William & Kate Buka Suara Soal Epstein Files, Andrew Terpojok
Uptodai.com - Pangeran William dan Kate Middleton buka suara soal Epstein Files yang belakangan ini mengguncang publik global melalui pernyataan resmi dari Istana Kensington. Pasangan pewaris takhta Inggris tersebut mengungkapkan keprihatinan mendalam atas berbagai fakta yang terungkap dalam dokumen Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ). Langkah ini menjadi momen pertama kalinya William dan Kate memberikan tanggapan publik sejak berkas-berkas sensitif tersebut dirilis ke hadapan khalayak.
Pihak Istana Kensington menegaskan bahwa Pangeran dan Putri Wales terus memantau perkembangan kasus yang menyeret nama paman mereka, Pangeran Andrew. “Saya dapat memastikan bahwa Pangeran dan Putri Wales sangat prihatin dengan pengungkapan yang terus berlanjut,” tulis pernyataan resmi tersebut pada Selasa (10/2/2026). Mereka juga menekankan bahwa fokus utama saat ini adalah empati terhadap para korban kejahatan seksual Jeffrey Epstein.
Komentar ini muncul tepat seminggu setelah dokumen setebal tiga juta halaman tersebut dipublikasikan secara luas oleh otoritas hukum Amerika Serikat. Berkas raksasa itu mencakup ribuan surat elektronik, foto, hingga rekaman video yang menyebutkan sederet nama pesohor dunia. Di tengah badai informasi ini, William dan Kate memilih untuk tetap berdiri di sisi para penyintas yang telah berjuang mencari keadilan selama bertahun-tahun.
Detail Skandal yang Menyeret Nama Pangeran Andrew
Dokumen terbaru dari DOJ semakin memperkuat dugaan keterlibatan Pangeran Andrew dalam lingkaran hitam Jeffrey Epstein yang tewas di penjara pada 2019. Laporan media Inggris menyebutkan bahwa Andrew diduga memberikan laporan rahasia kepada Epstein saat ia masih menjabat sebagai utusan perdagangan Inggris. Hubungan gelap ini disinyalir telah berlangsung lebih dari satu dekade dan melibatkan berbagai pertemuan di lokasi-lokasi mewah milik Epstein.
Pangeran Andrew sendiri sebenarnya telah mundur dari seluruh tugas kerajaan sejak tahun 2019 silam akibat tekanan publik yang masif. Tuduhan serius datang dari Virginia Giuffre yang mengaku menjadi korban perdagangan manusia oleh Epstein untuk melayani sang pangeran. Giuffre mengeklaim bahwa ia dipaksa berhubungan seksual dengan Andrew sebanyak tiga kali, termasuk saat dirinya masih berusia di bawah umur.
Memasuki tahun 2025, Raja Charles III mengambil langkah tegas dengan mencabut gelar kehormatan serta sebutan “pangeran” dari saudaranya tersebut. Namun, rilis terbaru Epstein Files justru mengungkap fakta baru mengenai adanya korban kedua yang muncul ke permukaan. Wanita tersebut mengeklaim bahwa Epstein mengirimnya langsung ke Inggris pada tahun 2010 khusus untuk menemui Andrew di kediamannya.
Bukti Foto dan Tekanan Terhadap Korban Baru
Selain testimoni korban, dokumen tersebut juga memuat bukti-bukti visual yang sangat memalukan bagi citra monarki Inggris. Terdapat foto-foto yang memperlihatkan Andrew sedang berlutut di atas seorang wanita yang terbaring di tanah dalam posisi yang tidak pantas. Bukti digital berupa email juga menunjukkan undangan terbuka bagi Epstein untuk datang ke Istana Buckingham guna membicarakan hal-hal yang bersifat pribadi.
Laporan lain menyebutkan bahwa pada tahun 2006, Andrew dan Epstein diduga melakukan tekanan psikologis terhadap seorang penari erotis. Mereka dilaporkan memaksa wanita tersebut untuk terlibat dalam hubungan seksual bertiga yang terorganisir dengan rapi. Serangkaian bukti ini membuat posisi Andrew semakin sulit untuk dibela, baik secara hukum maupun secara moral di mata masyarakat dunia.
Akibat pengungkapan informasi yang semakin liar ini, Pangeran Andrew dilaporkan telah diusir dari rumahnya di Windsor lebih awal dari jadwal semula. Proses pengosongan rumah tersebut dilakukan pekan lalu setelah desakan dari pihak internal istana semakin menguat. Langkah ini diambil untuk meminimalisir dampak negatif yang lebih luas terhadap reputasi keluarga kerajaan yang sedang berusaha melakukan modernisasi.
Agenda Diplomatik Pangeran William di Tengah Krisis
Pernyataan resmi Istana Kensington mengenai Epstein Files ini dirilis bertepatan dengan kunjungan kerja Pangeran William ke Arab Saudi. Di sana, sang pangeran dijadwalkan melakukan pembicaraan tingkat tinggi dengan Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman (MBS). Kunjungan ini merupakan misi diplomatik pertama William ke wilayah tersebut dalam kapasitas resminya sebagai pewaris takhta utama.
Meskipun sedang menjalankan tugas negara yang sangat penting di Timur Tengah, William tetap memberikan perhatian penuh pada krisis domestik di Inggris. Ia menyadari bahwa isu Epstein ini dapat merusak kredibilitas monarki jika tidak ditangani dengan transparansi yang cukup. Oleh karena itu, pernyataan melalui Istana Kensington dianggap sebagai langkah strategis untuk menjaga jarak antara dirinya dengan skandal sang paman.
Publik kini menunggu apakah akan ada tindakan hukum lebih lanjut terhadap Pangeran Andrew setelah dokumen-dokumen ini dipelajari oleh pihak berwenang. Banyak pihak menilai bahwa dukungan William dan Kate terhadap para korban adalah sinyal kuat akan adanya perubahan gaya kepemimpinan di masa depan. Mereka tampak ingin memastikan bahwa nilai-nilai keadilan dan perlindungan terhadap kaum rentan menjadi prioritas utama bagi wajah baru kerajaan Inggris.