Uptodai.com - Perubahan harga BBM nonsubsidi membuat estimasi biaya isi full tank Pertamax bagi para pemilik mobil pribadi kini mengalami lonjakan yang cukup signifikan. PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga Pertamax (RON 92) dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter mulai 10 Juni 2026. Sementara itu, varian Pertamax Green 95 juga terkerek naik menjadi Rp17.000 per liter dari harga sebelumnya Rp12.900. Kebijakan ini tentu memaksa para pengendara untuk merogoh kocek lebih dalam demi memenuhi kebutuhan mobilitas harian mereka.

Di tengah lonjakan harga bahan bakar nonsubsidi ini, pemerintah memutuskan untuk tetap mempertahankan tarif BBM bersubsidi demi menjaga daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah. Pertalite terpantau stabil di angka Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar masih dibanderol Rp6.800 per liter. Meski begitu, bagi pemilik mobil keluaran terbaru, menggunakan BBM subsidi bukanlah pilihan bijak karena berisiko merusak performa mesin jangka panjang. Kompresi mesin modern umumnya membutuhkan asupan bahan bakar minimal RON 92 agar pembakaran tetap optimal.

Rincian Biaya Pengisian Penuh Berbagai Jenis Mobil

Bagi pemilik Toyota Veloz Hybrid yang memiliki kapasitas tangki 43 liter, Anda kini harus menyiapkan dana sebesar Rp698.750 untuk sekali pengisian penuh. Pengeluaran yang lebih besar menanti para pemilik Mitsubishi Xpander dan Suzuki Ertiga Hybrid yang memiliki tangki berkapasitas 45 liter. Kedua mobil keluarga populer tersebut membutuhkan dana sekitar Rp731.250 untuk mengisi penuh tangki dengan Pertamax. Sementara itu, Hyundai Stargazer yang dibekali tangki 40 liter memerlukan biaya sebesar Rp650.000.

Bergeser ke segmen mobil kompak dan LCGC, biaya pengisian penuh juga mengalami penyesuaian yang cukup terasa di dompet. Honda Brio Satya dengan tangki berkapasitas 35 liter kini membutuhkan biaya sekitar Rp568.750. Untuk Toyota Calya yang memiliki kapasitas tangki sedikit lebih besar yaitu 36 liter, biaya yang harus dikeluarkan adalah Rp585.000. Sementara itu, Toyota Agya dengan tangki 33 liter memerlukan dana Rp536.250, dan Suzuki S-Presso menjadi yang paling hemat dengan biaya Rp438.750 untuk tangki 27 liter.

Dampak Kenaikan BBM Terhadap Tren Pemilihan Kendaraan

Kenaikan harga minyak mentah dunia serta fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS disinyalir menjadi faktor utama di balik penyesuaian harga BBM nonsubsidi ini. Kondisi makroekonomi tersebut memaksa produsen bahan bakar untuk melakukan penyesuaian agar tidak membebani neraca keuangan perusahaan. Dampaknya, peta persaingan industri otomotif tanah air diprediksi akan mengalami pergeseran arah dalam beberapa waktu ke depan. Konsumen kini cenderung lebih selektif dan mulai memprioritaskan kendaraan dengan efisiensi bahan bakar yang tinggi.

Mobil berteknologi hybrid serta segmen Low Cost Green Car (LCGC) diperkirakan akan semakin mendominasi pasar otomotif nasional karena menawarkan efisiensi konsumsi bahan bakar yang jauh lebih baik. Untuk menyiasati pembengkakan biaya operasional ini, para pemilik kendaraan konvensional disarankan untuk mulai menerapkan teknik berkendara hemat bahan bakar atau eco-driving. Menghindari akselerasi mendadak serta menjaga tekanan angin ban tetap ideal sangat membantu menghemat konsumsi BBM. Melakukan servis berkala secara rutin juga terbukti efektif menjaga performa mesin agar tetap efisien dan menekan pengeluaran harian Anda.