Uptodai.com - Kebijakan sepatu akademi Manchester United kembali menjadi sorotan publik setelah terungkapnya aturan ketat yang harus dijalani oleh Kai Rooney. Meski menyandang status sebagai putra legenda besar klub, Kai tidak mendapatkan perlakuan khusus dalam hal perlengkapan bertanding di lapangan hijau. Manajemen Setan Merah tetap memegang teguh prinsip kesetaraan bagi seluruh pemain muda yang menimba ilmu di Carrington.

Kai Rooney sebelumnya sempat menghebohkan dunia sepak bola saat menandatangani kontrak profesional dengan merek olahraga ternama, Puma, pada tahun 2022. Kesepakatan bernilai besar tersebut ia dapatkan saat baru menginjak usia 12 tahun, sebuah pencapaian langka untuk pemain seusianya. Prestasi individu yang mencetak 56 gol dalam satu musim menjadi alasan kuat mengapa merek asal Jerman itu berani meminangnya lebih awal.

Bakat Gemilang dan Kontrak Mewah Kai Rooney dengan Puma

Melalui akun Instagram pribadinya, Kai mengungkapkan rasa bangga bisa bergabung dengan keluarga besar Puma dalam perjalanan kariernya. Ia sering terlihat menggunakan sepatu dan pakaian dari merek tersebut dalam berbagai aktivitas keseharian maupun latihan mandiri. Namun, situasi berubah drastis saat remaja berbakat ini memasuki area latihan resmi dan pertandingan bersama Manchester United.

Wayne Rooney, sang ayah, menceritakan bahwa putranya harus menanggalkan sepatu sponsor tersebut saat membela tim kelompok umur United. Aturan internal klub mewajibkan seluruh pemain muda menggunakan sepatu seragam yang telah ditentukan oleh pihak akademi. Langkah tegas ini bertujuan untuk menjaga fokus para pemain agar tetap pada pengembangan kemampuan teknis, bukan pada kemewahan gaya hidup.

Pihak klub ingin memastikan bahwa setiap pemain muda merasa setara saat berada di lingkungan latihan tanpa adanya sekat status sosial. Dengan menggunakan perlengkapan yang seragam, tidak ada pemain yang merasa lebih unggul hanya karena memiliki kontrak sponsor pribadi. Hal ini menjadi bagian dari kurikulum pembentukan karakter yang sudah lama diterapkan oleh raksasa Liga Inggris tersebut.

Alasan di Balik Aturan Sepatu Pemain Muda MU

Dalam sebuah sesi bincang-bincang di siniar “The Smith Brothers: Not A Podcast”, Wayne menjelaskan detail mengenai kebijakan internal yang cukup unik ini. Ia menegaskan bahwa pihak akademi ingin memastikan tidak ada kesenjangan yang mencolok di antara para pemain remaja. Aturan sepatu pemain muda MU ini memaksa setiap anak untuk menonjolkan kemampuan kaki mereka, bukan kemewahan alas kaki yang dipakai.

Kebijakan ini sebenarnya bukan hal baru di lingkungan Old Trafford karena sudah menjadi tradisi turun-temurun sejak era kepemimpinan Sir Alex Ferguson. Manchester United ingin menanamkan nilai-nilai kerendahan hati kepada setiap talenta muda sejak mereka pertama kali bergabung. Mereka percaya bahwa status bintang harus diraih melalui kerja keras dan keringat di lapangan, bukan melalui nilai kontrak komersial.

Wayne Rooney sendiri sangat mendukung kebijakan ini karena ia ingin Kai tumbuh dengan mentalitas petarung yang sehat. Ia tidak ingin popularitas dan kontrak besar mengganggu perkembangan teknis putranya yang masih sangat muda. Mantan kapten timnas Inggris itu selalu menekankan pentingnya disiplin dan kepatuhan terhadap regulasi yang telah ditetapkan oleh klub kepada sang anak.

Konsistensi Kai Rooney di Tengah Aturan Ketat Klub

Kai Rooney tampak menerima aturan tersebut dengan sangat profesional dan tetap menunjukkan performa gemilang di setiap pertandingan. Ia membuktikan bahwa bakat alaminya jauh lebih menonjol daripada merek sepatu yang ia kenakan saat bertanding membela Setan Merah. Hal ini sekaligus menjadi pesan kuat bagi pemain muda lainnya untuk selalu menghormati tradisi dan regulasi yang ada.

Meskipun harus memakai sepatu seragam saat bertanding untuk klub, Kai tetap menjalankan kewajibannya sebagai duta Puma di luar agenda resmi tim. Keseimbangan antara komitmen profesional dengan sponsor dan kepatuhan terhadap aturan klub menunjukkan kematangan sikap dari seorang Kai Rooney. Publik kini menanti apakah ia mampu mengikuti jejak sukses ayahnya sebagai mesin gol utama di Old Trafford di masa depan.