagon, dalam laporan tahunannya, telah berulang kali memperingatkan bahwa China kini memiliki gudang senjata rudal hipersonik terkemuka di dunia. Senjata ini berpotensi mengubah peta kekuatan militer di kawasan Pasifik.

DF-17 bukanlah sekadar rudal balistik konvensional yang terbang dalam lintasan parabola yang mudah diprediksi. Rudal ini membawa hulu ledak yang dikenal sebagai Hypersonic Glide Vehicle (HGV).

Teknologi HGV memungkinkan hulu ledak untuk bermanuver secara ekstrem saat kembali memasuki atmosfer. Karakteristik ini menjadikannya sangat sulit, bahkan hampir mustahil, untuk dicegat oleh radar maupun sistem pertahanan rudal tercanggih manapun.

Dengan kemampuan melesat melebihi Mach 5—lima kali kecepatan suara—senjata ini mampu mencapai target dalam waktu yang sangat singkat. Kecepatan ekstrem tersebut praktis menghilangkan ruang gerak bagi musuh untuk melakukan reaksi atau pencegatan yang efektif.

Jangkauan Strategis Rudal Hipersonik China

Data dari Missile Defense Project CSIS menunjukkan bahwa DF-17 memiliki jangkauan maksimum mencapai 1.553 mil, atau setara dengan 2.500 kilometer. Jangkauan ini secara strategis dirancang untuk mengancam pangkalan militer asing dan armada kapal induk yang beroperasi di Pasifik Barat.

CSIS menambahkan bahwa investasi besar China pada Rudal Hipersonik China DF-17 bertujuan untuk memberikan kemampuan serangan presisi jarak jauh. Kemampuan ini vital untuk menembus perisai pertahanan udara paling mutakhir sekalipun.

Kesiapan Tempur dan Pesan Keras Beijing

Rekaman terbaru yang beredar menunjukkan DF-17 dalam posisi tegak di atas kendaraan peluncur (Transporter Erector Launcher/TEL). Para pengamat militer menilai penampakan ini sebagai indikasi kesiapan tempur yang jauh lebih matang dibandingkan status operasional tahun-tahun sebelumnya.

Langkah strategis ini merupakan pesan langsung yang ditujukan kepada Washington, terutama di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Laut China Selatan dan Selat Taiwan.

Laporan kekuatan militer China dari Pentagon, yang dikutip Newsweek, menegaskan bahwa modernisasi PLA didorong oleh belanja pertahanan dan pengembangan teknologi masif. Ini mencakup investasi besar pada kecerdasan buatan (AI), bioteknologi, dan tentu saja, senjata hipersonik.

Dengan fokus yang kuat pada pengembangan Teknologi Militer Xi Jinping, Beijing secara nyata menunjukkan bahwa mereka tidak main-main dalam ambisi mereka untuk menjadi kekuatan militer global yang tak tertandingi.