Uptodai.com - Banjir Kebon Pala Jakarta Timur akhirnya mulai menunjukkan tanda-tanda surut pada Minggu (22/3/2026) pagi. Warga di kawasan Kampung Melayu ini langsung bergerak cepat melakukan aksi bersih-bersih massal untuk menyingkirkan material lumpur yang masuk ke dalam rumah. Kondisi permukiman yang sempat terendam air kini menyisakan endapan tanah yang cukup tebal di setiap sudut ruangan.

Masyarakat bahu-membahu menyiram lantai dan menyelamatkan perabotan yang masih bisa digunakan kembali. Ketua RT 13/RW 04 Kampung Melayu, Sanusi, mengungkapkan rasa syukurnya atas kondisi cuaca yang mulai membaik. Ia menyebutkan bahwa proses pembersihan ini menjadi prioritas utama agar warga bisa segera beristirahat dengan layak di kediaman masing-masing.

Perjuangan Warga Menyingkirkan Lumpur Pekat

“Sekarang air sudah surut sepenuhnya dari dalam rumah warga,” ujar Sanusi saat ditemui di lokasi kejadian. Saat ini, fokus utama mereka adalah membuang kotoran dan sampah yang terbawa arus sungai saat banjir mencapai puncaknya. Warga menggunakan peralatan seadanya seperti serokan kayu dan selang air untuk mendorong lumpur keluar dari area rumah.

Pantauan di lapangan menunjukkan sisa-sisa banjir masih terlihat jelas dari garis air di dinding rumah warga. Lumpur yang terbawa arus Kali Ciliwung ini memiliki tekstur yang licin dan berbau menyengat, sehingga memerlukan tenaga ekstra untuk membersihkannya. Sejumlah warga juga tampak menjemur kasur dan kursi yang sempat terendam air sejak malam sebelumnya.

Kronologi Luapan Kali Ciliwung dan Dampak Kerusakan

Ketinggian air di wilayah Kebon Pala sempat menyentuh angka yang mengkhawatirkan, yakni mencapai 125 sentimeter pada Sabtu (21/3/2026) malam. Luapan air mulai merangsek masuk ke pemukiman warga sejak sore hari setelah intensitas hujan di wilayah hulu meningkat tajam. Kondisi ini diperparah dengan drainase yang tidak mampu menampung debit air yang datang secara tiba-tiba.

Air baru mulai berangsur turun sekitar pukul 03.00 WIB pada Minggu dini hari. Sanusi menjelaskan bahwa banjir kali ini dipicu oleh kombinasi curah hujan lokal yang ekstrem dan kiriman air dari wilayah Bogor. “Sebenarnya air terus meningkat sejak sehabis salat Maghrib hingga mencapai puncaknya pada tengah malam,” tambahnya dengan nada prihatin.

Debit air Kali Ciliwung yang meluap tidak mampu lagi tertampung oleh tanggul yang ada, sehingga merendam ratusan rumah di bantaran sungai. Warga yang tidak sempat mengevakuasi barang-barang berharga terpaksa merelakan perabotan elektronik dan dokumen penting mereka terendam lumpur. Tim evakuasi sempat bersiaga di lokasi, namun sebagian besar warga memilih bertahan di lantai dua rumah mereka.

Data BPBD DKI Jakarta Terkait Titik Banjir

Berdasarkan data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, dampak cuaca ekstrem ini meluas ke puluhan titik lainnya. Tercatat sebanyak 46 RT di wilayah Jakarta Timur mengalami kendala serupa akibat luapan beberapa aliran sungai utama. Petugas terus melakukan pendataan untuk memastikan bantuan logistik tersalurkan dengan merata kepada para penyintas.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menyebutkan bahwa selain Kali Ciliwung, beberapa sungai lain juga mengalami kenaikan status siaga. Kali Cipinang, Kali Cilangkap, dan Kali Sunter menjadi penyumbang genangan di berbagai wilayah pemukiman padat penduduk. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan dalam beberapa hari ke depan.

Meskipun lelah, semangat gotong royong warga Kebon Pala terlihat jelas saat mereka saling membantu membersihkan jalanan kampung yang licin. Mereka berharap proyek normalisasi sungai dapat segera dituntaskan secara menyeluruh. Hal ini diharapkan agar ancaman banjir tahunan tidak terus menghantui kehidupan masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai.