Uptodai.com - Isu kebocoran kekayaan negara menjadi perhatian serius Prabowo Subianto saat menghadiri acara Harlah PKB di Jakarta Convention Center. Prabowo menyoroti ketidakefisienan perekonomian nasional yang berpotensi merugikan anggaran negara hingga lebih dari Rp1.000 triliun setiap tahunnya. Langkah tegas kini tengah disiapkan oleh pemerintah untuk menutup berbagai celah kebocoran tersebut.

Menurut analisis para pakar, indikator efisiensi ekonomi dapat diukur melalui angka Incremental Capital Output Ratio (ICOR) Indonesia yang saat ini berada di level 6,5. Tingginya angka ICOR mengindikasikan bahwa alokasi investasi dan anggaran nasional belum berjalan secara optimal. Dari total asumsi anggaran negara sebesar Rp3.700 triliun, sekitar 30 persen di antaranya diperkirakan mengalami kebiasaan bocor.

Penyebab Utama Ketidakefisienan Ekonomi

Fenomena hilangnya potensi pendapatan negara ini umumnya dipicu oleh maraknya praktik korupsi, maraknya mark-up anggaran proyek, serta birokrasi yang belum terintegrasi. Selain itu, potensi pendapatan dari sektor sumber daya alam kerap menguap akibat lemahnya sistem pengawasan ekspor dan perizinan. Kondisi ini membuat hasil pembangunan tidak dapat dinikmati secara maksimal oleh masyarakat luas.

Strategi Penyelamatan Anggaran Nasional

Guna menekan kebocoran dana publik, pemerintah terdorong untuk memperkuat digitalisasi sistem pengadaan barang dan jasa di seluruh lembaga. Reformasi birokrasi dan pengetatan audit keuangan negara juga menjadi agenda prioritas yang harus segera diselesaikan. Penyelamatan dana Rp1.000 triliun ini nantinya akan dialokasikan untuk program pembangunan berkelanjutan dan pengentasan kemiskinan.