Uptodai.com - Donald Trump remehkan minyak Iran dengan menyatakan bahwa Amerika Serikat kini tidak lagi bergantung pada pasokan energi dari negara tersebut. Pernyataan berani ini muncul setelah ia mengklaim militer AS berhasil mengamankan kontrol atas sumber daya energi di Venezuela dalam waktu singkat. Langkah strategis tersebut menurutnya akan mengubah peta kekuatan ekonomi internasional secara signifikan di masa depan.

Trump meyakini bahwa penguasaan energi ini akan membawa dampak positif yang nyata bagi seluruh warga Amerika Serikat. Ia menjanjikan penurunan harga gas dalam waktu singkat untuk memacu pertumbuhan ekonomi domestik agar kembali bergairah. “Ekonomi kita akan segera menderu kembali seperti belum pernah terjadi sebelumnya,” tegas Trump dalam pidatonya di Gedung Putih, Rabu (2/4/2026).

Operasi Epic Fury dan Kehancuran Militer Iran

Selain urusan energi, Trump juga membeberkan keberhasilan militer dalam Operasi Epic Fury yang menargetkan kekuatan pertahanan Iran. Serangan presisi tersebut diklaim telah melumpuhkan total Angkatan Laut dan Angkatan Udara milik Republik Islam tersebut. Trump bahkan menyebut sebagian besar pemimpin rezim yang dianggapnya sebagai teroris kini telah tewas akibat serangan udara tersebut.

Pesawat pengebom siluman B-2 milik Amerika Serikat juga dilaporkan telah menghancurkan fasilitas nuklir utama Iran secara efektif. Trump menekankan bahwa pengawasan satelit kini dilakukan secara ketat selama 24 jam penuh di atas wilayah udara Iran. Hal ini bertujuan untuk memastikan tidak ada upaya pembangunan kembali infrastruktur nuklir yang bisa mengancam keamanan global.

Eskalasi militer ini menandai babak baru dalam konflik Amerika Serikat dan Iran yang telah berlangsung selama beberapa dekade. Trump menyatakan bahwa militer AS tidak akan ragu untuk terus meningkatkan tekanan jika Teheran tidak segera menyerah. Kehadiran militer AS di kawasan tersebut kini dianggap sebagai bentuk perlindungan bagi sekutu-sekutu dekat Amerika.

Strategi Tekanan Maksimum dan Masa Depan Ekonomi

Trump memperingatkan bahwa serangan militer akan terus berlanjut dengan intensitas tinggi selama dua hingga tiga minggu ke depan. Target berikutnya adalah seluruh jaringan pembangkit listrik di wilayah Iran jika kesepakatan diplomatik tidak segera tercapai. “Kita akan membawa mereka kembali ke zaman batu, tempat asal mereka,” ujar Trump dengan nada mengancam dalam pernyataan nasionalnya.

Menariknya, militer Amerika Serikat sengaja belum menyentuh fasilitas minyak Iran dalam gelombang serangan awal yang masif. Trump menjelaskan bahwa langkah ini diambil agar Iran masih memiliki peluang kecil untuk bertahan secara ekonomi. Strategi ini dianggap sebagai bentuk “pintu terbuka” bagi Iran jika mereka bersedia melakukan negosiasi ulang secara total.

Efisiensi Militer AS yang Tidak Tertandingi

Presiden ke-45 dan ke-47 AS tersebut juga membandingkan efisiensi operasi kali ini dengan konflik bersenjata di masa lalu. Ia merasa bangga karena pencapaian besar ini diraih hanya dalam waktu 32 hari operasi militer aktif. Durasi ini jauh lebih singkat dibandingkan perang-perang besar Amerika terdahulu yang biasanya memakan waktu hingga bertahun-tahun.

Menurut Trump, kecepatan dan ketepatan serangan ini membuktikan kecemerlangan teknologi militer Amerika Serikat yang tidak tertandingi oleh siapapun. Dunia saat ini tengah menyaksikan kekuatan luar biasa yang dimiliki oleh negara adidaya tersebut dalam menjaga stabilitas. Ia menutup pidatonya dengan janji bahwa Amerika Serikat akan menjadi lebih aman, kuat, dan makmur dari masa-masa sebelumnya.