Harga Mobil Listrik Bekas Anjlok 50 Persen, Ini Penyebabnya
Uptodai.com - Harga mobil listrik bekas di pasar otomotif Indonesia mengalami guncangan hebat dengan penurunan nilai jual yang sangat signifikan bagi para pemiliknya. Fenomena ini menjadi sorotan utama bagi para pelaku industri dan calon konsumen yang mulai melirik kendaraan ramah lingkungan di pasar sekunder. Kondisi pasar yang belum stabil membuat banyak orang mulai mempertimbangkan kembali nilai investasi mereka pada teknologi kendaraan masa depan ini.
Direktur OLXmobbi, Agung Iskandar, mengungkapkan bahwa depresiasi harga kendaraan listrik saat ini bahkan bisa menyentuh angka 50 persen dari harga barunya. Situasi tersebut memicu keengganan para pemilik mobil listrik untuk melepas unit mereka ke pasar jika tidak dalam kondisi mendesak. Menurutnya, ketidakpastian harga pasar menjadi faktor utama yang membuat ekosistem mobil listrik bekas masih sulit terbentuk dengan matang.
Agung menjelaskan bahwa penurunan harga yang drastis ini terlihat jelas pada unit yang sudah memasuki usia pakai sekitar tiga tahun. Sebagai contoh nyata, Hyundai Ioniq 5 keluaran tahun 2022 kini memiliki nilai pasar di kisaran Rp350 juta saja. Padahal, saat pertama kali meluncur, harga baru mobil listrik tersebut berada di angka Rp800 juta, yang berarti terjadi penyusutan nilai lebih dari separuh harga awal.
Penyebab Utama Depresiasi Harga Mobil Listrik
Salah satu pemicu utama depresiasi harga mobil listrik yang begitu tajam adalah strategi harga dari produsen mobil baru yang sangat agresif. Kehadiran berbagai merek baru, terutama dari produsen asal China, membawa teknologi yang lebih mutakhir namun dengan harga yang jauh lebih kompetitif. Hal ini secara otomatis menekan harga unit bekas dari model-model yang sudah lebih dulu beredar di jalanan Indonesia.
Selain faktor kompetisi, perkembangan teknologi baterai yang sangat cepat membuat model lama cepat terasa tertinggal atau usang. Konsumen cenderung memilih unit baru yang menawarkan jarak tempuh lebih jauh dan fitur pengisian daya yang lebih cepat dengan harga yang tidak terpaut jauh. Akibatnya, stok unit bekas di dealer maupun platform digital mengalami penyesuaian harga yang cukup menyakitkan bagi penjual pertama.
Faktor psikologis konsumen terkait kesehatan baterai juga turut memengaruhi rendahnya minat terhadap mobil listrik bekas. Banyak calon pembeli merasa khawatir dengan biaya penggantian baterai yang mahal jika masa garansi pabrik telah habis atau mendekati batas akhir. Kekhawatiran ini membuat daya tawar pembeli menjadi lebih tinggi, sehingga memaksa penjual menurunkan harga agar unit cepat laku.
Tantangan Pembiayaan dan Kredit Kendaraan Listrik
Hambatan lain yang memperkeruh kondisi pasar adalah masih terbatasnya dukungan pembiayaan untuk pembelian unit listrik bekas. Lembaga pembiayaan atau leasing saat ini masih bersikap sangat hati-hati dalam memberikan fasilitas kredit untuk segmen ini. Mereka mempertimbangkan risiko nilai jual kembali yang belum stabil, sehingga plafon kredit yang diberikan seringkali tidak sesuai dengan harapan konsumen.
Padahal, secara historis, sekitar 50 persen transaksi di pasar mobil bekas Indonesia sangat bergantung pada fasilitas kredit. Tanpa dukungan pembiayaan yang kuat, perputaran unit mobil listrik bekas akan terus melambat dan hanya mengandalkan pembeli dengan dana tunai. Kondisi ini menciptakan celah besar antara suplai unit yang mulai masuk ke pasar dengan daya beli masyarakat yang terbatas.
Meskipun menghadapi tantangan berat di segmen listrik, OLXmobbi secara keseluruhan tetap mencatatkan pertumbuhan positif pada total volume penjualan. Sepanjang tahun 2025, perusahaan berhasil menjual sekitar 33.000 unit kendaraan, meningkat 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap mobil bekas konvensional tetap tinggi di tengah dinamika industri otomotif.
Optimisme Pasar Menjelang Momentum Lebaran 2026
Memasuki periode Ramadan dan Lebaran 2026, para pelaku industri otomotif berharap adanya peningkatan transaksi yang signifikan. Berdasarkan data tahun lalu, realisasi penjualan mobil bekas di platform OLXmobbi melonjak hingga 24 persen hanya dalam sepekan menjelang hari raya. Momentum mudik selalu menjadi pendorong utama bagi masyarakat untuk memperbarui atau membeli kendaraan tambahan bagi keluarga.
Pihak OLXmobbi melihat adanya kenaikan minat pencarian di platform digital mereka hingga 22 persen saat mendekati musim libur panjang. Tren ini diharapkan mampu memberikan sedikit napas segar bagi pasar mobil listrik bekas yang sedang lesu. Meskipun tantangan harga masih membayangi, edukasi mengenai efisiensi biaya operasional kendaraan listrik terus digencarkan untuk menarik minat pembeli baru.
Ke depannya, stabilitas harga pasar akan sangat bergantung pada seberapa cepat ekosistem pendukung seperti stasiun pengisian daya dan ketersediaan suku cadang berkembang. Jika infrastruktur semakin merata, kepercayaan masyarakat terhadap nilai jual kembali kendaraan listrik diharapkan akan pulih secara perlahan. Industri kini menanti kebijakan baru yang mungkin dapat merangsang gairah pasar mobil listrik bekas di tanah air.