Uptodai.com - Ketahanan sebuah kendaraan seringkali diuji dalam kondisi yang paling ekstrem. Di tengah suhu beku yang menusuk hingga minus 30 derajat Celsius, Changan CS75 Plus pecahkan rekor dunia yang mencengangkan, membuktikan bahwa SUV asal Tiongkok ini memiliki ketangguhan di atas rata-rata.

Uji ekstrem di atas landasan es ini bukan sekadar pameran kekuatan, melainkan pembuktian fungsionalitas teknologi canggih yang ditanamkan Changan. SUV generasi keempat ini berhasil mencatatkan prestasi monumental yang kini diakui secara global.

Pembuktian di Tengah Badai Es

Changan CS75 Plus generasi keempat bertenaga bensin secara resmi dinobatkan sebagai pemegang Rekor Dunia Guinness untuk kategori “jarak lompatan terpanjang di atas landasan es”. Prestasi ini dicapai setelah SUV tersebut melompat sejauh 20,9 meter, melintasi celah lebar di antara dua landasan es yang licin.

Angka 20,9 meter ini menjadi tolok ukur baru yang sulit ditandingi, mengingat tantangan besar yang dihadapi: suhu sangat rendah dan permukaan yang minim traksi. Keberhasilan ini menegaskan bahwa desain sasis dan sistem suspensi CS75 Plus mampu menahan beban kejut yang luar biasa saat pendaratan.

Peran Vital Sistem Keselamatan Cerdas

Kunci di balik manuver berani yang dilakukan Changan CS75 Plus pecahkan rekor ini adalah dukungan penuh dari Sistem Keselamatan Cerdas Semua Domain Tianshu. Sistem ini bekerja secara terintegrasi untuk memastikan kendaraan tetap terkendali, bahkan dalam momen paling kritis.

Tianshu mengintegrasikan Kontrol Stabilitas Elektronik (ESC) dan Sistem Kontrol Traksi (TCS). Dalam kondisi es yang ekstrem, TCS memainkan peran vital dengan memantau dinamika putaran roda secara konstan.

Saat kendaraan lepas landas dan mendarat, TCS melakukan intervensi secara waktu nyata (real-time) untuk mencegah selip berlebihan. Teknologi inilah yang memungkinkan pengemudi mempertahankan arah dan stabilitas setelah SUV tersebut menghantam landasan es kembali.

Jantung Pacu dan Performa Agresif

Ketangguhan fisik CS75 Plus didukung oleh pilihan mesin yang mumpuni. Changan menawarkan dua varian mesin bensin, yaitu 1.5T dan 2.0T, yang keduanya dirancang untuk memberikan performa responsif di berbagai kondisi jalan.

Varian 1.5T mengandalkan mesin Changan Blue Whale 1.5T. Mesin ini dilengkapi teknologi injeksi langsung bertekanan tinggi 500 bar, menghasilkan tenaga maksimum 141 kW atau setara 189 hp, dengan torsi puncak mencapai 310 Nm.

Seluruh tenaga tersebut disalurkan melalui transmisi otomatis Aisin 8 percepatan yang dikenal mulus dan responsif. Efisiensi bahan bakar juga patut diacungi jempol; berdasarkan standar WLTC, konsumsi bahan bakar varian 1.5T tercatat hanya 6,89 liter per 100 kilometer.

Bagi konsumen yang mendambakan performa lebih agresif, tersedia versi 2.0T. Mesin ini mampu menyemburkan daya maksimum 171 kW atau 229 hp, dengan torsi puncak yang lebih besar, yakni 390 Nm. Kombinasi mesin 2.0T dengan transmisi otomatis Aisin 8AT memungkinkan SUV ini melesat dari 0 hingga 100 km/jam hanya dalam waktu 7,3 detik.

Dimensi dan Kokpit Digital Masa Depan

Dari sisi dimensi, Changan CS75 Plus generasi keempat dirancang untuk stabilitas dan kenyamanan. SUV ini memiliki panjang 4.770 mm, lebar 1.910 mm, dan tinggi berkisar antara 1.695 hingga 1.705 mm. Jarak sumbu roda (wheelbase) yang mencapai 2.800 mm memastikan ruang kabin yang lega bagi seluruh penumpang.

Memasuki interior, pengemudi dan penumpang disajikan dengan desain kokpit modern yang sangat digital. SUV ini mengusung konfigurasi tiga layar mengambang yang terintegrasi, dengan total ukuran mencapai 37 inci.

Konfigurasi layar tersebut terdiri dari panel instrumen LCD penuh 10,25 inci, layar kontrol pusat 14,6 inci, dan layar khusus untuk co-pilot berukuran 12,3 inci. Selain tampilan futuristik, Changan juga membekali CS75 Plus dengan fitur bantuan mengemudi level 2, menjadikannya pilihan menarik di segmen SUV kompak global.