Serangan Udara Israel di Gaza Hancurkan Apartemen, 7 Warga Tewas
Uptodai.com - Serangan udara Israel di Gaza kembali memakan korban jiwa setelah sebuah rudal menghantam bangunan apartemen di jantung kota pada Jumat (15/5/2026). Ledakan dahsyat tersebut memicu kobaran api besar yang menghanguskan sebagian besar struktur bangunan tempat tinggal warga sipil.
Kementerian Kesehatan setempat melaporkan sedikitnya tujuh warga Palestina kehilangan nyawa dalam insiden tragis ini. Di antara para korban tewas, terdapat seorang anak kecil yang tertimbun puing-puing bangunan yang porak-poranda akibat ledakan tersebut.
Puluhan warga lainnya mengalami luka-luka serius dan segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis darurat. Tim penyelamat masih terus bekerja keras menyisir reruntuhan guna mencari kemungkinan adanya korban lain yang masih terjebak di bawah beton.
Target Operasi Militer Israel di Jalur Gaza
Pihak militer Israel mengonfirmasi bahwa target utama dari operasi udara kali ini adalah Izz al-Din al-Haddad. Ia dikenal sebagai salah satu petinggi sayap bersenjata Hamas yang memiliki peran strategis dalam struktur organisasi kelompok tersebut.
Israel menuding al-Haddad sebagai sosok kunci di balik perencanaan serangan besar ke wilayah mereka pada 7 Oktober 2023 silam. Hingga saat ini, militer Israel terus memburu tokoh-tokoh penting Hamas guna melemahkan kekuatan militer kelompok tersebut secara sistematis.
Meskipun serangan ini diklaim sangat presisi, dampak kerusakan di lapangan menunjukkan realitas yang sangat berbeda bagi warga sipil. Bangunan tempat tinggal yang seharusnya menjadi tempat aman kini berubah menjadi tumpukan puing dalam hitungan detik.
Kondisi Bangunan yang Porak-Poranda Akibat Rudal
Pantauan di lokasi menunjukkan pemandangan memilukan dengan beton bangunan yang hancur berkeping-keping serta besi penyangga yang mencuat keluar. Warga sekitar tampak berkerumun, mencoba menyelamatkan harta benda yang masih tersisa di balik debu dan asap tebal yang menyengat.
Mahmoud Basal, juru bicara Pertahanan Sipil Gaza, menyatakan bahwa apartemen tersebut sebenarnya dihuni oleh banyak keluarga sipil saat serangan terjadi. Situasi ini memicu kekhawatiran mendalam mengenai keselamatan warga non-kombatan yang seringkali terjebak dalam baku tembak.
Tangisan keluarga korban pecah saat satu per satu jenazah dievakuasi dari lokasi kejadian yang sangat memprihatinkan tersebut. Sebagian besar warga mengaku tidak mendapatkan peringatan apa pun sebelum gempuran udara tersebut meratakan tempat tinggal mereka.
Ketidakpastian Nasib Target dan Eskalasi Konflik
Sejauh ini, belum ada kepastian apakah Izz al-Din al-Haddad berada di lokasi atau ikut menjadi korban dalam gempuran udara tersebut. Hamas sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi untuk menanggapi klaim yang dilontarkan oleh pihak militer Israel terkait status pemimpin mereka.
Data dari otoritas Gaza menunjukkan eskalasi kekerasan yang terus meningkat sejak berakhirnya masa gencatan senjata pada Oktober lalu. Tercatat sekitar 850 warga Palestina telah gugur, sementara empat tentara Israel juga dilaporkan tewas dalam periode konflik yang sama.
Kondisi ini semakin memperburuk krisis kemanusiaan yang melanda wilayah kantong tersebut setiap harinya tanpa ada kepastian kapan akan berakhir. Kebutuhan akan bantuan medis, pangan, dan tempat tinggal sementara menjadi prioritas utama bagi ribuan warga yang kini kehilangan segalanya.
Masyarakat internasional terus memantau perkembangan situasi ini dengan penuh kekhawatiran akan terjadinya perang yang lebih luas di kawasan. Upaya diplomasi masih terus diupayakan oleh berbagai pihak demi mencapai kesepakatan damai yang permanen di tanah Palestina.