Uptodai.com - Kinerja Presiden terpilih, Prabowo Subianto, di awal masa jabatannya mendapat sambutan yang sangat positif dari masyarakat. Hal ini terungkap dari hasil jajak pendapat terbaru yang dirilis oleh Indikator Politik Indonesia.

Tingkat kepuasan publik atau Approval Rating Prabowo Subianto tercatat nyaris menyentuh angka 80 persen. Angka ini secara historis memecahkan rekor tingkat kepuasan yang pernah dicapai oleh presiden-presiden sebelumnya pada periode awal kepemimpinan mereka.

Approval Rating Prabowo Subianto Lampaui Presiden Sebelumnya

Survei yang dilakukan Indikator Politik Indonesia menunjukkan bahwa tingkat kepuasan terhadap Prabowo jauh melampaui capaian dua presiden pendahulu, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Joko Widodo (Jokowi), saat pertama kali menjabat.

Sebagai perbandingan, di awal kepemimpinan SBY pada tahun 2004 dan Jokowi pada tahun 2014, approval rating mereka masih berada di bawah capaian Prabowo saat ini. Fenomena ini menarik perhatian pengamat politik karena menunjukkan modalitas dukungan yang luar biasa besar di awal pemerintahan.

Dua Modal Utama Pendorong Tingkat Kepuasan Kinerja Prabowo

Direktur Eksekutif Indikator Politik, Burhanuddin Muhtadi, menyebut bahwa kondisi ini didorong oleh dua modalitas penting yang dimiliki oleh Prabowo. Modal pertama adalah tingginya tingkat keterpilihan Prabowo dalam Pemilihan Presiden 2024 lalu.

Saat itu, pasangan Prabowo-Gibran Rakabuming Raka berhasil memenangkan kontestasi dengan perolehan suara mencapai 58,6 persen. Mandat tersebut diterjemahkan menjadi dukungan dari total 96 juta pemilih, sebuah angka yang belum pernah tercatat sebelumnya dalam sejarah Pilpres Indonesia.

Jumlah pemilih ini bahkan melampaui rekor yang dicapai SBY pada periode kedua di tahun 2009, yang kala itu perolehannya tidak sampai 70 juta pemilih. Demikian pula saat Jokowi memenangkan Pilpres keduanya di tahun 2019, perolehan suaranya masih lebih kecil dibandingkan dengan yang diraih Prabowo.

Modalitas kedua yang turut menjadi penopang adalah faktor dari kapasitas Prabowo sendiri sebagai seorang pemimpin. Karakteristik personal ini diperkuat dengan adanya dukungan langsung dari Presiden Joko Widodo.

Meskipun sempat terjadi fluktuasi, misalnya saat approval rating Prabowo sempat menurun karena adanya demonstrasi pada Agustus, tingkat kepuasan tersebut mampu pulih dengan cepat. Hal ini mengindikasikan bahwa kepercayaan publik terhadap kepemimpinan Prabowo relatif stabil dan kuat.

Program dan Karakteristik yang Disukai Publik

Lantas, apa saja faktor spesifik yang membuat masyarakat merasa puas dengan kinerja yang ditunjukkan oleh Prabowo? Survei Indikator mencatat bahwa kepuasan tersebut tecermin dari beberapa aspek krusial.

Sebanyak 17,5 persen responden menyatakan puas dengan keseriusan pemerintah dalam memberantas korupsi. Isu integritas dan penegakan hukum menjadi salah satu pilar utama yang dinilai positif oleh publik.

Selain itu, kepuasan terhadap Prabowo juga ditopang oleh aksi-aksi yang sering dilakukannya, seperti pemberian bantuan (15,6 persen), serta penilaian bahwa program kerjanya dinilai bagus (11 persen). Faktor kinerja yang sudah terbukti juga menyumbang 10,5 persen.

Secara personal, sikap tegas, berwibawa, dan berani dari sosok Prabowo juga menjadi alasan kepuasan bagi 9,7 persen responden. Karakteristik kepemimpinan yang kuat ini memberikan rasa percaya diri di tengah masyarakat.

Makan Bergizi Gratis Jadi Daya Ungkit Signifikan

Salah satu program unggulan yang paling disorot dan turut menyumbang tingginya Tingkat Kepuasan Kinerja Prabowo adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini berhasil mencatatkan 8,4 persen kepuasan dari total responden.

Dukungan terhadap program MBG menunjukkan bahwa inisiatif yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat memiliki dampak elektoral dan kepuasan yang signifikan.

Sebagai informasi, Survei Indikator Politik Indonesia ini bertema ‘Persepsi Publik terhadap Kinerja Presiden, Kepercayaan terhadap Lembaga Negara dan program Makan Bergizi Gratis (MBG)’. Survei tersebut dirilis di Jakarta pada Minggu (8/2/2026).

Metodologi survei dilakukan secara tatap muka pada rentang waktu 15 hingga 21 Januari 2026. Indikator Politik menggunakan sampel sebanyak 1.220 orang yang tersebar di seluruh Indonesia. Survei ini memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan toleransi kesalahan (margin of error) sekitar 2,9 persen.