Uptodai.com - Fenomena manusia disewa AI kini bukan lagi sekadar cerita fiksi ilmiah setelah kemunculan platform inovatif bernama RentAHuman.ai. Perusahaan rintisan ini memungkinkan kecerdasan buatan untuk mencari, memesan, hingga membayar tenaga manusia guna menyelesaikan berbagai tugas fisik. Alexander Liteplo, sang pendiri, merancang sistem ini agar AI memiliki “tangan dan kaki” di dunia nyata.

Langkah berani ini menjadi solusi bagi keterbatasan robot yang selama ini hanya beroperasi di ruang digital tanpa kemampuan interaksi fisik yang luwes. Sejak peluncurannya pada Senin (2/2/2026), platform ini langsung memancing antusiasme publik yang luar biasa besar. Liteplo mengklaim bahwa ribuan orang dari berbagai latar belakang profesi sudah mulai memadati daftar tunggu.

Data terbaru menunjukkan lonjakan pendaftar yang sangat signifikan hanya dalam waktu dua hari setelah situs resmi beroperasi. Jumlah manusia yang bersedia “dikontrak” oleh algoritma tersebut meroket hingga menyentuh angka 73.000 orang. Padahal, pada hari pertama peluncuran, baru sekitar 130 orang yang tercatat bergabung dalam sistem tersebut.

Cara Kerja Platform RentAHuman yang Menghebohkan

Sistem kerja dalam fenomena manusia disewa AI ini sebenarnya cukup sederhana namun sangat terorganisir secara digital. Para pengguna yang tertarik hanya perlu membuat profil lengkap yang mencantumkan lokasi geografis serta keahlian khusus yang mereka miliki. Selain itu, setiap individu bebas menentukan tarif atau harga per jam atas jasa yang mereka tawarkan.

Setelah profil aktif, bot otonom akan mulai memindai database untuk mencari kandidat yang paling sesuai dengan kebutuhan tugas tertentu. Robot AI kemudian menghubungi manusia pilihan mereka secara langsung untuk memberikan instruksi kerja yang spesifik. Interaksi ini terjadi tanpa campur tangan manusia lain sebagai perantara, sehingga prosesnya berjalan sangat cepat.

Keamanan dan validitas pekerjaan tetap menjadi prioritas utama dalam ekosistem unik yang dikembangkan oleh Liteplo ini. Robot AI akan meminta bukti nyata berupa foto atau video setelah tugas yang diberikan dinyatakan selesai oleh pekerja manusia. Begitu verifikasi berhasil, sistem akan secara otomatis mengirimkan upah dalam bentuk aset kripto ke dompet digital pekerja.

Visi Gig Economy Baru dan Integrasi Teknologi

Liteplo memiliki ambisi besar untuk menjadikan platform ini sebagai standar baru dalam dunia kerja serabutan atau gig economy. Ia membandingkan konsepnya dengan revolusi yang pernah dibawa oleh Uber, Gojek, dan Grab di masa lalu. Bedanya, kali ini yang menjadi “majikan” atau pemberi perintah adalah entitas kecerdasan buatan yang membutuhkan bantuan fisik.

Tugas-tugas yang diberikan oleh AI pun sangat beragam, mulai dari hal sederhana hingga permintaan yang cukup unik. Beberapa contoh pekerjaan yang tersedia meliputi pengambilan paket di lokasi tertentu hingga menghadiri sebuah acara sebagai perwakilan. Bahkan, ada pula tugas media sosial seperti berlangganan akun tertentu dengan bayaran yang kompetitif.

Untuk mendukung kelancaran interaksi, RentAHuman.ai sengaja didesain agar sangat ramah terhadap protokol komunikasi robot. Pengembang menggunakan model context protocol (MCP) yang memungkinkan agen AI seperti Claude atau MoltBot berinteraksi langsung dengan server. Teknologi ini mempermudah bot untuk menyewa manusia tanpa perlu merepotkan pemilik asli dari bot tersebut.

Variasi Upah dan Masa Depan Tenaga Kerja Manusia

Besaran upah yang ditawarkan dalam platform ini sangat bervariasi, tergantung pada tingkat kesulitan dan jenis permintaan sang robot. Untuk tugas ringan seperti mengikuti akun media sosial, pekerja bisa mendapatkan bayaran mulai dari US$ 1 atau sekitar Rp 16.800. Namun, untuk tugas yang memerlukan dokumentasi fisik, angkanya bisa jauh lebih tinggi.

Beberapa pengguna bahkan memasang tarif hingga US$ 100 atau setara Rp 1,6 juta untuk tugas swafoto dengan pesan khusus. Contohnya, seorang pekerja diminta berfoto sambil memegang tulisan yang menyatakan bahwa AI telah membayar mereka untuk melakukan aksi tersebut. Hal ini menunjukkan potensi ekonomi baru yang bisa digali dari kolaborasi antara manusia dan mesin.

Meskipun jumlah pendaftar mencapai puluhan ribu, saat ini baru sekitar 83 profil yang ditampilkan secara publik di laman pencarian situs. Liteplo meyakini bahwa peluang startup miliknya akan terus berkembang seiring dengan semakin canggihnya kebutuhan AI. Baginya, robot akan selalu membutuhkan tubuh manusia untuk menjembatani kesenjangan antara dunia kode dan realitas fisik.