Pedagang Sapi Batal Mogok Jualan, Harga Daging Diperingatkan Naik
Uptodai.com - Kabar mengenai aksi mogok total pedagang daging sapi selama tiga hari akhirnya batal dilakukan sepenuhnya. Sebagian besar pedagang sapi batal mogok jualan dan mulai kembali membuka lapak mereka di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (23/1/2026).
Keputusan untuk kembali beroperasi ini muncul setelah adanya imbauan resmi, sekaligus didorong oleh tekanan ekonomi yang tidak memungkinkan mereka untuk berhenti berdagang terlalu lama. Meskipun demikian, kembalinya aktivitas jual beli ini diiringi peringatan serius mengenai potensi lonjakan harga yang akan terus terjadi.
Kondisi Pasar Kramat Jati Pasca Aksi Batal Mogok
Pantauan di lapangan menunjukkan suasana yang terbagi dua. Para pedagang yang berada di luar area pasar utama tampak sudah ramai dan hampir seluruhnya kembali melayani pembeli. Mereka memutuskan untuk segera beroperasi kembali demi mengejar pendapatan yang hilang.
Sementara itu, kondisi di dalam Pasar Kramat Jati masih terlihat cukup sunyi. Dari sekitar 25 lapak yang tersedia di dalam, baru lima pedagang yang terlihat membuka dagangan mereka. Meskipun sudah ada lampu hijau untuk kembali berjualan, banyak pedagang yang memilih menunggu hari berikutnya.
Seorang pedagang yang sudah kembali berjualan mengungkapkan bahwa rekan-rekannya yang lain kemungkinan besar baru akan kembali pada esok hari. “Hari ini baru beberapa yang kembali berjualan, sisanya mungkin besok,” ujar pedagang tersebut saat ditemui di lokasi.
Di sisi lain, mereka yang kembali berjualan mengaku tidak sanggup jika harus melanjutkan aksi mogok selama berhari-hari. Pedagang merasa dilema, di satu sisi mereka ingin menyuarakan protes terhadap tingginya harga modal, namun di sisi lain kebutuhan harian keluarga harus tetap terpenuhi.
“Ya sebenarnya enggak kuat juga kalau enggak berjualan selama berhari-hari. Kalau jualan saja pendapatan enggak seberapa, apalagi kalau enggak berjualan, mau makan apa nanti,” keluh seorang pedagang daging sapi di luar pasar.
Warning Kenaikan Harga Daging Sapi ke Rp 160.000
Meskipun aktivitas jual beli telah pulih, permasalahan utama yang memicu rencana mogok belum terselesaikan. Harga daging sapi di tingkat pedagang masih berada di level yang sangat tinggi, berkisar antara Rp 140.000 hingga Rp 150.000 per kilogram.
Kondisi ini membuat pedagang merasa lega karena bisa kembali mendapatkan penghasilan, namun sekaligus kecewa karena harga modal yang mereka dapatkan dari pemasok tetap mencekik. Mereka juga menyampaikan kekhawatiran besar terkait kenaikan harga daging sapi yang lebih ekstrem.
Pedagang memperingatkan bahwa jika tidak ada intervensi harga dari pemerintah, sangat mungkin harga jual daging sapi di pasaran akan melambung lebih tinggi lagi. Mereka memprediksi harga bisa menyentuh angka Rp 160.000 per kilogram dalam waktu dekat.
“Ya lumayan sudah bisa berjualan lagi, walaupun ya kami juga kecewa karena harga masih tinggi, bahkan bisa naik lagi nanti,” tambahnya. Tingginya harga ini tentu saja akan membebani konsumen akhir, terutama menjelang momen-momen permintaan tinggi.
Oleh karena itu, meskipun aksi mogok massal berhasil dibatalkan, ketidakpastian pasar dan ancaman lonjakan harga tetap menjadi perhatian utama bagi para pedagang dan juga masyarakat luas.