Uptodai.com - Ada sebuah alasan Prabowo memilih Pindad Maung sebagai kendaraan dinas kepresidenan alih-alih menggunakan mobil mewah buatan Eropa seperti BMW atau Mercedes-Benz. Langkah ini dinilai sangat unik karena umumnya pemimpin negara menggunakan kendaraan premium dengan tingkat kenyamanan dan keamanan tinggi yang sudah teruji secara global. Namun, keputusan ini diambil demi memberikan contoh nyata dalam mencintai produk dalam negeri.

Saat berbicara di hadapan publik, Presiden Prabowo Subianto mengakui bahwa kualitas mobil Maung saat ini memang belum setara dengan BMW atau Mercedes-Benz yang legendaris. Ia menyadari bahwa kendaraan taktis rakitan PT Pindad ini baru dikembangkan dalam kurun waktu satu hingga dua tahun terakhir. Kendati demikian, ia menegaskan komitmennya untuk tidak lagi menggunakan mobil buatan Eropa demi mempromosikan karya anak bangsa.

Sebagai kepala negara, Prabowo merasa memiliki tanggung jawab moral untuk memelopori gerakan bangga menggunakan produk lokal. Ia menceritakan bagaimana ia melarang jajarannya untuk terus-menerus membandingkan harga dan kemewahan mobil impor. Baginya, setelah lebih dari delapan dekade merdeka, Indonesia sudah saatnya memiliki dan menggunakan mobil buatan rakyat sendiri secara luas.

Sejarah Singkat dan Spesifikasi Pindad Maung

PT Pindad (Persero) sendiri dikenal sebagai produsen alat utama sistem persenjataan (alutsista) terkemuka di Asia Tenggara yang berbasis di Bandung, Jawa Barat. Kehadiran Maung sebagai kendaraan taktis ringan awalnya dirancang untuk kebutuhan militer dan operasi medan berat TNI. Namun, atas inisiasi Prabowo sejak menjabat sebagai Menteri Pertahanan, kendaraan ini terus dimodifikasi agar layak digunakan sebagai kendaraan sipil dan operasional pejabat negara.

Pengembangan industri otomotif lokal memang membutuhkan proses panjang dan investasi yang tidak sedikit agar bisa bersaing di kancah internasional. Banyak negara maju seperti Jepang dan Korea Selatan juga memulai industri otomotif mereka dari nol dengan dukungan penuh dari pemerintah setempat. Oleh karena itu, langkah berani Presiden Prabowo ini diharapkan dapat memicu akselerasi kualitas dan teknologi produksi PT Pindad ke depan.

Pengalaman Unik Selama Mengendarai Maung

Selama menggunakan mobil Maung, Prabowo tidak menampik bahwa dirinya kerap menemukan beberapa kendala teknis yang cukup menggelitik. Ia menceritakan pengalamannya saat tertidur di dalam mobil saat hujan deras dan tiba-tiba terbangun karena atap mobil mengalami kebocoran. Selain itu, ia juga merasakan suara bising dan guncangan keras saat kendaraan tersebut dipaksa melewati jalur tanjakan yang ekstrem.

Meski menghadapi berbagai kekurangan tersebut, ia mengaku tetap maklum dan langsung mengirimkan kembali mobil tersebut ke PT Pindad untuk diperbaiki. Sikap ini ia tunjukkan sebagai bentuk dukungan konstruktif agar produsen lokal bisa terus melakukan evaluasi dan perbaikan produk. Bagi Prabowo, segala ketidaknyamanan fisik tersebut tidak menjadi masalah besar demi menjaga semangat nasionalisme yang tinggi.