Tambang Kucing Liar Freeport Ditarget Beroperasi 2030, Segini Cadangannya
Uptodai.com - PT Freeport Indonesia (PTFI) terus mematangkan rencana pengembangan salah satu deposit mineral paling menjanjikan mereka, yang dikenal sebagai Tambang Kucing Liar Freeport. Proyek ambisius ini telah memasuki fase studi akhir dengan target produksi awal yang diperkirakan mulai meningkat pada tahun 2030.
Awalnya, proyek Kucing Liar dirancang untuk beroperasi dengan kapasitas bijih sebesar 90.000 metrik ton per hari. Namun, manajemen PTFI melihat adanya potensi besar untuk meningkatkan skala operasi, yang berujung pada keputusan ekspansi berbiaya rendah.
Pada tahun 2025, perusahaan telah merampungkan studi ekstensif untuk mengevaluasi potensi perluasan jejak deposit tersebut. Hasil kajian menunjukkan adanya peluang signifikan untuk mendongkrak kapasitas produksi harian, sekaligus memperkuat cadangan mineral jangka panjang.
Peningkatan Kapasitas dan Cadangan Tembaga Emas Kucing Liar
Studi terbaru mengidentifikasi peluang untuk meningkatkan kapasitas produksi harian Kucing Liar menjadi 130.000 metrik ton bijih per hari. Peningkatan kapasitas ini tidak hanya memastikan efisiensi operasional yang lebih baik, tetapi juga berdampak langsung pada estimasi cadangan yang dapat dieksplorasi.
Peningkatan kapasitas tersebut memungkinkan PTFI meningkatkan cadangan sekitar 20% dari perkiraan awal. Produksi awal dari Proyek Kucing Liar PTFI ini secara resmi ditargetkan mulai meningkat secara bertahap pada tahun 2030, menandai tonggak penting dalam strategi keberlanjutan perusahaan.
Per 31 Desember 2025, estimasi awal cadangan Kucing Liar menunjukkan angka yang sangat menjanjikan. Cadangan tersebut mendekati 8 miliar pon tembaga dan 8 juta ons emas hingga tahun 2041. Angka ini melonjak signifikan dibandingkan perkiraan sebelumnya yang hanya mencapai 7 miliar pon tembaga dan 6 juta ons emas.
Berdasarkan desain operasional terbaru, produksi rata-rata Kucing Liar saat mencapai tingkat penuh diproyeksikan mencapai sekitar 750 juta pon tembaga dan 735 ribu ons emas per tahun. Angka produksi ini meningkat lebih dari 35% dari perkiraan yang ditetapkan pada kajian sebelumnya, mempertegas status Kucing Liar sebagai aset strategis utama.
Proyeksi Investasi dan Dampak Operasional
Pengembangan deposit Kucing Liar memang membutuhkan suntikan modal tambahan. Berdasarkan kajian ekonomi yang dilakukan perusahaan, proyek ini memerlukan tambahan investasi modal sekitar 10% atau senilai US$0,5 miliar.
Tambahan investasi ini mencakup penyesuaian fasilitas pengolahan serta dampak terhadap operasional Grasberg Block Cave (GBC), yang merupakan bagian integral dari kompleks penambangan PTFI. Sinergi antara Kucing Liar dan GBC memerlukan penyesuaian teknis yang presisi agar proses penambangan berjalan optimal dan terintegrasi.
Hingga akhir tahun 2025, PTFI telah menggelontorkan dana sekitar US$1,1 miliar untuk membiayai proyek Kucing Liar. Komitmen investasi ini menunjukkan keseriusan perusahaan dalam memanfaatkan Potensi Deposit Kucing Liar.
Secara keseluruhan, investasi untuk Kucing Liar diproyeksikan bertambah sekitar US$4 miliar hingga tahun 2033. Rata-rata belanja modal yang dialokasikan untuk proyek ini diperkirakan mencapai sekitar US$0,5 miliar per tahun, menjadikannya salah satu investasi infrastruktur pertambangan terbesar di Indonesia dalam dekade mendatang.