6 Bulan Berlalu, Revitalisasi Pasar Taman Puring Belum Dimulai
Uptodai.com - Lebih dari enam bulan telah berlalu sejak insiden besar yang melanda pusat perbelanjaan ikonik di Jakarta Selatan. Hingga awal Februari 2026, tanda-tanda dimulainya revitalisasi Pasar Taman Puring belum juga terlihat, meninggalkan jejak kehancuran yang masih kentara.
Kondisi ini memaksa ratusan pedagang untuk bertahan hidup dengan cara darurat, mengubah tepi Jalan Kyai Maja, Kebayoran Baru, menjadi lapak sementara. Para pengunjung pada Senin (9/2/2026) terlihat berjalan menyusuri deretan lapak seadanya yang berjejer rapat di bahu jalan, tempat para pedagang kini menggantungkan penghidupan.
Jejak Puing dan Lapak Darurat di Jalan Kyai Maja
Kebakaran dahsyat yang terjadi pada 28 Juli 2025 lalu memang tidak menelan korban jiwa, namun dampaknya sangat masif. Tercatat sekitar 500 kios ludes terbakar, meninggalkan trauma mendalam serta kerugian material yang tak terhitung jumlahnya bagi para pemilik usaha kecil.
Area bekas bangunan pasar kini hanya menyisakan lahan kosong yang rata dengan tanah. Dari pantauan di lapangan, puing-puing sisa kebakaran masih tampak berserakan, bahkan sejumlah barang dagangan seperti sepatu masih tersisa di antara reruntuhan beton.
Lokasi bekas pasar itu kini dikelilingi oleh seng dan terpal yang menutup sisa-sisa kehancuran, seolah menjadi monumen bisu atas lambatnya proses pemulihan. Kondisi ini secara langsung memaksa para pedagang untuk mengambil inisiatif sendiri, yaitu kembali berjualan di tepi jalan demi menyambung hidup.
Pedagang Bertahan di Pinggir Jalan Sambil Menanti Kepastian
Ketidakpastian jadwal pembangunan kembali pasar menjadi tantangan terberat bagi para pedagang. Mereka harus berhadapan dengan risiko berjualan di pinggir jalan, baik dari sisi keamanan maupun kenyamanan bertransaksi.
Rahman, salah satu pedagang yang kini menempati lapak darurat, mengaku terpaksa berjualan di tepi jalan sejak kebakaran terjadi. Ia menjelaskan bahwa langkah ini diambil demi tetap memperoleh penghasilan dan memenuhi kebutuhan keluarga yang mendesak.
“Rencananya dari Juli sampai sekarang kami berjualan di pinggir jalan. Katanya sih revitalisasi nanti habis Lebaran,” ujar Rahman, mengutip kabar yang beredar di kalangan pedagang. Namun, ia menambahkan bahwa kepastian waktu pelaksanaan pembangunan kembali tersebut masih belum jelas.
Pedagang lainnya juga memilih kembali menggelar dagangan mereka, mayoritas sepatu dan pakaian, di lokasi sekitar pasar. Bagi mereka, berdagang di lokasi yang sudah dikenal pelanggan adalah satu-satunya cara untuk mempertahankan roda ekonomi keluarga, meskipun kondisi lapak jauh dari ideal.
Janji Gubernur dan Upaya Pencegahan Kebakaran
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memberikan sinyal positif terkait nasib Pasar Taman Puring. Gubernur Jakarta, Pramono Anung, sempat menyatakan bahwa proses revitalisasi pasar akan segera dilakukan dalam waktu dekat.
Pramono Anung juga menyoroti fakta bahwa insiden ini merupakan kejadian kebakaran ketiga di lokasi yang sama dalam beberapa tahun terakhir. Oleh karena itu, pemerintah berencana memperkuat upaya pencegahan kebakaran di pasar tradisional.
Salah satu rencana jangka panjang yang dicanangkan adalah mewajibkan setiap kios dilengkapi dengan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Kebijakan ini diharapkan dapat meminimalkan risiko dan kerugian material jika terjadi insiden serupa di masa mendatang, sekaligus meningkatkan standar keselamatan pasar di Ibu Kota.
Meskipun janji revitalisasi telah diucapkan, para pedagang kini hanya bisa menunggu realisasi di lapangan. Mereka berharap agar pembangunan kembali segera dimulai sehingga mereka bisa kembali beraktivitas di dalam gedung pasar yang aman dan layak, meninggalkan kondisi darurat di pinggir Jalan Kyai Maja.