Uptodai.com - Masyarakat di wilayah timur Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, baru saja dikejutkan oleh guncangan hebat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa telah terjadi Gempa Kuat Sulawesi Utara pada pukul 21.58.25 WIB.

Meskipun laporan awal sempat menyebut magnitudo yang lebih besar, BMKG segera memperbarui parameter gempa menjadi M6,4. Guncangan tektonik ini berpusat di laut, namun dampaknya terasa hingga ke sejumlah wilayah di Maluku Utara.

Analisis BMKG: Gempa Dangkal Akibat Deformasi Lempeng Maluku

Direktur Gempa bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan secara rinci karakteristik guncangan yang terjadi di dekat Kepulauan Talaud tersebut. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 3,76° LU dan 126,95° BT. Titik tersebut berada tepat di laut, sekitar 40 km arah tenggara dari Melonguane, Sulawesi Utara.

Dengan kedalaman hiposenternya yang dangkal, hanya 31 km, gempa ini diklasifikasikan sebagai gempa bumi dangkal. Fenomena ini menunjukkan adanya aktivitas deformasi batuan yang terjadi di dalam Lempeng Maluku.

Analisis mekanisme sumber lebih lanjut mengungkapkan pola pergerakan spesifik. Hasilnya menunjukkan bahwa gempa M6,4 tersebut memiliki mekanisme pergerakan mendatar turun, atau yang secara teknis dikenal sebagai oblique normal fault.

Dampak Guncangan dan Kepastian Gempa M6,4 Tidak Tsunami

Hal paling penting yang disampaikan BMKG adalah kepastian bahwa Gempa M6,4 Tidak Tsunami. Hasil pemodelan yang dilakukan pasca kejadian menunjukkan bahwa tidak ada potensi gelombang laut berbahaya yang akan mencapai daratan, sehingga warga pesisir dapat bernapas lega.

Meskipun demikian, dampak getaran gempa dirasakan cukup luas di beberapa wilayah dengan intensitas yang bervariasi. Di daerah Tobelo dan Sitaro, intensitas guncangan mencapai skala III-IV MMI.

Skala III-IV MMI berarti getaran dirasakan nyata oleh orang banyak di dalam rumah, bahkan terasa seperti getaran truk besar yang melintas. Sementara itu, intensitas skala III MMI dilaporkan terjadi di Morotai, di mana getaran terasa nyata dalam rumah.

Wilayah lain yang turut merasakan guncangan, meskipun dengan intensitas lebih rendah (II-III MMI), adalah Ternate, Minahasa Utara, dan Bitung. Intensitas ini umumnya dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan mulai bergerak.

Imbauan Resmi dan Monitoring Gempa Susulan di Talaud

Hingga pukul 22.20 WIB, BMKG terus melakukan monitoring ketat terhadap aktivitas seismik di kawasan tersebut. Data terbaru menunjukkan adanya satu aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) yang tercatat, dengan magnitudo M4,6.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak panik, namun harus selalu waspada terhadap potensi gempa susulan. Direktur Daryono menekankan pentingnya mengakses informasi resmi hanya dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi yang telah terverifikasi. Hal ini krusial untuk mencegah penyebaran berita bohong yang dapat menimbulkan kepanikan publik.