Uptodai.com - Jalur Nagreg macet panjang terpantau masih terjadi hingga Minggu malam akibat volume kendaraan yang terus meningkat secara signifikan. Ribuan kendaraan dari arah Bandung menuju Garut dan Tasikmalaya tampak merayap sejak petang hari di jalur utama selatan Jawa Barat tersebut.

Kondisi ini menandakan bahwa aktivitas mudik belum sepenuhnya mereda meskipun hari raya telah berlalu beberapa waktu. Selain pemudik susulan, arus lalu lintas kini mulai bercampur dengan wisatawan lokal dan warga yang melakukan perjalanan balik lebih awal.

Titik Kepadatan di Cikaledong dan Cagak Nagreg

Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan mengular mulai dari turunan curam Cikaledong setelah perlintasan kereta api sebidang. Titik ini menjadi salah satu area paling krusial karena kontur jalan yang menurun tajam dan seringkali membuat pengemudi harus ekstra hati-hati.

Ekor kepadatan bahkan mencapai kawasan Cagak Nagreg, di mana arus kendaraan terbagi menuju arah Garut maupun Tasikmalaya. Di Pos Pengamanan (Pospam) Cikaledong, antrean kendaraan menuju Tasikmalaya melalui Limbangan dilaporkan masih tertahan cukup panjang hingga malam hari.

Petugas kepolisian dan dinas terkait terus berupaya melakukan pengaturan ritme kendaraan agar tidak terjadi kemacetan total di titik-titik penyempitan jalan. Pengalihan arus secara situasional terkadang diberlakukan untuk mengurai penumpukan kendaraan yang datang dari arah Bandung.

Data Kendaraan dan Analisis Dishub Kabupaten Bandung

Berdasarkan data terbaru dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung, tercatat sebanyak 107.454 kendaraan melintas menuju arah timur hingga pukul 18.00 WIB. Angka ini menunjukkan antusiasme masyarakat yang masih sangat tinggi untuk melakukan perjalanan di akhir pekan panjang ini.

Sementara itu, arus dari arah sebaliknya juga menunjukkan tren peningkatan dengan catatan 80.192 kendaraan bergerak menuju Bandung. Kepala Bidang Pengembangan Transportasi Dishub Kabupaten Bandung, Eric Alam Prabowo, mengonfirmasi adanya fenomena percampuran arus yang memperparah keadaan.

Eric menjelaskan bahwa hambatan utama saat ini berada di wilayah Limbangan yang menuju Tasikmalaya serta wilayah Kadungora menuju Kota Garut. “Kepadatan ini terjadi karena arus mudik lokal bersinggungan langsung dengan arus wisata di titik-titik pasar tumpah dan persimpangan,” ungkapnya.

Waspada Cuaca Ekstrem dan Medan Jalan yang Menantang

Selain faktor volume kendaraan yang membeludak, faktor cuaca ekstrem menjadi perhatian serius bagi para pengendara yang melintasi jalur selatan. Hujan deras yang kerap mengguyur kawasan perbukitan Nagreg membuat permukaan aspal menjadi lebih licin dan jarak pandang terbatas.

Karakteristik jalur Nagreg macet panjang yang memiliki tanjakan terjal dan turunan curam menuntut kondisi fisik kendaraan yang selalu prima. Pengemudi sangat disarankan untuk melakukan pengecekan pada sistem pengereman dan mesin sebelum memulai perjalanan jauh.

Pihak berwenang juga mengingatkan para pemudik untuk tidak memaksakan diri jika merasa lelah atau mengantuk saat terjebak kemacetan. Beristirahat di rest area atau posko mudik yang tersedia jauh lebih aman daripada mengambil risiko kecelakaan fatal di jalur yang berkelok.

Hingga saat ini, Dishub Kabupaten Bandung masih terus memantau apakah volume kendaraan pada hari ini akan melampaui rekor puncak arus mudik sebelumnya. Koordinasi lintas sektoral terus diperkuat guna memastikan kelancaran dan keselamatan seluruh pengguna jalan di wilayah Nagreg.