Uptodai.com - Pemerintah mencatat masih ada ribuan wilayah belum teraliri listrik di seluruh penjuru Indonesia hingga tahun 2025 ini. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan bahwa tantangan geografis menjadi kendala utama dalam pemerataan energi. Sebagian besar daerah yang gelap gulita ini berada di kawasan kepulauan yang sulit dijangkau oleh infrastruktur kabel konvensional.

Dominasi Wilayah Timur Indonesia

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno, menjelaskan bahwa wilayah timur Indonesia mendominasi daftar tersebut. Kawasan Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara mencatatkan sebanyak 5.555 lokasi yang belum tersentuh aliran listrik sama sekali. Angka fantastis ini merepresentasikan lebih dari 55 persen dari total target elektrifikasi nasional yang sedang direncanakan.

Meskipun Pulau Jawa dikenal memiliki infrastruktur yang lebih maju, nyatanya masih ada 1.630 lokasi yang belum teraliri listrik. Sementara itu, wilayah Kalimantan mencatatkan 1.099 lokasi dan Sulawesi memiliki 799 lokasi yang masih menanti pasokan energi. Fakta ini menunjukkan bahwa ketimpangan akses energi tidak hanya terjadi di wilayah terluar, tetapi juga di pulau-pulau padat penduduk.

Solusi Energi Terbarukan untuk Daerah Terpencil

Untuk mengatasi kendala geografis yang sangat berat ini, pemerintah mulai melirik solusi energi terbarukan yang bersifat lokal atau mandiri. Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal dan mikrohidro menjadi opsi paling realistis bagi desa-desa terpencil. Langkah taktis ini diharapkan mampu memangkas waktu pembangunan transmisi yang memakan biaya sangat besar dan medan yang ekstrem.

Peningkatan Rasio Elektrifikasi Nasional

Kendati demikian, Kementerian ESDM mengklaim bahwa rasio elektrifikasi nasional terus mengalami tren positif dari tahun ke tahun. Berdasarkan data pada triwulan pertama tahun 2026, tingkat elektrifikasi di Indonesia telah menyentuh angka 99,83 persen. Pencapaian ini meningkat sangat signifikan jika dibandingkan dengan kondisi pada dekade lalu, tepatnya tahun 2016 yang hanya sebesar 91,16 persen.

Saat ini, beberapa provinsi strategis bahkan telah berhasil mendekati target elektrifikasi penuh hingga 100 persen, seperti DKI Jakarta dan Bali. Tri Winarno menegaskan komitmennya di hadapan Komisi XII DPR RI untuk terus mengejar sisa target yang belum terpenuhi. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan badan usaha milik negara menjadi kunci utama demi mewujudkan keadilan energi bagi seluruh rakyat Indonesia.