China Kembangkan Teknologi Chip Otak, Siap Saingi Neuralink Musk
Uptodai.com - Pengembangan teknologi chip otak China kini tengah memasuki fase yang sangat agresif dan mengancam dominasi Amerika Serikat di panggung global. Pemerintah Tiongkok secara resmi memasukkan teknologi Brain-Computer Interface (BCI) ini ke dalam rencana pembangunan strategis lima tahunan mereka. Langkah besar tersebut menandakan ambisi serius Beijing untuk memimpin revolusi medis berbasis saraf di masa depan.
Teknologi BCI kini menempati posisi yang sejajar dengan sektor-sektor canggih lainnya dalam agenda nasional China. Sektor tersebut mencakup komputasi kuantum, kecerdasan buatan (AI), jaringan komunikasi 6G, hingga pengembangan energi fusi nuklir. Fokus ini menunjukkan bahwa Tiongkok tidak ingin lagi sekadar menjadi pengikut dalam peta persaingan teknologi dunia.
Direktur Sichuan Institute of Brain Science, Yao Dezhong, mengungkapkan bahwa kemajuan riset di bidang ini bergerak dengan kecepatan yang luar biasa. Ia menilai bahwa perangkat BCI kini mulai mendekati tahap penggunaan praktis yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat luas. Transformasi dari riset laboratorium menuju aplikasi klinis menjadi target utama pemerintah saat ini.
Ambisi Besar Tiongkok di Sektor Teknologi BCI
Pemerintah China memprediksi bahwa dalam kurun waktu tiga hingga lima tahun ke depan, produk BCI akan mulai tersedia secara komersial. Dezhong menyebutkan bahwa kebijakan baru ini memang tidak akan mengubah lanskap industri secara instan dalam semalam. Namun, dukungan regulasi yang kuat akan mempercepat kehadiran layanan medis praktis bagi pasien yang membutuhkan.
Saat ini, China tercatat sebagai negara kedua di dunia yang paling aktif melakukan uji coba chip otak invasif pada manusia. Terdapat lebih dari 10 uji klinis yang sedang berlangsung, sebuah angka yang kini setara dengan pencapaian Amerika Serikat. Para peneliti bahkan menargetkan keterlibatan lebih dari 50 pasien dalam berbagai uji coba sepanjang tahun 2026.
Persaingan ketat ini tentu menjadi sinyal waspada bagi perusahaan milik Elon Musk, Neuralink, yang selama ini mendominasi pemberitaan. China memanfaatkan sumber daya yang melimpah untuk mengejar ketertinggalan teknologi dari Barat. Dengan dukungan pendanaan yang masif, mereka optimis mampu menciptakan standar baru dalam industri antarmuka otak-komputer.
Hasil Eksperimen Medis yang Menjanjikan
Sejumlah eksperimen terbaru di laboratorium Tiongkok telah menunjukkan hasil yang sangat mencengangkan bagi dunia kedokteran. Pasien yang mengalami kelumpuhan total dilaporkan mampu kembali menggerakkan anggota tubuh mereka secara terbatas melalui bantuan sinyal otak. Teknologi ini bekerja dengan cara menerjemahkan aktivitas saraf menjadi instruksi digital yang dapat dimengerti oleh perangkat eksternal.
Selain itu, penyandang amputasi kini mulai bisa mengendalikan tangan robotik dan kursi roda pintar hanya dengan menggunakan kekuatan pikiran. Pencapaian ini memberikan harapan baru bagi jutaan orang dengan disabilitas fisik untuk mendapatkan kembali kemandirian mereka. Integrasi antara biologi manusia dan mesin ini menjadi inti dari teknologi chip otak China yang sedang dikembangkan.
Keberhasilan uji coba tersebut mendorong pemerintah untuk segera mengintegrasikan teknologi BCI ke dalam sistem kesehatan nasional. Di beberapa provinsi percontohan, terapi berbasis BCI bahkan sudah mulai dimasukkan ke dalam skema asuransi kesehatan pemerintah. Hal ini dilakukan untuk memastikan teknologi canggih tersebut nantinya dapat diakses oleh masyarakat dari berbagai lapisan ekonomi.
Potensi Ekonomi dan Keunggulan Kompetitif
Nilai pasar untuk teknologi BCI di China diproyeksikan akan meledak hingga mencapai 5,58 miliar yuan atau sekitar US$809 juta pada tahun 2027. Pertumbuhan ekonomi digital yang pesat menjadi motor penggerak utama bagi industrialisasi chip otak ini. Para investor global kini mulai melirik potensi besar yang ditawarkan oleh ekosistem teknologi di Negeri Tirai Bambu tersebut.
Yao Dezhong menekankan bahwa China memiliki beberapa keunggulan kompetitif yang tidak dimiliki oleh negara lain. Populasi yang besar menyediakan basis data pasien yang sangat luas untuk keperluan riset dan pengembangan klinis. Selain itu, China memiliki rantai pasok industri yang sangat efisien untuk memproduksi perangkat keras medis dalam skala besar.
Ketersediaan talenta sains dan teknologi yang melimpah juga menjadi faktor penentu dalam percepatan inovasi ini. Meski demikian, tantangan besar masih membentang dalam mengubah riset laboratorium menjadi produk medis yang benar-benar siap pakai. Standarisasi keamanan dan etika penggunaan chip otak tetap menjadi fokus utama yang terus digodok oleh para ahli di China.