Uptodai.com - Kebijakan lingkungan yang signifikan baru saja diputuskan oleh salah satu tetangga Amerika Serikat di utara. Mulai 1 Januari 2026, Kanada larang lampu merkuri jenis tertentu untuk diproduksi atau diimpor ke negaranya. Langkah tegas ini merupakan bagian dari komitmen global yang lebih besar untuk menjaga lingkungan dari zat berbahaya.

Larangan ini secara spesifik menargetkan sejumlah jenis lampu fluoresen yang selama ini umum digunakan untuk penerangan. Pemerintah Kanada secara resmi mendorong konsumen dan industri untuk segera beralih menggunakan alternatif yang bebas merkuri, yaitu lampu berbasis Light Emitting Diode (LED).

Mengapa Kanada Larang Lampu Merkuri?

Inisiatif pelarangan ini dipimpin oleh Environment and Climate Change Canada (ECCC) sebagai tahap awal rencana jangka panjang. Aturan baru ini menjadi langkah krusial Kanada dalam memenuhi kewajibannya di bawah Konvensi Minamata tentang Merkuri.

Konvensi Minamata merupakan program Perserikatan Bangsa-Bangsa yang bertujuan mengurangi polusi merkuri secara global dan telah ditandatangani oleh lebih dari 140 negara. Dengan memberlakukan peraturan ini, Ottawa memastikan bahwa Kanada sepenuhnya selaras dengan standar internasional dalam penanganan produk yang mengandung merkuri.

Pemerintah Kanada telah mengumumkan larangan ini sejak Juni 2024, menekankan bahwa tindakan ini diperlukan untuk menghilangkan polusi merkuri. Target yang ditetapkan cukup ambisius; pada tahun 2035, peraturan ini diharapkan mampu mengurangi jumlah merkuri yang dilepaskan dari lampu ke lingkungan hingga 91 persen, setara dengan 681 kilogram.

Selain itu, transisi ini juga diproyeksikan dapat mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 4,6 megaton. Angka ini menunjukkan bahwa kebijakan tersebut tidak hanya berfokus pada penghapusan merkuri, tetapi juga mendukung efisiensi energi secara menyeluruh.

Mengenal Bahaya Polusi Merkuri

Merkuri adalah logam berat alami yang berbahaya dan dapat berubah menjadi senyawa beracun yang disebut metilmerkuri. Senyawa ini memiliki sifat bioakumulatif, artinya ia menumpuk di dalam organisme hidup seiring berjalannya waktu.

Manusia umumnya terpapar merkuri melalui konsumsi ikan atau hewan pemakan ikan yang telah terkontaminasi metilmerkuri dalam kadar tinggi. Meskipun lampu yang mengandung merkuri aman saat digunakan dalam kondisi normal, risiko muncul ketika lampu tersebut pecah, yang memungkinkan merkuri mencemari lingkungan sekitar.

Fakta menariknya, lampu fluoresen pernah dipromosikan sebagai solusi ramah lingkungan. Pada tahun 2013, Pemerintah Kanada memberlakukan larangan terhadap lampu pijar karena efisiensi energinya yang sangat rendah.

Pada masa itu, konsumen diarahkan untuk mengganti lampu pijar mereka dengan lampu fluoresen dan lampu LED. Kedua jenis lampu ini memang mampu bertahan 10 hingga 20 kali lebih lama dibandingkan lampu pijar konvensional.

Transisi ke LED dan Tenggat Waktu Penjualan

Meskipun larangan produksi dan impor lampu fluoresen bermerkuri berlaku mulai 1 Januari 2026, pengecer masih diberikan waktu untuk menjual stok lama yang sudah tersedia. Pemerintah menetapkan batas waktu penjualan hingga akhir tahun 2029.

Target utama dari kebijakan ini adalah penghapusan total penjualan lampu fluoresen bermerkuri pada akhir dekade ini. Ini memberikan jeda waktu bagi rantai pasok dan konsumen untuk sepenuhnya beralih ke teknologi LED.

Peralihan ini sangat penting mengingat besarnya jumlah lampu yang mengandung merkuri yang telah beredar. Pada tahun 2023, Pemerintah Kanada memperkirakan bahwa ada sekitar 100 juta lampu yang mengandung merkuri yang telah terjual di negara tersebut selama beberapa dekade terakhir.

Untuk memudahkan identifikasi, konsumen dapat memperhatikan tanda khusus pada bohlam atau perlengkapannya. Jika sebuah lampu memiliki tulisan “Hg”, yang merupakan simbol kimia untuk merkuri, itu menandakan bahwa lampu tersebut mengandung zat tersebut dan harus dibuang dengan prosedur khusus setelah masa pakainya habis.