Uptodai.com - Raksasa teknologi asal Asia Tenggara, Grab, resmi mengumumkan langkah korporasi besar dengan merambah pasar Asia Timur. Perusahaan yang berbasis di Singapura ini menyepakati pembelian operasional Foodpanda di Taiwan dari tangan Delivery Hero.

Langkah strategis Grab akuisisi Foodpanda Taiwan ini menelan biaya fantastis mencapai US$1,1 miliar atau setara dengan Rp 10 triliun. Kesepakatan tersebut dilakukan sepenuhnya secara tunai dengan skema bebas utang dan bebas kas (cash-free and debt-free).

Tonggak Sejarah Ekspansi Grab ke Luar Asia Tenggara

Keputusan ini menjadi sorotan utama di industri teknologi karena menandai pertama kalinya Grab beroperasi di luar kawasan Asia Tenggara. Selama ini, Grab hanya fokus memperkuat dominasinya di negara-negara seperti Indonesia, Malaysia, hingga Vietnam.

CEO Grab, Anthony Tan, menyatakan bahwa masuknya perusahaan ke pasar Taiwan merupakan bentuk ekspansi alami yang sudah direncanakan. Taiwan akan menjadi pasar ke-9 bagi Grab sekaligus menjadi pintu masuk untuk memperluas jangkauan layanan pengantaran mereka secara global.

Pihak manajemen melihat potensi yang sangat besar pada sektor pengantaran makanan dan kebutuhan harian di wilayah tersebut. Grab optimis bahwa pengalaman mereka mengelola pasar yang kompleks di Asia Tenggara akan menjadi modal kuat untuk sukses di Taiwan.

Fundamental Bisnis Foodpanda Taiwan yang Solid

Pemilihan Foodpanda Taiwan sebagai target akuisisi bukan tanpa alasan yang kuat. Unit bisnis ini tercatat memiliki fundamental keuangan yang sangat sehat dan terus menunjukkan tren pertumbuhan positif dalam beberapa tahun terakhir.

Pada tahun 2025, Foodpanda Taiwan berhasil mencatatkan nilai transaksi bruto atau Gross Merchandise Value (GMV) sekitar US$1,8 miliar. Selain itu, perusahaan tersebut juga telah berhasil mencetak keuntungan berdasarkan perhitungan adjusted EBITDA.

Kondisi keuangan yang sudah profitabel ini membuat Grab tidak perlu memulai dari nol atau membakar uang secara berlebihan. Grab tinggal mengintegrasikan sistem mereka untuk mempercepat pertumbuhan yang sudah ada di 21 kota di Taiwan.

Integrasi Teknologi AI dan Target Jangka Panjang

Proses Grab akuisisi Foodpanda Taiwan ini rencananya akan rampung sepenuhnya pada paruh kedua tahun 2026. Namun, operasional penuh di bawah bendera Grab baru akan terlihat setelah mendapatkan persetujuan dari regulator setempat.

Grab berencana menyuntikkan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) milik mereka ke dalam platform Foodpanda. Integrasi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi rute pengantaran dan memberikan pengalaman pengguna yang lebih personal bagi warga Taiwan.

Manajemen menargetkan proses migrasi pengguna, mitra pengemudi, hingga merchant akan selesai pada awal tahun 2027. Dengan integrasi satu aplikasi, Grab berharap dapat menciptakan ekosistem layanan digital yang lebih luas dan terpadu.

Dampak Positif terhadap Pendapatan Grab

Dari sisi finansial, akuisisi ini diproyeksikan akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan konsolidasi Grab pada tahun 2026. Perusahaan memperkirakan pendapatan tahunan akan menyentuh angka US$4,04 miliar hingga US$4,10 miliar.

Meskipun melakukan pengeluaran besar untuk akuisisi, Grab tetap mempertahankan target adjusted EBITDA di kisaran US$700 juta hingga US$720 juta. Hal ini menunjukkan kepercayaan diri perusahaan terhadap efisiensi operasional pasca-akuisisi.

CEO Delivery Hero, Niklas Östberg, juga menyambut baik kesepakatan ini sebagai langkah strategis untuk menyeimbangkan portofolio global mereka. Bagi Delivery Hero, penjualan ini memberikan likuiditas tunai yang kuat untuk memperkuat posisi mereka di pasar lain.